Jalan serta Tuhan


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-268 : 1, Debatangku do donganku
Debatangku do donganku, ganup ari ganup taon. TumpahanNa do langkangku, urupanNa au manaon. Pos do rohangki disi, Debata do donganki saleleng-leleng na i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk. 9 : 2-8 (Pagi)
Kel. 19 : 16-25 (Malam)

RENUNGAN
Keluaran 23 : 20 – Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.

JALAN SERTA TUHAN

Di dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, malaikat sering kali disebut. Meskipun begitu, tak banyak informasi yang dapat kita temukan tentang para malaikat ini. Di dalam narasi-narasi Alkitab, malaikat biasanya berfungsi sebagai pembawa pesan dari Allah kepada manusia. Secara etimologis, kata malaikat (angel, angelus, angelos) memang berarti “pembawa pesan Allah” (messenger of God). Di dalam teks yang kita baca hari ini, tugas malaikat itu agak berbeda. Di sini, sang malaikat diutus Allah untuk menjadi teman dan pelindung bangsa Israel dalam perjalanan menuju tempat yang telah disediakan Allah.

Satu hal yang hendak kita lihat dalam teks ini: Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Allah menyertai mereka. Allah menjadi teman dalam perjalanan mereka, dalam suka atau duka. Orang bijak bilang: “hidup ini sederhana, tetapi tidak mudah.” Hidup tak pernah mudah. Meski disertai dan ditemani Allah, hidup tetap tak pernah mudah. Beriman kepada Allah, atau menjadi seorang Kristen, bukanlah jaminan bahwa hidup akan lebih mudah. Di dalam perjalanan hidup, kita pasti akan pernah sakit, rugi, tertipu, disakiti, kesepian, konflik, dan sebagainya. Ketika semua itu terjadi, di mana Allah? Kita mungkin tak melihat-Nya, tapi Dia ada bersama kita. Dia merasakan yang kita rasakan. Ketika kita disakiti, Dia ikut tersakiti. Dia kemudian mengajari kita menyikapi rasa sakit itu. Dia mengajari kita untuk lebih sabar. Dia mengajari kita untuk tidak membalaskan kejahatan dengan kejahatan. Dia mengajari kita untuk tersenyum menghadapi kehidupan meski hidup tak pernah mudah untuk dijalani. Dia mengajari kita untuk tak pernah putus asa hidup dalam pengharapan. Jika kita mampu menjalaninya, “malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya”.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-402 : 1, Kuperlukan Jurus’lamat
Kuperlukan Jurus’lamat, agar jangan ‘ku sesat;
S’lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat.
Maka jiwaku tenang, takkan takut dan enggan.
Bila Tuhanku membimbing, ‘ku di malam pun tent’ram.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku,
O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan komentar