Jangan senang sendiri


Roma 15:1
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.

PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 407:2 Panotnoti Ma Silang
Tung beasa ditaon Ho, Tuhan, songon i di bagasan sude burjuMi?
Tung beasa sap mudar sude dagingMi, ai tigor do sude dalanMi. Nda i holongMi?
MudarMi na use pasonangkon muse sasude na porsea disi.

PEMBACAAN FIRMAN : 2 Petrus 3:1-18

JANGAN SENANG SENDIRI

Di dunia ini selalu ada dua sisi. Ada yang kuat ada yang lemah, ada yang muda ada yang tua, ada yang kaya ada juga yang miskin, dan lain sebagainya. Rupanya kedua sisi ini berlaku juga di tengah jemaat dalam sebuah persekutuan. Rasul Paulus mengamati jemaat khususnya di Roma terdapat keanekaragaman lapisan sosial, status dan karakter.

Rasul Paulus meilihatnya bukan sebagai pemisahan tetapi sebagai kekayaan jemaat. Bila dikelola dengan baik, maka akan besar manfaatnya buat pertumbuhan jemaat. Tidak baik ada di antara jemaat itu menikmati miliknya sendiri tanpa peduli dengan sesamanya. Rasul paulus menasihati “yang kuat harus menanggung yang lemah”. Namun jauh dari itu Paulus mengatakan jangan senang sendiri, jangan asyik sendiri, jangan menikmati sendiri, tetapi berbagilah dengan orang lain.

Saudara-saudara! Di jemaat atau di gereja masa kini itu juga terjadi. Persekutuan jemaat bersifat heterogen, dalam arti berbeda-beda, beraneka ragam. Ini bukan alasan kita menjadi membeda-bedakan satu dengan yang lain. Perbedaan adalah sesuatu yang lumrah dan positip. Dalam perbedaan itulah kita saling melengkapi dan berbagi. Bahkan Rasul Paulus menegaskan “yang kuat wajib menanggung kelemahan yang tidak kuat”. Kelemahan sesama kita adalah tanggungjawab kita; kekurangan sesama kita adalah tanggungjawab kita. Ketika ini terwujud di sanalah tercipta keseimbangan, hilanglah kesenjangan dan iri hati, benci dan dengki terhadap sesama. Apakah kita menyadarinya? Kalau belum mari kita lakukan sekarang. Belum terlambat, selagi hari masih siang. Tanggungjawab itu sedang dinantikan saudara-saudara kita yang membutuhkannya dan Tuhan sedang menunggu tindakan kita. Harta milik itu akan lebih berguna dan mulia bila kita pakai untuk menolong sesama dan memuliakan Tuhan. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ. 365A:2 TUHAN, AMBIL HIDUPKU
Tanganku gerakkanlah, kasihMu pendorongnya,
dan jadikan langkahku berkenan kepadaMu.

DOA BAPA KAMI
Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Tinggalkan komentar