Damai Sejahtera Allah


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-481 : 1, Godang dope
Godang dope siguruhononmi, asa tudos ho dohot Tuhanmi.
Sai tong na hurang hatigoranmi, so tuk dope haporseaonmi.
Dirim sambing dihaholongi ho, dongan mu laos dihalupahon ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 3 : 22-36 (Pagi)
Yes. 62 : 1-5 (Malam)

RENUNGAN
Yeremia 33 : 6 – Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka, kese-hatan dan kesembuhan, dan Aku akan me-nyembuhkan mereka dan akan menying-kapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah.

DAMAI SEJAHTERA ALLAH

Damai sejahtera dalam Bahasa Ibrani disebut shalom yang memiliki makna dasar keserasian, keutuhan, kebaikan, kesejahte-raan, dan keberhasilan di segala bidang kehidupan. Di mana ada shalom, kalau dalam tingkat perorangan berarti ada ketenteraman jiwa dan bebas rasa khawatir; kalau dalam rumah tangga atau hubungan antar manusia berarti ada keutuhan dan keselarasan; kalau dalam suatu masyarakat atau bangsa dapat berarti ada kemapanan, masa kemakmuran dan tidak ada perang saudara; dan kalau ditingkat global berarti ada ketenangan dalam hubungan internasional, serta tidak ada pertikaian antar negera.

Inilah yang kondisi yang diinginkan Allah pada saat penciptaan langit dan bumi, kesejahteraan menyeluruh ciptaan. “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu baik, sungguh amat baik” (Kej 1: 31).

Damai sejahtera menjadi hilang akibat ketidaktaatan manusia pertama kepada Allah dengan memakan buah pengetahuan yang ada di Taman Eden. Namun Allah merencanakan pemulihan shalom; di mana Allah merancangkan bagaimana supaya manusia memperoleh kembali damai sejahtera itu, yaitu melalui penebusan dan pencurahan darah Yesus Kristus di kayu salib. Oleh kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus melucuti senjata semua kekuatan dan penguasa musuh dan dengan demikian memungkinkan kedamaian (Kol 1:20; 2:14-15).

Karena itu, pada saat kita percaya kepada Yesus Kristus, kita dibenarkan oleh iman dan berdamai dengan Allah (Rom 5:1). Untuk bisa mengalamai damai sejahtera yang penuh, tidak cukup hanya sekedar mengetahui, tetapi kita harus dipersatukan dengan Kristus dalam iman yang aktif. Bersama dengan iman, kita harus hidup dalam ketaatan kepada perintah-perintah-Nya agar dapat hidup dalam damai (Im 26: 3, 6).

BERDOA

BERNYANYI, KJ-408 : 1, Di jalanku ku diiring
Di jalanku ‘ku diiring oleh Yesus Tuhanku. Apakah yang kurang lagi, jika Dia panduku?
Diberi damai sorgawi, asal iman ku teguh.
Suka duka dipakai-Nya untuk kebaikanku
Suka duka dipakai-Nya untuk kebaikanku

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s