PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE-209:1 Na sonang au
Na sonang au, dung na marTuhan au, tu Tuhan Jesus i;
Ai ndang adong, dung naposoNa au, siholsohononki.
Ibana nama huihuthon, portibion ma hutundalhon.
Na sonang au! Na sonang au!
PEMBACAAN FIRMAN, Luk. 10:13-16
Amsal 8:13
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongka-kan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
Bencilah kejahatan
Kejahatan sepertinya tidak pernah berhenti menghampiri kehidupan manusia hingga saat ini. Walaupun peradaban semakin maju, teknologi semakin canggih, namun kejahatan tetap eksis atau hadir di tengah-tengah kehidupan sehari-hari. Kejahatan tersebut sangat cepat mengikuti atau menyesuaikan diri terhadap perubahan zaman dan perubahan peradaban manusia.
Banyak sekali kejahatan yang diberitakan di media massa atau disiarkan di media radio dan TV, yang mulai dari kejahatan yang ringan sampai kejahatan yang sangat sadis yang tidak mampu diterima akal sehat. Sifat jahat itu seakan kekal sepanjang zaman, tidak berkurang namun semakin banyak dan semakin canggih.
Mengapa hal ini bisa terus berlangsung, sementara Tuhan telah berfirman pada Amsal 13:8, Bencilah kejahatan sebagai tanda kita takut akan Tuhan? Lalu apa sikap kita sebagai Anak Tuhan yang hidup bersama-sama dengan anak dunia yang penuh kejahatan dan tipu muslihat tersebut? Jawabannya sederhana tapi berat melaksanakannya, yaitu “Takutlah akan Tuhan atau bencilah kejahatan.” Marilah kita mulai dari diri sendiri untuk tidak menjadi orang yang sombong atau orang congkak terutama dikala kita memiliki harta yang berlimpah, memiliki jabatan yang tinggi dan memiliki kekuasaan yang sangat kuat. Marilah kita bertingkah laku yang baik dan jangan lakukan kejahatan meskipun di tempat yang tersembunyi karena Tuhan Maha tahu. Marilah kita menjaga mulut kita supaya jangan hanya tipu muslihat yang keluar dari mulut kita. Kalau kita sendiri sudah bisa membenci dan menjauhi kejahatan tersebut tentulah semakin mudah bagi kita untuk menyebar kebaikan dan kasih kepada sesama manusia, karena hanya dengan doa dan perbuatan yang nyata kita bisa mengubah orang lain yang masih hidup dalam kejahatan.
BERDOA
BERNYANYI : KJ 240a:3 Datanglah, ya Sumber Rahmat
Tiap hari ‘ku berutang pada kasih abadi. Rantailah hatiku curang dengan rahmat tak henti.
‘ku dipikat pencobaan meninggalkan kasih-Mu; inilah hatiku Tuhan, meteraikan bagi-Mu.
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI : BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.
