PERJANJIAN DAMAI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-122 : 1+10, Ida Hinadenggan ni
1. Ida hinadenggan ni Angka na saroha i
Parpambaenan na burju Nang hatana pe tutu
10. Ale Tuhan togu ma, hami on tu Debata.
Na marholong roha i Salelenglelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mar. 12 : 1-12 (Pagi)
Dan. 4 : 28-37 (Malam)

RENUNGAN
Yehezkiel 37 : 26 – Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.

PERJANJIAN DAMAI
Kata ‘damai’ telah menjadi barang langka saat ini. Dari berita dan informasi yang didapatkan dari media, banyak terjadi peperangan, penindasan, perkelahian, dan perseteruan di berbagai tempat yang membawa manusia jauh dari rasa damai. Banyak korban yang berjatuhan, nilai-nilai kemanusiaan semakin tidak dihargai lagi, sekelompok orang dengan atas nama agama atau suku atau kelompok dengan gampangnya menghabisi kelompok manusia lainnya karena dianggap musuh yang wajib dimusnahkan.

Dan fakta yang ada menunjukkan tidak ada peperangan yang membawa kebaikan bagi umat manusia malah membawa kerugian yang sangat parah, dan banyak orang yang tak berdosa menjadi korbannya, terutama kaum ibu dan anak-anak. Dan dari dulu sampai detik ini juga masih tetap berlangsung peperangan tersebut. Lalu bagaimana kita, sebagai orang Kristen menyikapinya?

Dari ayat renungan di atas jelas dinyatakan bahwa hanya dalam perjanjian damailah anak manusia itu dapat menerima berkat dari Tuhan dan berada di tempat yang kudus. Artinya tidak ada jalan lain yang dapat kita lakukan selain berdamai. Dan damai itu harus dimulai dari diri sendiri, kemudian berdamai dengan keluarga kita, berdamai dengan tetangga kita, berdamai dengan sesama jemaat di gereja, dan berdamai dengan Tuhan. Mari kita terus mendoakan agar perdamaian bisa hadir di seluruh permukaan bumi ini dan kita bisa menjadi agen perdamaian dengan meneladani Sang Juru Damai yaitu Yesus Kristus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-426:1, Kita Harus Membawa Berita
Kita harus membawa berita pada dunia dalam gelap,
tentang kebenaran dan kasih dan damai yang menetap, dan damai yang menetap.
Karna g’lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t’rang.
Kuasa Kristus ‘kan nyatalah, rahamani dan cemerlang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do. Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s