MINGGU AKHIR TAHUN GEREJAWI, 23 NOPEMBER 2014
Minggu Peringatan Orang Yang Telah Meninggal
Yohanes 11:25-26
Sampai saat ini, kematian sangat ditakuti oleh banyak orang. Seorang penyair yang kondang mengatakan “Kematian itu indah, seperti indahnya hidup tanpa dunia penghalang, tidak ada martabat yang harus di jungjung, tidak ada sakit yang harus dialami. Kita kembali seperti seorang bayi, yang hidup dalam rahim seorang ibu, demikianlah kematian bagi setiap orang, ia akan tidur dan tetap hidup dalam rahim dunia.”
Mungkin agak sulit mengetahui misteri kematian, tetapi satu yang pasti, bagi kita yang percaya kepada Kristus, kematian digambarkan seperti seseorang yang tidur lelap. Pada saatnya tiba, ia akan kembali bangun dalam kehidupan yang kedua.
Quintus Septimius Florens Tertullianus atau yang lebih dikenal dengan Tertullianus, seorang filsuf kekristenan, pada tahun 205 pernah menuliskan seperti ini : Respice Post te! Hominem te esse memento! Memento mori! Atau lebih panjangnya ia berkata : “ Lihatlah disamping anda! Ingat engkau adalah manusia ! Ingat engkau akan mati ! Hidup ini Singkat dan tak lama akan berakhir, Kematian datang dengan cepat dan tidak menghormati seorang pun, Kematian menghancurkan segala sesuatu dan tidak mengasihani seorang pun, kita bergegas menuju kematian, mari kita menahan diri dari dosa. Jika engkau tidak kembali seperti anak kecil, dan mengubah hidupmu menjadi lebih baik, Engkau tidak akan masuk dan diberkati dalam kerajaanNya kita bergegas menuju kematian, mari kita menahan diri dari dosa. Kalimat ini haruslah dihidupi oleh setiap orang kristen, sehingga akan lebih hati-hati dalam menjalani hidupnya. Bukan saja sebagai pola kehidupan, tetapi jauh lebih menjadi pagar dalam setiap sikap bagi orang yang percaya. Dengan demikian kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang penuh dengan hati-hati dan tidak kebablasan dalam perbuatan dosa. Amin ( Pdt. Kadir Manullang- Taman Adiyasa).
