KETIKA TUHAN MENYEMBUNYIKAN WAJAHNYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-557:1, Dao Dumenggan
Dao dumenggan, asi ni rohaM. Dao ummarga sian ngolungkon.
Sai pujionku ma Ho Tuhanku, Dao ummarga, asi ni rohaM.

PEMBACAAN FIRMAN
Wah. 15 : 5-8 (Pagi)
Mika 4 : 1-5 (Malam)

RENUNGAN
Yesaya 54 : 8 – Dalam murka yang melu-ap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasi-hani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.

KETIKA TUHAN MENYEMBUNYIKAN WAJAHNYA
Jika kita ingat-ingat, kapankah kita terakhir kali bertengkar dengan orang lain, entah itu rekan kita di kantor, tetangga, orang tua, anak, atau pasangan hidup kita? Apa yang kita lakukan saat itu? Apakah ada di antara kita yang bertengkar sedemikian hebatnya sehingga kita sampai tidak mau melihat muka orang yang bertengkar dengan kita?

Atau minimal kita mencoba menghindar untuk bertemu dengan orang itu? Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi kita untuk akhirnya memaafkan atau berbaikan dengan orang tersebut? atau mungkin sampai sekarang kita masih belum mau berbaikan dengan orang tersebut? Pernahkah kita berpikir, jika ketika bertengkar dengan manusia saja kita bisa begitu benci dengan seseorang, apa yang Tuhan rasakan ketika sedang “bertengkar” dengan kita, manusia yang diciptakan-Nya?

Alasan Tuhan bertengkar dengan manusia adalah karena manusia tidak percaya kepada-Nya, terus menerus berbuat dosa dan semakin jauh dari Tuhan. Itulah mungkin yang dirasakan Tuhan ketika bangsa yang dipilih-Nya (bangsa Israel) justru jatuh ke dalam penyembahan berhala. Bangsa Israel yang diselamatkan dari Mesir dan diberikan tanah perjanjian, justru berbalik dari segala perintah Tuhan yang diberikan kepada mereka Akibatnya Tuhan pun tidak menyayangkan bangsa Israel untuk dibuang dan ditawan ke Babel. Ibaratnya, untuk sesaat lamanya Tuhan meninggalkan bangsa Israel. Tuhan meninggalkan bangsa Israel bukan karena Tuhan tidak sayang lagi kepada bangsa Israel, tetapi karena bangsa Israel sudah sangat kelewatan “berzinah” dengan menyembah dewa-dewa dan berhala-berhala lainnya. Oleh karena itu Tuhan pun sangat murka kepada bangsa Israel, sehingga Ia pun memalingkan mukanya dari mereka.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-416:1, Tersembunyi Ujung Jalan
Tersembunyi ujung jalan, hampir atau masih jauh;
‘ku dibimbing tangan Tuhan ke neg’ri yang tak ‘ku tahu.
Bapa, ajar aku ikut, apa juga maksud-Mu, tak bersangsi atau takut, beriman tetap teguh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do, diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s