Taat kepada Allah


1 Raja-raja 2:1-3
Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya:”Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki. Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju.

PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 449:1 Sai Solhot Tu SilangMi
Sai solhot tu silangMi, Jesus ingananku. Mual na mabaor disi, i ma inumonku
SilangMi, Tuhanki i ma pujionku, paima sogot sahat au, i endehononku.

PEMBACAAN FIRMAN : Daniel 11:1-19

TAAT KEPADA ALLAH

Allah berjanji bahwa; kerajaan Daud akan kokoh selama-lamanya (II Samuel 7:12). Meskipun kerajaan Salomo kokoh, ia pernah jatuh dalam penyembahan berhala. Namun Allah setia menggenapi janjin-Nya. Daud bukanlah seorang bapa yang tidak pernah salah dalam hidupnya. Karena cerita kelahiran Salomo dimulai dari kesalahan Daud mengambil Betsyeba. Tetapi Tuhan mengampuni dan memulihkan kehidupan Daud sebagai seorang bapa.

Kecintaan dan kesetiaan Daud dalam merenungkan dan melakukan Taurat Tuhan siang dan malam merupakan kunci keberhasilan Daud, terbukti dalam pesan Daud kepada anaknya sebelum kematiannya yang berisi Hukum Musa ( Band Ulangan 6:4-9). Tidak ada bapa yang sempurna, namun Tuhan menuntut hidup yang sungguh-sungguh mencintai firman-Nya, agar janji Allah terkabul.

Seorang kepala keluarga yang taat akan hukum Allah dikaruniai “takhta Daud”, yaitu anugerah untuk memerintah, melayani serta memberkati seluruh anggota keluarga. Jika “takhta Daud” ini dijalankan dengan baik, maka seluruh anggota keluarga akan diberkati. Seorang bapa haruslah memberikan pesan kepada anak-anak dan keturunannya agar ‘takhta keluarganya’ kokoh serta dapat terus melayani Tuhan, generasi demi generasi. Pemberian pesan ini tidak harus dilakukan ketika sang bapa sudah mendekati ajalnya. Pemberian pesan ini harus diujudkan melalui teladan seumur hidupnya dan terus menerus agar anak-anak dan keturunannya tidak melupakan nasihatnya. Karena anak lebih peka terhadap apa yang dirasakan dan dilihatnya. Sebagai anak, maka Yesus adalah Bapa kita. Dengar dan taat pada pesanNya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 446:2 SETIALAH
Setialah percaya Penebus, percaya janjiNya. Setialah, berjuanglah terus di fajar merekah
DiputuskanNya rantai setan: kau bebas dari kesempitan. Setialah!

DOA BAPA KAMI
Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.\

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s