Jangan menghakimi sesama


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-785 : 1, Alo pangunjunan
Alo pangunjunan, sai benget ma ho, ai molo dung monang, lam togu ma ho. Angka hajahaton, sai patunduk ma, Jesus pangasahon ingkon monang ho.
Jalo pangurupion sian Tuhanta Jesus, dapot ho hagogoon mandopang musu i.

PEMBACAAN FIRMAN
Dan. 10 : 1-19 (Pagi)
1 Yoh. 2 : 26-28 (Malam)

RENUNGAN
Yakobus 4 : 12 – Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasa-kan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

JANGAN MENGHAKIMI SESAMA

Kata “jangan menghakimi” bukan hal asing di telinga kita. Saya yakin kebanyakan orang Kris-ten pasti pernah mendengarnya, bahkan banyak yang hafal ayatnya diantaranya Mat. 7:1-2 dan lain sebagainya. Alkitab mengajarkan bahwa kita harus belajar untuk saling merendah-kan diri antara satu dengan yang lainnya, tunduk terhadap satu dengan lain, bukannya berlaku seperti orang penting di hadapan yang lainnya.

Perintah Yesus: “Janganlah menghakimi!” Diberikan dalam konteks relasi dengan sesama manusia, relasi dengan orang lain. Jika kita mengkritik orang lain, jika kita menegur kesalahan orang lain; biarlah semua itu kita lakukan karena kita sungguh-sungguh mengasihi orang itu. Kita lakukan dengan rendah hati, setelah melihat permasalahan secara utuh, bukan sepotong-sepotong, bukan atas dasar prasangka-prasangka negatif, atau yang belum jelas kebenarannya. Ini berarti ketika kita menghakimi orang lain, sebenarnya kita telah “merampas” posisi Allah sebagai satu-satunya Hakim yang Agung bagi umat manusia, karena sebenarnya penghakiman adalah hak prerogatif Allah, bukan hak manusia yang berdosa, hanya Allah yang berhak melakukannya.

Kita ingin memulihkan orang lain. Kita ingin berbagi anugerah dengan orang lain. Jangan kita bersukacita di atas kejatuhan orang lain. Marilah kita belajar memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan. Karena kita dipanggil untuk menjadi saudara bagi sesama kita, untuk itu kita hendaknya saling menjaga, kita saling memulihkan, kita saling menopang, kita saling belajar satu sama lain sebab kita dibentuk dan dididik oleh Allah. Berbahagialah kita yang mau dididik oleh Allah. Berbahagialah kita yang sedang dipersiapkan oleh Allah menjadi hamba-Nya.

BERDOA
BERNYANYI, KJ-467:1, Tuhanku bila hati kawanku
Tuhanku, bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku.
Dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi,
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s