Tekun dalam iman kepada Yesus


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-18:5 Ungkap bahal na ummuli
Baen togu haporseaon di bagasan rohangki. Asa unang be rampason ni si bolis artangki. Sai ditogu hataMi ma au on tu surgo i.

PEMBACAAN FIRMAN, Ul. 3:23-29

Ibrani 12 : 1-2
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Tekun dalam iman kepada Yesus

Bagi kehidupan umat Kristen yang percaya, hanya Yesus satu-satunya jawaban pasti atas imannya dan membuat hidupnya aman, tentram dan damai jauh dari segala beban, rintangan dan dosa. Yesus satu-satunya tujuan hidup kita. Selaku umat Kristen; apakah yang selalu merintangi hidup kita, yang menjadi beban hidup kita, dan menganggu iman percaya kita?

Beban dan rintangan dalam hidup kita tidak lain dan tidak bukan adalah “dosa.” Manusia sangat sulit menanggalkan segala beban dan dosa dalam hidupnya. Dosa seakan-akan sudah melekat dan menyatu dalam kehidupan manusia bahkan menganggap dosa itu suatu kebenaran dalam hidupnya yang walaupun akhirnya menuju ke kebinasaan. Kebebasan hidup manusia hanya bebas untuk melakukan kejahatan, dosa telah menguasai manusia: “Mereka semua ada di bawah kuasa doa” (Roma 3:9b).

Bagaimanakah kita dapat menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita? Hanya ada satu cara, yaitu “Iman kepada Yesus.” Dengan demikian, kita hendaknya berlomba untuk tekun dalam iman. Iman yang tertuju kepada Yesus. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (11:1). Dalam Yakobus 2:17 dikatakan: “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Dimensi sejarah hidup orang beriman adalah bahwa dia memiliki harapan dalam imannya, karena iman dari orang beriman adalah iman yang eskhatologis yang tertuju kepada Yesus yang memimpin kita dalam iman serta menuju membawa kepada kesempurnaan, karena Yesus adalah kesempurnaan hidup orang percaya dan siap menanggalkan beban dan dosa yang merintangi hidup menuju kepada kesempurnaan. Oleh karena itu, tekunlah di dalam iman percayamu supaya kita kelak tiba di takhta sorga.

BERDOA

BERNYANYI : KJ-441:1 ‘Ku ingin Menyerahkan
‘Ku ingin menyerahkan seluruh hidupku, sekalipun tak layak, kepada Tuhanku.
Kubunuh keinginan dan hasrat hatiku, supaya hanya Tuhan mengisi hidupku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI : BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s