PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI, BE-581 : 1, Sangap di Jahowa
Sangap di Jahowa na sun timbul i, balga ni holongNa ndang tarasam i. Dilehon AnakNa na sasada i, manobus hita jolma pardosa i.
Puji ma Debata ale manisia, las roham las roham somba ma Debata. Dapothon Jahowa na sun timbul i, marhite AnakNa Tuhan Jesus i
PEMBACAAN FIRMAN
Kel. 19 : 9b-15 (Pagi)
Kis. 7 : 30-40 (Malam)
RENUNGAN
Roma 5 : 11 – Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
BERMEGAH DI DALAM KRISTUS
Segala sesuatu yang kecil menjadi besar di dalam Tuhan tapi segala sesuatu ketika berada di luar Tuhan maka dia menjadi kecil bahkan tidak ada apa-apanya. Ungkapan ini tentu memberi kekuatan bagi anak-anak Tuhan untuk menyaksikan dan memberitakan apa yang telah dialami, diraih dan digapai menjadi berkat dan besar, semuanya diimani, berasal dari Tuhan yang dianugerahkan bagi setiap orang percaya.
Kesadaran dan keyakinan ini sangat penting untuk menuntun kita bersyukur kepada Tuhan. Dalam permenungan akan karya dan penyertaan-Nya maka kita dapat besar dan bermegah hanya karena dan di dalam Tuhan.
Kabar Baik hari ini merupakan seruan Paulus bahwa kita dapat bermegah ketika berada di dalam Kristus. Memang ungkapan Paulus ini hendak menekankan keberadaan manusia yang di luar Tuhan, “diusir dari Taman Eden”, yang hubungannya dengan Allah telah rusak akibat dosa maka upah dan bagian manusia itu hanyalah murka dan maut saja. Setiap upaya yang dilakukan oleh manusia untuk memperbaiki hubungan bersama Allah untuk beroleh pendamaian dan keselamatan itu ternyata justru membuat manusia semakin dikuasai oleh dosa itu sendiri. Oleh karena itu, karya Yesus Kristus yang turun ke dalam dunia dan memikul salib menjadi perantara bagi setiap orang percaya untuk beroleh pendamaian dengan Allah. Sesungguhnya itu semua merupakan kemurahan dan prakarsa Allah sendiri.
Saudara-saudara yang terkasih, seruan Paulus ini pun dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari bahwa sesungguhnya apa yang kita miliki merupakan anugerah Tuhan. Percayakah saudara bahwa perbuatan dan pemberian sekecil apapun ketika dengan tulus dan di dalam Tuhan maka itu sangat berharga dan bisa saja tidak dapat dibeli oleh uang? Ibu janda yang memberikan tepung dan minyaknya kepada nabi Elia telah membuktikannya. Mari saudara menghidupi dan mengalaminya di dalam kehidupan kita sehari-hari bersama Tuhan.
BERDOA
BERNYANYI, KJ-178 : 1, Kar’na kasih-Nya padaku
Kar’na kasih-Nya padaku Yesus datang ke dunia;
Ia t’lah memb’ri hidup-Nya gantiku yang bercela.
O betapa mulia dan ajaib kuasa-Nya!
Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826:2. Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku,
O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi
