Dahulu dan sekarang


Galatia 5:7
Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 256:1 Jesus Kristus I Do Raja
Jesus Kristus i do Raja, Pinabangkit ni Amana, manggomgomi sasude, manggomgomi sasude
Jala nasa hajolmaon, Tu Ibana do marTuhan, parhatopotonna be, parhatopotonnabe.

PEMBACAAN FIRMAN : Yehezkiel 29:1-12

DAHULU DAN SEKARANG

Ayat ini adalah sebuah pertanyaan yang merupakan realita. Jika kita memperhatikan dalam perkembangan jaman sekarang, tentu kita akan semakin merasa bahwa gereja dan agama semakin banyak ditinggalkan oleh manusia. Kompetisi dalam pekerjaan serta kebutuhan yang terus menuntut dalam melanjutkan kehidupan semakin mendesak. Manusia tidak lagi mampu membedakan antara kemenangan dan kekalahan serta kebenaran dan kesalahan.

Sering sekali kita diperhadapkan antara kebenaran dan kesalahan namun pada akhirnya beralih menjadi siapa yang menang dan siapa yang kalah. Misalkan, ketika kita bekerja, kita tentu akan menghasilkan sesuatu untuk melanjutkan kehidupan kita (misalnya: Uang). Awalnya kita hanya berusaha untuk mencari sesuap nasi, namun ketika kita telah jauh melangkah, kita diperhadapkan dengan pilihan menjadi kaya atau miskin. Lalu ketika kita bertahan dalam keadaan yang biasa-biasa saja, kita akan dikatakan “orang yang kalah oleh kemajuan”. Sampai titik situasi yang demikian, kita akan berfikir ulang tentang kehidupan kita, lalu berangsur-angsur kita akan menomor-duakan iman kita.

Saudara yang tekasih, saat ini banyak orang yang berfikir bahwa Allah tidak menjadi jawaban atas segala situasi, gambaran ini membuat kita kembali mempertanyakan Allah dalam segala situasi, sehingga ketika kita berlomba dalam iman kepada Allah, kita akan berhenti lalu memulai sesuatu yang baru. Secara jujur, ketika ayat ini bertanya kepada kita “apa yang menghalangi kita untuk mengikut Allah?” tentu jawabannya adalah “ketakutan akan kehidupan”. Kita lupa bahwa Yesus pernah berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”. Saat ini ketika kita ingin kembali membenahi kehidupan, kita ingin kembali memulai perlombaan dalam iman, lalu kembali turut kepada kebenaran, dan tidak lagi menjadi soal “menang atau kalah”, sebab kemenangan yang sesungguhnya telah diberikan oleh Tuhan, jika kita bertahan dalam iman. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 178:2 KAR’NA KASIHNYA PADAKU
Dengan sabar dan hikmatNya Yesus pimpin hidupku; Firman dan kebenaranNya itulah
peganganku. O, betapa mulia dan ajaib kuasaNya! Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.

DOA BAPA KAMI

Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s