Nyanyian baru bagi Tuhan


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-11 : 1, Aha ma endehononku
Aha ma endehononku, asa pujionku Ho.
Ale Tuhan Debatangku, sai urupi au gogo.
Ai ndang tarpajojor ahu, asi ni rohaM di ahu.
Ala ni hupuji Ho tung marribu hali do.

PEMBACAAN FIRMAN
Kis. 8 : 1b-8 (Pagi)
Amos 8 : 1-7 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 40 : 4 – Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.

NYANYIAN BARU BAGI TUHAN

Setiap orang, terutama anak-anak Kuasa dalam pujian atau nyanyian kepada Allah bukan ditentukan oleh keindahan suara atau oleh ketepatan teknik bernyanyi, tetapi terutama ditentukan oleh adanya hubungan pribadi dengan Allah dan kesungguhan dalam bernyanyi. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Pemazmur mengungkapkan bahwa pengalaman keselamatan yang dialaminya (diangkat dari lobang kebinasaan, 40:3) membangkitkan pujian kepada Allah (nyanyian baru; 40:4) yang menimbulkan iman (percaya) di hati para pendengarnya.

Tanpa pengalaman memperoleh keselamatan, maka tindakan memuji Allah berubah menjadi sekedar bernyanyi, bukan kesaksian yang bisa menggerakkan hati para pendengar.

Persiapan teknik bagi seorang yang melayani dengan menyanyikan nyanyian pujian kepada Allah dalam ibadah merupakan hal yang sudah seharusnya, tetapi belum cukup. Penyanyi perlu terlebih dahulu menggumuli nyanyian yang hendak dinyanyikan di dalam hidupnya, agar nyanyian tersebut menjadi suatu kesaksian yang muncul dari dalam hati, bukan sekedar kata-kata indah yang dinyanyikan. Bila hati kita tidak pernah tersentuh oleh nyanyian yang kita nyanyikan, bagaimana orang lain bisa tersentuh oleh apa yang kita nyanyikan? Bila lagu tersebut dinyanyikan dengan keyakinan yang kokoh, lagu penghiburan kita nyanyikan dengan hati yang telah terhibur, lagu ajakan kita nyanyikan dengan hati yang rindu untuk mengajak, maka nyanyian yang kita nyanyikan dipastikan dapat menyentuh hati orang yang mendengar nyanyian kita. Dengan mulut yang bernyanyi dapat memberikan dan membagikan kemurahan dan kebaikan kepada setiap orang secara turun-temurun. Dengan nyanyian, kita dapat memuji dan memuliakan Tuhan dalam segala aktivitas kita diiringi nyanyian kepada Tuhan. Bahkan segala ritme kehidupan kita dalam gerak dan perbuatan menjadi irama dan nyanyian yang memuji Tuhan. Sehingga setiap hari merupakan lagu yang baru untuk memuliakan nama Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-36 : 1, Dihapuskan dosaku
Dihapuskan dosaku hanya oleh darah Yesus;
Aku pulih dan sembuh hanya oleh darah Yesus.
O, darah Tuhanku, sumber pembasuhku!
Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku,
O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s