PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE-774:1 Tung Mabaor sian Ho
Tung mabaor sian Ho, mual hangoluan i
Ai torop pe batang aek angka dolok dohot rura
Nang pe langit dohot tano. Ho do na manompa i,
(Ho do na manompa i, Ho do na manompa i) 2x
PEMBACAAN FIRMAN, Ams. 1:20-33
Lukas 12:15
Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
Berlimpah Memberi
Kisah perikop ini menceritakan tentang seseorang yang meminta agar Yesus mengatakan kepada saudaranya untuk mau berbagi warisan. Tidak diberitahukan lebih jauh apakah orang tersebut kaya atau miskin, saudaranya itu jahat atau baik. Yesus justru memberi nasihat agar berjaga-jaga terhadap ketamakan dan hidup ini tidak tergantung kepada kekayaan.
Selanjutnya, melalui perumpamaan yang disampaikan Yesus ditekankan bahwa orang bodohlah yang menempatkan jiwanya hanya kepada harta benda. Justru kita kaya dan hidup jika berada di hadapan Allah.
Ada dua orang bersaudara, si sulung sudah menikah dan si bungsu belum menikah. Sebelum orangtua mereka meninggal, harta warisan sudah dibagi rata. Tiba masa panen si sulung membawa sebagian hasil panennya ke lumbung adiknya dengan pemikiran mungkin dia butuh dana untuk pernikahannya kelak. Di malam yang sama, si bungsu juga melakukan hal yang sama dengan pemikiran abangnya memiliki kebutuhan yang banyak untuk keluarganya. Esoknya mereka melihat ke lumbung masing-masing, ternyata tidak ada yang kurang. Lalu besok malamnya mereka melakukan hal yang sama, tiba-tiba saat mereka melewati jalan yang sama dan berpapasan, tiba-tiba datanglah kilat yang menerangi sekitar mereka, sehingga mereka dapat saling mengenal. Akhirnya, mereka tertawa dan selanjutnya hidup bahagia dengan saling membantu dan memberi.
Memang harta benda itu penting untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti biaya kesehatan, pendidikan, pangan, dan sebagainya. Namun, tindakan kita untuk menumpuk kekayaan itu agar berada di dalam zona aman selama bertahun-tahun ke depan tidak baik. Seruan Tuhan agar kita melihat ke depan yaitu akhir hidup kita, yang tidak ada satu pun orang tahu. Marilah kita berlimpah memberi dengan disiplin memberi, karena itu merupakan bagian dari berjaga-jaga untuk hari esok.
BERDOA
BERNYANYI: KJ No. 393:1 Tuhan, betapa Banyaknya
Tuhan betapa banyaknya berkat yang Kau beri, teristimewa rahmat-Mu dan hidup abadi.
Tr’ima kasih ya Tuhanku atas keselamatanku! Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI : BE. No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.
