PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE-427:1 Marserep Marunduk ni roha
Marserep marunduk ni roha, ro ay tu joloM, Tuhanki.
Hubege pandokMu, panjouM, tung i do papos rohangki. Dihophop Ho au Tuhan.
Dilehon Ho do hosaM. Pasaehon dosangku sude. Sai togu, rajai hami be.
PEMBACAAN FIRMAN, Yoel 2:1-2, 12-17
Matius 17:22-23
Pada waktu Yesus dan murid-muridNya bersama-sama di Gali-lea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.
Respon Iman Kristen
Perikop di atas merupakan pemberitahuan kematian Kristus yang kedua setelah pemberitahuan pertama di Matius 16:21. Mesias, sebagai Anak Manusia akan dikhianati dan harus menjalani siksaan bahkan mati untuk keselamatan manusia berdosa.
Respon para murid begitu manusiawi karena mereka murid marah, sedih, dan tidak dapat menerimanya. Mereka tidak dapat menerima jika pemimpin mereka harus mati dan sedapat-dapatnya mereka membela Yesus. Kesedihan murid-murid semakin bertambah karena harapan mereka Yesus untuk mendirikan Kerajaan Surga di dunia terpupus habis dengan kematian Yesus Kristus.
Pagi ini, kita diajak untuk merespon dengan Iman kita, agar kita tidak hanya turut merasa sedih atas kematian Yesus tetapi kita belajar lebih dalam melihat respon Allah yang dahsyat untuk menyelesaikan masalah dosa manusia dan mensyukuri betapa Allah mengasihi manusia hingga rela mengorbankan anak kesayangan-Nya Yesus Kristus yang tidak bercela agar anda dan saya beroleh keselamatan. Tuhan menghendaki kita untuk memelihara keselamatan kita dengan tidak jatuh dalam dosa dan kesedihan menghadapi tantangan dan salib penderitaan hidup, melainkan menghadapinya secara bijaksana yaitu dengan berjalan bersama Yesus disetiap sukacita dan sengsara yang kita lalui.
Mulailah hari ini meningkatkan kualitas Iman sejatimu dengan menempatkan pengharapanmu dibawah kehendak Allah dan belajarlah mengenal setiap kehendak Allah dalam hidup mu. Dalam kata lain, kesedihan kita seharusnya ketika kita masih hidup di dalam dosa. Seperti ungkapan Yesus saat menuju salib itu, Dia mengatakan agar kita tidak menangisinya tapi kita menangisi diri kita yang berdosa ini. Amin.
BERDOA
BERNYANYI : KJ-178:1 Karna Kasih-Nya Padaku
Kar’na kasihNya padaku Yesus datang ke dunia; Ia t’lah memb’ri hidupNya gantiku yang bercela. O, betapa mulia dan ajaib kuasaNya! Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI : BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.
