Seia sekata


PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 474:2 Ingkon Jesus Do Donganhu
Ingkon Jesus do donganku, molo marsitaonon au. Tu Ibana hutinggangkon, nasa na pasorat au
Ndang mabiar au disi, Tuhan Jesus donganki, sai ihuthononku Jesus, oloanku nama i.

PEMBACAAN FIRMAN : Hosea 7:1-16

1 Petrus 3:8
Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati

SEIA SEKATA

Apakah syarat dan prasyarat untuk menemukan keadaan “seia sekata?” Rasul Petrus mengatakan bahwa keadaan seia sekata akan terbangun kalau mau secara tulus dan timbal balik menghormati perasaan masing-masing karena kasih. Mengawali nasihatnya, Rasul Petrus, menunjukkannya dalam suatu hubungan keluarga antara suami dan isteri.

Isteri hendaklah berkelakuan dan gaya hidup yang lemah lembut dan menghormati suaminya, karena hal itu sangat besar pengaruhnya untuk menutupi kekurangan suaminya (apabila ada). Kemudian, isteri hendaklah tunduk kepada suaminya dan haruslah menaruh pengharapannya kepada Allah. Suami, dinasehatkan agar hidup secara bijaksana dan menerima keadaan alamiah bahwa isterinya sebagai perempuan adalah lebih lemah kalau dibandingkan dengan dirinya sebagai laki-laki. Menghormati isteri akan mudah dilakukan oleh suami yang menyadari dan mengetahui bahwa baik laki-laki maupun perempuan tidak berbeda, keduanya sama-sama hanyalah pewaris kasih karunia Tuhan.

Keadaan ideal yang dinasehatkan dalam hubungan keluarga antara suami dan isteri tersebut di atas tidak selalu mendapat dukungan lingkungan tetapi ada kalanya ditolak karena berbeda dengan kebiasaan yang sedang berlaku. Kita harus berusaha mewujudkannya. Pribadi yang terbiasa dengan keadaan seia sekata dalam keluarganya akan mampu menghadapi tantangan dan berusaha mengatasi masalah. Dapat menerima keadaan bahkan bila kebaikan yang dilakukannya tidak berbalas dengan kebaikan, atau saat fitnah dan ancaman menghadang perjuangnya. Pada saat orang lain tidak sejalan dengan kita, maka Rasul Pertus menasihati, “janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat” (ayat 9). Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 417:2 SERAHKAN PADA TUHAN
Hendaklah kau percaya kepada Tuhanmu; niscaya kau bahagia, kerjamu pun teguh
Usahamu sendiri ’takkan menolongmu; Tuhanmu mengingini doamu yang tekun.

DOA BAPA KAMI
Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s