Hidup lebih indah dengan taat beribahadah kepada-Nya


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-268 : 1, Debatangku do donganku
Debatangku do donganku, ganup ari ganup taon. TumpahanNa do langkangku urupanNa au manaon. Pos do rohangki disi Debata do donganki salelenglelengna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Ul. 34 : 1-7 (Pagi)
Yoh. 16 : 4-11 (Malam)

RENUNGAN
1 Sam 12 : 24 – Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu

HIDUP LEBIH INDAH DENGAN TAAT BERIBADAH KEPADA-NYA

Beberapa orang Kristen mempunyai persepsi yang salah tentang takut akan Tuhan. Ada orang Kristen mendefinisikan takut akan Tuhan dengan ketaatan melakukan perintah Tuhan karena takut akan hukuman. Padahal rasa takut akan Tuhan yang benar adalah harus lahir karena hubungan bukan karena takut akan hukuman.

Secara Alkitabiah, takut akan Tuhan berbicara tentang ketaatan terhadap Firman Tuhan. Artinya, kita menghormati Dia, patuh dalam penghakiman-Nya atas dosa-dosa kita, berpegang pada Dia, mengenali Dia sebagai Tuhan yang berdaulat dan memuliakan-Nya. Takut akan Tuhan akan membawa kita lebih dekat pada Tuhan, bukan menjauhinya.

Beribadah kepada TUHAN artinya “melayani, berbakti, dan mengabdi kepada Tuhan”. Ibadah dalam konsep Alkitabiah mempunyai arti “pelayanan”. Beribadah kepada Tuhan haruslah didasarkan akan (1) Takut akan Tuhan. Takut mengandung arti: hormat, gentar, kagum pada Allah, dan kasih yang dalam pada Allah yang membawa pada ketaatan dan pengabdian kepadaNya. (2) Ibadah Kepada Allah Harus Berasal Dari Hati Yang Tulus Ikhlas. Kata tulus ikhlas dapat diartikan sebagai: rela, sungguh-sungguh, dan penuh penyerahan. Ketulusan kita berbakti kepada Tuhan terlihat dari sikap dan tindakan-tindakan kita. (3) Ibadah Kepada Allah harus dilakukan dengan setia. Setia dalam tiga pengertian, yaitu: Ibadah dengan komitmen, ibadah dengan tekun atau terus menerus, dan ibadah yang menjadi gaya hidup kita. (4) Peranan seorang Ayah untuk membawa seluruh keluarga beribadah kepada Tuhan. Inilah yang dilakukan Yosua terhadap keluarganya. Ia mendemonstrasikan peran ini. Hiduplah dengan takut Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-355 : 3, Yesus memanggil
Jangan kaulupa, Ia serta; p’rintah kasih-Nya patuhilah.
Mari dengar lembut suara-Nya, “AnakKu, datanglah!”
Sungguh, nanti kita ‘kan senang, bebas dosa hati pun tent’ram.
Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s