Rumah Bapa di Surga


Habakuk 2:20
Tetapi Tuhan ada di dalam baitNya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapanNya, ya segenap bumi!

PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 354:1 Sai Tong Maimaima Do
Sai tong maimaima do rohanta i di Jesus. Ibana haluaon do di angka naung tinobus
Ro do muse Tuhanta i mardongan hasangapon i. Sai ro ma Ho, o Jesus sai ro ma Ho, o Jesus

PEMBACAAN FIRMAN : Yehezkiel 34:1-16

RUMAH BAPA DI SURGA

Pada tahun 1861, selama Perang Saudara Amerika, seorang pengarang sekaligus dosen Julia Ward Howe mengunjungi Washington, DC. Pada suatu hari ia pergi ke luar kota dan di sana ia melihat sejumlah besar tentara yang sedang berbaris. Keesokan harinya, ketika ia bangun pagi-pagi sekali, benaknya dipenuhi oleh syair sebuah lagu.

Ia menyadari segala keburukan perang, tetapi iman yang ia miliki memimpinnya untuk menulis demikian, “Mataku telah melihat kemuliaan saat Tuhan datang.” Kemungkinan terbesar saat itu ia melihat bahwa di dalam dan melalui berbagai macam keburukan, Allah sedang “berderap maju” menuju hari di mana Dia akan memperbaiki segala macam kesalahan di sepanjang segala zaman. Nabi Habakuk juga memperoleh kesimpulan yang serupa. Pasal 1 dari kitabnya menyatakan betapa ia bersusah hati ketika mengetahui bahwa Allah akan menghukum orang-orang Yehuda dengan membiarkan mereka dikalahkan oleh bangsa Babilonia. Namun dalam pasal 2, Allah meyakinkan hamba-Nya itu bahwa di dalam dan melalui segala keburukan serta kesalahan sejarah, Dia sedang “berderap” menuju hari saat “bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan”.

Jika kita mempercayai bahwa Allah memang sedang “berderap” artinya bahwa Ia sedang bekerja atau bertindak dengan caraNya sendiri, dalam ketangkasan dan keadilan-Nya yang ilahi. Maka meskipun ada banyak konflik tidak manusiawi yang menodai zaman ketika kita hidup, kita tidak perlu merasa putus asa. Dengan tenang kita dapat menanti penghakiman terakhir Tuhan kita, yang mengatur alam semesta dari “bait-Nya yang kudus”. Maka tidaklah salah jika Herb Vander Lugt berkata: “Suatu hari kelak timbangan keadilan akan seimbang dengan sempurna”, sebab ternyata Allah tidak jauh dari segala sesuatu yang terjadi dalam dunia ini, Ia melihat dan Ia akan bertindak. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 356:1 TINGGALLAH DALAM YESUS
Tinggallah dalam Yesus, jadilah muridNya, b’lajarlah Firman Tuhan, taat kepadaNya
Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasaNya. Dialah Pokok yang benar, kitalah rantingNya.

DOA BAPA KAMI

Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Tinggalkan komentar