Beban Berat


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-428 : 1, Ho na loja, ho na sorat
Ho na loja, ho na sorat, por roham di Debatam.
Di na hansit, di na borat, dipapita do roham.
Unang ganggu rohamuna dipandok ni Debatam.
PasauthonNa bagabaga, pos roham di Debatam.

PEMBACAAN FIRMAN
Kej. 2 : 8-14 (Pagi)
Luk. 8 : 4-15 (Malam)

RENUNGAN
Matius 11 : 28 – Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.

BEBAN BERAT

Beban berat membuat orang letih, lesu dan terlihat tua dari semestinya. Melihat para orang tua yang lahir dan besar di bonapaso-git, sekarang tinggal serta bekerja di Serpong, dan mengenang orang tua ketika membanting tulang bekerja untuk menghi-dupi dan menyekolahkan kita, membawa ingatan kita kepada raut wajah mereka yang semakin renta ketika menggeluti pekerjaan rutin mereka.

Dengan membaca ayat (28-29), cobalah kita bertanya: “Apakah jiwa mereka mendapat ketenangan?” Jawaban mereka pastilah ya! Tentu sulit mendapat jawaban dari mereka yang sudah tiba di haribaan Bapa di surga. Kadang di situlah saya merasa sedih! Namun, bagi mereka para orang tua yang masih hidup, sangat baik menceriterakan ajakan Yesus ini kepada anak-anak sampai mereka dapat menyimpulkan sendiri bahwa jiwa orang tuanya mendapat ketenangan menjawab ajakan Yesus.

Ajakan Yesus kepada setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya berimplikasi kepada kelegaan, ketenangan jiwa, dan beban menjadi ringan. Mengapa demikian? Karena kita condong kepada kekuatan roh kita dibandingkan dengan daging kita yang lemah. Yesus berkata: “Roh memang penurut, tetapi daging lemah (bnd. Mat. 26:41b).” Roh yang penurut itu, bersama dengan Roh Kudus yang Tuhan taruh dalam hati kita sebagai kekuatan (bnd. 1 Kor.3:16), kita gunakan untuk mengendalikan keinginan daging, yang membuat kita letih lesu. Hasilnya pastilah membuat jiwa kita mendapat ketenangan. Apabila kita selalu mendahulukan daging yang lemah itu, niscaya letih lesu akan menjadi beban berat bagi tubuh dan jiwa kita. Dengan demikian jiwa kita tidak akan pernah mendapat ketenangan. Syukur kepada Tuhan kita mau merendahkan hati untuk datang kepada ajakan Yesus ini dengan condong kepada kekuatan roh kita. Dengan mencontohkan itu kepada anak-anak kita pastilah mereka dapat meneruskannya kepada anak-anak mereka kelak. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-332 : 1, Kekuatan serta Penghiburan
Kekuatan serta penghiburan diberikan Tuhan padaku. Tiap hari aku dibimbing-Nya, tiap jam dihibur hatiku. Dan sesuai dengan hikmat Tuhan, ‘ku dib’rikan apa yang perlu. Suka dan derita bergantian memperkuat imanku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi,
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s