Belajar takut akan Tuhan


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-447 : 1, Ho mual hangoluan i
Ho mual hangoluan i, na tubu sian Ama i, Tuhanku Jesus Kristus. Patar dibaen Ho balga ni, holong ni roha na gok i, na sai mauliutus. Tung namalungun tondingki, di asi dohot holongMi, sai ro pabosur ahu.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 24 : 13-49 (Pagi)
Maz. 118 : 1-2, 14-24 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 31 : 13 – Dan supaya anak-anak mereka, yang tidak mengetahui-nya, dapat mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu, — selama kamu hidup di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.

BELAJAR TAKUT AKAN TUHAN

Takut akan Tuhan memiliki pemahaman yang cukup dalam dan juga sangat luas implikasinya. Tidak hanya itu, takut akan Tuhan juga menjanjikan suatu jaminan hidup yang membahagia-kan (damai sejahtera).

Musa mengingatkan umat Allah (Israel) supaya seumur hidup mereka takut akan Tuhan. Peringatan itu bukan sekedar memberi pengertian, dogma atau etika saja, tetapi menyangkut gaya hidup yang harus dimiliki demi kelangsungan hidup atau masa depan umat Israel, baik orang tua maupun anak-anak. Takut akan Tuhan menjadi hal utama bagi setiap orang, baik tua maupun muda manakala mereka mengharapkan hidup damai sejahtera. Dari ayat-ayat tersebut kita dapat memahami bagaimana wujud takut akan Tuhan dan buah atau hasil dari takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan pertama-tama perlu dipahami secara kognitif (mengerti secara logis atau pengetahuan).

Takut akan Tuhan berarti menghormati Tuhan dengan cara mengerti, menghayati dan melakukan perintah-Nya. Pola hidup atau gaya hidup takut akan Tuhan semacam itulah yang memberikan jaminan kepastian hidup damai sejahtera. Semua orang mendambakan hidup damai sejahtera baik sekarang maupun besok. Sebagai orang tua yang mengharapkan anak-anaknya hidup damai sejahtera di masa mendatang, apakah yang sudah diberikan kepada mereka untuk meraih hidup damai sejahtera? Apakah kita sudah memperlengkapi mereka untuk takut akan Tuhan? Sudahkah pengertian-pengertian takut akan Tuhan kita tanamkan dan latihkan dalam hidup mereka? Marilah kita mulai gaya hidup takut akan Tuhan dan kita tanamkan kepada anak-anak kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-17 : 1, Tuhan Allah hadir
Tuhan Allah hadir, pada saat ini. Hai sembah sujud di sini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umat-Nya, hatimu serahkan, dalam kerendahan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku,
O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan komentar