Berharaplah pada Tuhan


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-178 : 3, Ro ma tu Jesus
Ro ma tu Jesus hatop ho ro, ai so ditulak Jesus be ho. Na asi roha do Jesus i, sai pos ma rohami.
Mansai las rohanta i muse, molo ias sian dosa pe.
Sai ro ma hita tu surgo i, laos sonang ma disi.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 3 : 10-23 (Pagi) 1 Raj. 6 : 1-4, 21-22 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 33 : 17-18 – Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan. Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.

BERHARAPLAH PADA TUHAN!

Dalam sebuah pertempuran, kuda merupakan alat perang yang sangat efektif. Sebelum ada transportasi modern seperti sepeda, sepeda motor, mobil, kereta api, pesawat komersial dan tempur, kuda merupakan transportasi yang dibanggakan oleh seorang raja. Dengan kuda raja bisa bepergian kemana saja, bahkan yang tidak dapat dilalui transportasi modern sekarang, kuda bisa melaluinya.
Hanya kuda yang bisa melewati daerah berbukit-bukit, lembah dan pegunungan. Itu sebab kuda menjadi lambang kekuatan sebuah bangsa dalam medan pertempuran jaman raja-raja dulu. Bangsa-bangsa ketika itu meyakini dengan adanya kuda perang mereka akan mengalami kemenangan. Pemazmur sendiri mengakui ketangkasan kuda. Namun, pemazmur mengatakan sekalipun kuda memiliki ketangkasan namun kuda tetaplah kuda. Kuda adalah binatang yang memiliki keterbatasan. Kuda bisa luput, kuda bisa salah, kuda bisa lemah. Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu kali pasti akan jatuh juga, begitu juga dengan kuda.

Saudara! Kuda adalah simbol kemenangan dan ketangkasan. Ada banyak simbol-simbol kekuatan dan ketangkasan, terlebih di jaman modern ini. Orang bisa memiliki percaya diri yang tinggi bila dia punya kekuasaan dan jabatan. Kita mengakui bahwa kekayaan, kepandaian, harta, dan uang bisa menolong kita dalam menyukseskan hidup dan rencana kita, namun tidak untuk menggantungkan hidup padanya. Pemazmur mengatakan itu hal sia-sia. Pemazmur mengajak agar tidak menggantungkan harapan kepada kekuatan dunia, ketangkasan pikiran manusia, dan kebesarannya, tetapi berharap sepenuhnya hanya kepada kasih setia Tuhan. Mata Tuhan selalu tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. Berharap kepada Tuhan, di sana kita mendapatkan kekuatan dan ketangkasan, bahkan melebihi kekuatan dan ketangkasan yang diagung-agungkan oleh bangsa-bangsa. Berharaplah selalu pada Tuhan dan takutlah kepada-Nya maka Dia akan memandangmu siang dan malam.

BERDOA

BERNYANYI, KJ- 409 : 1, Yesus Kau Nakhodaku
Yesus, Kau Nakhodaku di samud’ra hidupku. Badai topan menggeram dan gelombang menyerang. Kemudikan bidukku, Yesus, Kau Nakhodaku!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826:2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi,
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s