Penyertaan Allah


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-235 : 4, Tumpalhu na ummuli
O Jesuski dongani au manang tu dia pe au lao,
sondangi ma rohangku. Ho donganki, tu surgo i di ujung ni langkangku.

PEMBACAAN FIRMAN
Mar. 4 : 1-20 (Pagi)
2 Raj. 14 : 1-14 (Malam)

RENUNGAN
Yosua 24 : 17 – Sebab Tuhan, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui

PENYERTAAN ALLAH

Selepas menghadapi kesusahan atau pergumulan apapun, pernahkah kita bertanya “mengapa semua kesusahan atau pergumulan itu dapat selesai?” Untuk menjawab pertanyaan ini, sering kita lebih condong kepada analisa perilaku, sehingga ketika kita menyelesaikan sebuah pergumulan, kita akan berkata: “untung saja saya berbuat seperti ini atau itu,” lalu kita mulai memuji-muji diri kita sendiri atas apa yang telah kita lakukan.

Iman orang-orang percaya selaku berakar kepada “perbuatan Allah”, artinya apa pun yang kita perbuat atau yang menjadi keuntungan dalam kehidupan kita, bukan semata-mata atas kekuatan dan kepintaran kita, tetapi ada kuasa yang lebih besar sehingga itu semua dapat terjadi dan terlaksana. Iman kita mempercayai, bahwa Allahlah yang berkarya di dalam kehidupan kita.

Perjalanan bangsa Israel dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan adalah gambaran yang jelas tentang perjalanan kehidupan orang percaya menuju Tanah Kanaan yang baru. Kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa, artinya kita tidak lagi di Mesir, namun kita belum sampai kepada Kanaan, artinya kita masih di tengah jalan. Maka dalam perjalanan, kita sering mempraktikkan apa yang orang Israel lakukan, kita bersungut-sungut, menyalahkan pemimpin kita, menuntut agar segala sesuatu terpenuhi sesuai dengan keinginan, menyembah dewa-dewa lain di luar dari Allah yang kita percayai. Lalu Allah menghukum, kita menjadi sakit, kita kehilangan arah dan lain sebagainya. Karena itu, kita menjadi lupa atas apa yang telah Allah berikan dan lakukan dalam kehidupan kita. Ayat ini mengajarkan kita agar tetap mengingat kepada perbuatan Tuhan. Ingatan ini berguna agar tidak melupakan Tuhan dan kuat dalam berbagai tantangan.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-345 : 1, Sertai kami Tuhan
Sertai kami, Tuhan, dengan anug’rahMu; berilah pertolongan melawan si set’ru.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan komentar