Hati yang baik menghasilkan perkataan yang baik


❶ PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI, BE-72 : 1, Hehe ma hamu parbegu
Hehe ma hamu parbegu asa tung tiur hamu.
Ai naung binsar di ginjangmu do Panondang di hamu.
Haholomonmuna i disondangi Jesus i.

PEMBACAAN FIRMAN
Yeh. 31 : 1-12 (Pagi)
Gal. 6 : 11-18 (Malam)

RENUNGAN
Matius 12 : 34-35 – Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

HATI YANG BAIK MENGHASILKAN PERKATAAN YANG BAIK

Saudara, orang mungkin menganggap kata-kata itu tidak ada artinya. Namun tidak demikian halnya di hadapan Tuhan. Alkitab menegaskan setiap kata-kata yang sia-sia harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman. Karena itu perhatikanlah dengan baik-baik setiap perkataan yang hendak kita ucapkan. Jangan ucapkan perkataan yang sia-sia tetapi hendaklah perkataan yang keluar itu berasal dari hati yang tulus dan murni.

Orang Kristen sebaiknya mengucapkan kata-kata yang menjadi berkat bagi orang lain. Rasul Paulus sangat mengimani hal ini sehingga ia berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia” (Ef. 4:29). Berkata-katalah yang membangun, yang membawa kebenaran dan yang mampu membawa orang kepada Kristus dan menikmati kasih karunia-Nya. Jelas perkataan orang-orang Farisi adalah sia-sia dengan menuduh tanpa kebenaran. Namun hal ini bukan berarti bahwa Tuhan Yesus mengajarkan keselamatan atau pembenaran melalui perbuatan baik.

Kata-kata yang baik hanya bisa terjadi jika orangnya memiliki hati yang baik. Jelas semua ini hanya bisa terjadi pada orang yang sudah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus dan sudah beriman! Jadi, kata-kata yang baik adalah buah dari iman, sedangkan pembenaran terjadi hanya karena iman. Hati adalah seperti pohon, perkataan adalah buahnya. Jika hakikat dari pohon itu baik, akan menghasilkan buah yang baik pula. Sebaliknya, bila roh jahat memerintah di dalam hati, maka hal jahat juga yang akan terlontar keluar. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-467:1 Tuhanku bila hati kawanku
Tuhanku, bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku,
dan kehendakku jadi panduku, ampunilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi ] 2x
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s