PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI, BE-202 : 1, Huhaholongi Ho
Huhaholongi Ho gogongku, huhaholongi Ho tongtong
Marhitehite pambaenanku nang sian nasa rohangkon
Ai Ho do sumondangi au, ro di na mate au.
PEMBACAAN FIRMAN
Kel. 15 : 22-27 (Pagi)
Ibr. 3 : 1-6 (Malam)
RENUNGAN
Yohanes 14 : 23 – Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia”.
HIDUP DALAM KASIH
Dalam hidup ini perbuatan manusia yang paling luhur, paling indah dan paling bahagia adalah apabila kita mampu mengasihi Allah dengan segenap hati dan dengan seluruh kekuatan kita serta mampu menuruti firmanNya. Kalau kita mampu mengasihi Allah, maka kita juga harus mampu mengasihi sesama, seperti yang diperintahkan-Nya sendiri, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Dalam Perjamuan malam terakhir Yesus menegaskan, bahwa bila seseorang mengasihi Dia, ia akan menuruti segala perintah-Nya. Perkataan ini tidak hanya dikatakan satu kali saja, melainkan beberapa kali, seperti tertulis dalam Yoh 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku” (ayat 21), “Jawab Yesus: Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku” (ayat 23). “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu” (15:14).
Saudara, Firman Tuhan mengatakan jika kita mengasihi saudara kita, itu merupakan tanda bukti bahwa kita mengasihi Allah. Allah tidak kelihatan, karena itu kasih kepada sesama, merupakan tanda yang pasti, bahwa kita memang sungguh-sungguh mengasihi Allah. Kita menipu diri sendiri jika kita mengatakan mengasihi Allah tetapi sesama kita tidak kita kasihi. Oleh karena itu, marilah kita mengisi hidup kita di dunia ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan Firman Tuhan. Orang-orang yang hidup dalam kasih berarti dia memiliki sifat Allah yaitu perbuatan-perbuatan sorgawi. Satu lagi yang penting adalah, kita dapat mengasihi karena Allah lebih dahulu telah mengasihi kita (1 Yoh. 4:19). Karena itu segala sesuatu dapat kita lakukan dalam kasih. Dengan melakukan segala sesuatu berdasarkan kasih, kita memberi nilai baru kepada segala sesuatu yang kita lakukan. Segala perbuatan yang dilakukan dalam kasih akan mendapat nilai tambah (plus). Kasih itu umpama rempah-rempah yang menyedapkan segala masakan kita. Bila segala sesuatu kita lakukan dalam kasih dan dengan kasih, semuanya mendapatkan nilai keabadian dan berkenan kepada Allah dan itulah buktinya bahwa kita mengasihi Allah.
BERDOA
BERNYANYI, KJ-467 : 1, Tuhanku, bila hati kawank
Tuhanku, bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku, dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi
