Minggu XIII Setelah Trinitatis, 14 September 2014
Roma 14:1-12
Dalam nas ini Rasul Paulus pertama-tama mengingatkan jemaat di Roma agar saling menghormati satu sama lain. Memperlakukan semua orang sama, baik yang kuat imannya maupun yang lemah imannya. Karena bagi Tuhan semua orang sama, baik lemah dan kuat, miskin dan kaya, muda dan tua. Rasul mengajak semua jemaat agar menghindarkan sikap yang jatuh pada penghakiman menghina dan mencerca saudara sendiri. Rasul menegaskan bahwa semua orang dijaga oleh Tuhan. Tidak ada hak siapapun menjadi hakim atas orang lain.
Tidak boleh orang mengkleim kebenaran sendiri sehingga orang lain salah. Tetapi baiklah semua sikap, ucapan, kerja dan karya kita untuk memuliakan Tuhan. Sebab tidak ada seorang manusia pun hidup untuk dirinya sendiri. Namun baiklah semua hidup kita dan semua yang kita lakukan menjadi ucapan syukur bagi Tuhan. Supaya kita yang hidup, hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan (ay. 8).
Saudara-saudara jemaat Tuhan! Kita telah berjanji dan mengaku bahwa Kristus adalah dasar gereja ini dan rumah Tuhan serta segala sesuatu yang ada di dalamnya menjadi milik Tuhan. Kita adalah anggota jemaatNya, karena itu kita juga adalah milik Tuhan. Dasar hidup kita adalah Kristus. Baiklah kita hidup berangkat dari dasar hidup kita, yaitu Kristus. Sehingga apapun yang kita kerjakan, lakukan dan harapkan semuanya untuk Tuhan. Marilah kita jaga persekutuan kita bersama jemaat HKBP Serpong. Dalam semua pelayanannya kita saling mengisi dan mendukung, mari kita jauhkan sikap kesombongan dan memandang orang lain hina atau rendah. Tidak mengharapkan pujian yang sia-sia. Selain itu, kita tidak diberi hak oleh Kristus untuk menjadi hakim atas saudara kita. Kesalahan mari kita perbaiki bersama, namun sebelum hal itu terjadi mari kita membuka diri untuk semua kebaikan dan pikiran yang membangun, tidak mementingkan diri sendiri dan tidak mengkleim kebenaran sendiri. Sebagai jemaat dan parhalado yang memiliki kedudukan yang sama sebagai pelayan dan anggota jemaat, meskipun kita memiliki tugas dan pelayanan masing-masing kiranya kita saling melengkapi dan memuarakannya demi kebaikan gerejaNya dan hormat bagi Raja Kristus Raja Gereja. Sebab tidak ada seorang pun dari antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, tetapi sebagai orang beriman kita harus mempersembahkan hidup bagi Kristus. Agar baik hidup maupun mati kita, kita menjadi milik Kristus. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati maupun atas orang-orang hidup (ay.9). Amin! (SP).
