Menderita sebagai orang Kristen merupakan sukacita


PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 501:1 Sai Ditogutogu Jesus
Sai ditogutogu Jesus tondingki na gale i, asa unang be au ganggu dipanoguonNa i
Maradian do rohangku, molo huhaposi i nang sitaonon dipasonggop sai jonok do Tuhanki
Nang sitaonon dipasonggop, sai jonok do Tuhanki.

PEMBACAAN FIRMAN : Hosea 12:1-15

1 Petrus 4:12-13
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya

MENDERITA SEBAGAI ORANG KRISTEN MERUPAKAN SUKACITA

Jemaat ketika itu menghadapi penganiayaan berat dari pemerintah Romawi. Beratnya aniaya itu terungkap dari ayat 12. Penderitaan yang harus mereka hadapi disebut sebagai “nyala api siksaan.” Sejarah mencatat bahwa ungkapan tersebut berlaku secara hurufiah. Artinya, oleh pemerintah Roma, banyak orang Kristen yang dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup. Sebuah hukuman yang kejam, yang dimaksudkan untuk menimbulkan “efek jera”, agar takut, hingga mereka meninggalkan iman mereka.
Petrus mempersiapkan diri menghadapi itu semua. Mereka tidak perlua heran, seolah-olah sesuatu yang luar biasa terjadi pada mereka. Penganiayaan itu memang merupakan “harga wajar” yang harus dibayar oleh orang-orang Kristen pada masa itu.

Kita memang menghadapi hambatan, dan mungkin juga penganiayaan. Namun masih belum seberat yang mereka hadapi, bukan? Tidak berarti bahwa kita tidak perlu mengatasi hambatan dan ketidakadilan terhadap kekristenan. Tetapi jika semua itu harus terjadi, seperti halnya jemaat mula-mula, kita juga harus berpikir bahwa itu merupakan “harga yang wajar” yang harus kita bayar. Kristus juga telah membayar harga yang mahal untuk menebus kita. Kita harus melihat sisi positif dari penderitaan yang kita alami. Pertama, dengan penganiayaan itu kita telah mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Kedua, penganiayaan itu akan menyatakan kehadiran Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah di dalam diri kita. Tentu saja,kita harus membedakan antara penderitaan yang merupakan “harga wajar” atas iman kita dengan penderitaan yang merupakan upah dari dosa kita. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota… (Yak. 1:12). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 263 :4 YANG T’LAH MENANG
Yang t’lah menang, namanya ‘kan tertulis di kitab kehidupan yang baka
ia pun tampil dalam jubah putih, mengaku: “Kau Tuhanku s’lamanya!”
Dan dari Dia ia terima tajuk mulia s’lamat kudus, tajuk mulia s’lamat kudus.

DOA BAPA KAMI
Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s