LAYAK DI HADAPAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-248:3, Saleleng ho di tano on
Godang do hinauli ni aek mata i tongtong. Pasuman ma dirim tusi, sai baen roham sintong.

PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 6 : 10-17 (Pagi)
1 Raj. 18 : 1-18 (Malam)

RENUNGAN
1 Samuel 16 : 7b – Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.

LAYAK DI HADAPAN TUHAN
Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna (Kej. 1:26-31). Tuhan sudah memperhitungkan sebaik mungkin, setiap detail dari diri kita. Jadi, hargailah diri kita dan segala yang ada pada diri kita. Namun naluri keduniawian membuat kita (manusia) membuat penilaiannya sendiri akan arti sebuah kesempurnaan, kecantikan dan kegantengan. Silahkan untuk menjadi manusia yang secara fisik ganteng atau cantik, tapi pastikanlah bahwa kita melakukannya untuk kenyamanan diri kita, dan bukan karena semata-mata karena pengaruh atau penilaian orang lain.

Zaman ini banyak orang ingin tampak secara fisik sempurna, cantik atau ganteng, tetapi hanya untuk dinilai orang lain. Akhirnya, banyak orang untuk memperolehnya dengan menyiksa diri, mengkonsumsi obat-obatan berbahaya dan melakukan operasi plastik. Akibatnya menimbulkan berbagai penyakit komplikasi. Ukuran Tuhan terhadap kesempurnaan manusia juga tidak mudah, karena Tuhan melihat sampai ke kedalaman tubuh fisik manusia, ke pikiran dan ke hati manusia. Tuhan melihat semua yang kita lakukan sekalipun di tempat yang sangat tersembunyi.

Tuhanlah yang menyelamatkan kita, bukan dunia ini (manusia) yang menyelamatkan kita. Jadi buatlah diri kita sempurna dan layak di hadapan Tuhan, bahkan bila itu harus membuat kita menderita. Samuel dipanggil Tuhan pada usia yang sangat muda. Dunia atau manusia menilai orang semuda Samuel seharusnya bersenang-senang dengan ke-muda-annya, bukan untuk melayani Tuhan. Dunia atau manusia cenderung menilai, nanti saja kalau sudah lansia, barulah melayani Tuhan. Layanilah Tuhan apapun kondisi dan situasi fisik kita, banyak caranya. Semuanya itu lakukanlah dengan tulus, jujur, ikhlas dan percaya kepada Tuhan. Silahkan untuk menjadi layak dihadapan manusia, tetapi yang lebih penting adalah menjadi layak di hadapan Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-27:1 Meski tak Layak Diriku
Meski tak layak diriku, tetapi kar’na darah-Mu
dan kar’na Kau memanggilku, ‘ku datang, Yesus, pada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do
Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s