Rahasia hidup damai


Mazmur 42:6
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya penolongku dan Allahku!

PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 262:1 Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki Ho mual ni na denggan. Sitompa sasude Silehon hangoluan
Sai lehon ma di au pamatang na hipas, maringan ma di au baen roha na ias..

PEMBACAAN FIRMAN : Yehezkiel 32:1-16

RAHASIA HIDUP DAMAI

Sebagai manusia ciptaan Allah, kita diciptakan sungguh sempurna, namun dalam kehidupan ini kita selalu merasa susah. Padahal kita diberikanNya tubuh yang sempurna segambar dengan Dia dan ditiupkanNya napas kehidupan (napas, pengetahuan dan hikmat – yang kita sebut roh) sehingga kita mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Roh akan menuntun hati nurani agar selalu dekat kepada Allah.

Namun tubuh dikendalikan pikiran yang senang mencari keinginan-keinginan daging. Hidup tertekan dan gelisah terjadi karena sifat kemanusiaan kita yang lebih cenderung mencari keinginan daging, ingin sukses secara instan, ingin cepat-cepat kaya, tidak senang melihat orang berhasil, tidak mau menderita, sulit bersyukur dan paling tidak suka kalau imannya diuji oleh Tuhan.

Ayub adalah teladan sempurna bagaimana sebagai umat kristen menjalani kehidupan. Sekalipun tubuhnya menderita karena penyakit, anak-anak dan ternak kekayaannya hilang tetapi dia tetap tabah. Teman-teman dan bahkan istrinya menguji imannya agar meninggalkan Allah tetapi dia tetap menyandarkan kehidupannya pada penciptaNya. Dia tidak goyah sedikit pun sehingga iblis yang mencobainya kalah dan pergi. Ayub dipulihkan Tuhan dan dia memperoleh kembali berkat Tuhan yang berlimpah-limpah. Hal ini bisa terjadi karena Ayub selalu bersyukur atas apa yang dia terima, mengarahkan hatinya hanya kepada Allah, dia tidak larut sekalipun tubuhnya menderita, hanya kepada Tuhan saja dia berharap. Kemampuan untuk mengakui dan mengimani bahwa “Tuhanlah penolongku dan Allahku” itulah rahasia hidup damai. Bila ingin hidupmu tenang, damai dan sejahtera, maka arahkanlah hati dan pikiranmu hanya bersandar kepada Tuhan, senantiasa ucaplah syukur. Berharaplah kepada Allah! Amin!

BERDOA

BERNYANYI KJ. 26:3 MAMPIRLAH, DENGAR DOAKU
Ini saja andalanku: jasa kurbanMu hatiku yang hancur luluh buatlah sembuh
Yesus, Tuhan, dengar doaku; orang lain Kauhampiri, jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI

Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s