KESUNGGUHAN PERATAP BERDOA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-190 : 3, Las Rohangku Situtu
Las rohangku situtu, ai parjambar au tutu.
Di na denggan sasudena, pinarbaga ni Debata.
Di sude na burju i mangihuthon Jesus i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 15 : 21-31 (Pagi)
Yes. 33 : 1-9 (Malam)

RENUNGAN
Ratapan 3 : 41 – Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga!

KESUNGGUHAN PERATAP BERDOA
Kitab Ratapan ini pada umumnya menceri-takan penderitaan yang dialami bangsa Israel kepada Tuhan Allah. Digambarkan bahwa dunia ini penuh dengan penderitaan, kesusahan, bencana, ketidakadilan, kejaha-tan dan sebagainya yang berbeda dengan keadaan yang ada di surga. Ada lima komponen yang ada dalam kitab ini, yaitu: seruan memanggil nama Tuhan, keluhan, permohonan, penegasan percaya, dan nazar pujian.

Nas hari ini sangat kuat berada pada komponen penegasan percaya. Peratap yakin bahwa Tuhan adil dan tidak akan berdiam dalam kesusahannya. Peratap membujuk Tuhan dan sadar bahwa hanya pada Tuhan saja harapan itu ada.

Peratap mengangkat hati dan tangan kepada Tuhan Allah. Gerakan tubuh seperti mengangkat tangan atau membungkukkan tubuh dalam PL bukanlah sesuatu yang berlebihan. Arti dari mengangkat tangan, yaitu pertama, pendoa keluar dari diri dan dunianya dan hanya berharap pada pertolongan di atas (1 Raj. 8:22, 54; Ezr. 9:5; Mzm. 143:6, Rat. 2:19). Kedua, dengan mengangkat tangan berarti tangannya tidak menyembunyikan sesuatu di hadapan Tuhan. Tidak ada kecurangan, tipu muslihat, dan hati yang mendua. Inti dari gerakan tubuh dan tangan dalam berdoa adalah sikap rendah hati. Perlunya ungkapan lahiriah dari kerendahan hati, rasa syukur, sikap tunduk, diperkuat temuan psikologis bahwa antara jiwa dan tubuh terdapat hubungan saling mempengaruhi yang amat kuat. Pada dasarnya, dalam keadaan biasa, sikap rendah hati ketika berdoa sebaiknya terungkap dalam sikap tubuh, karena bagi manusia doa menyangkut hati sekaligus tubuh. Dari uraian di atas tampak kesungguhan peratap berdoa kepada Tuhan yang percaya kepada Tuhan dan Ia sedang membujuk-Nya dengan menunjukkan sikap kerendahan hatinya dan hidupnya yaitu perilaku tubuhnya setiap hari yang takut Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-332:1 Kekuatan serta Penghiburan
Kekuatan serta penghiburan diberikan Tuhan padaku.
Tiap hari aku dibimbing-Nya; tiap jam dihibur hatiku.
Dan sesuai dengan hikmat Tuhan ‘ku dib’rikan apa yang perlu.
Suka dan derita bergantian memperkuat imanku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do. Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s