Perkataan Kristus diam di antara kamu


Kolose 3:16
Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 247:1 Sai Hehe Ma Hamuna
Sai hehe ma hamuna, hamu parangan ni, Tuhanta Jesus Kristus, tu paraloan i. Ai ndang
tarbaen ho monang, nda na mangalo ho; Ai musu ni Tuhanta, tung ingkon talu do.

PEMBACAAN FIRMAN : Yehezkiel 25:1-17

PERKATAAN KRISTUS DIAM DI ANTARA KAMU

Pikiran saya langsung tertuju pada kata “diam”. Perkataan Kristus “diam” dengan segala kekayaannya. Kata “diam” dalam teks Yunani adalah enoiko, tidak berati pasif tetapi aktif. “Diam” dan “mempengaruhi seseorang untuk maksud baik”. Firman Allah ternyata memiliki kuasa yang “mempengaruhi secara baik” seseorang selama penggaliannya dan pengaplikasiannya dilakukan secara bertanggung jawab.

Ternyata perkataan Kristus bukan kata mati yang berhenti pada pemaknaan lalu titik. Firman Allah itu bukan saja sarat dengan informasi tentang Allah dan perbuatanNya tetapi firman itu adalah kehendak dan isi hati Allah sendiri. Lebih dari itu firman Allah juga tidak hanya mengantarkan kita pada kehendak-Nya yang kudus dan mulia tetapi juga mengandung kuasa. Dan kuasa inilah yang dipahami Paulus sebagai kekayaan dari perkataan Kristus. Dalam Ibrani 4:12 “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita”.

Firman Allah memiliki kekayaan yang tak terbatas untuk membawa manusia kepada kehendak-Nya. Sayang sekali jika orang hanya mengerti firman Allah tetapi tidak mengalami kuasaNya. Mengapa ada orang yang bergaul dengan firman Allah tetapi hidupnya tidak diubahkan? Pertama, karena tidak sedikit orang yang bergaul dengan Firman Allah hanya sampai tahap mencari tahu dan bila sudah tahu maka ia berhenti. Kedua, mereka bergaul dengan firman Allah untuk mencari tahu, sudah tahu, lalu memberitakan dan berhenti. Kekeliruan ini sudah saatnya diakhiri dan tiba saatnya prinsip ‘enoiko’ benar-benar terlaksana yaitu mencari tahu, mengerti, memberitakan dan melakukan Firman, sehingga kita mendapat hikmat dari Tuhan mengajar dan menegur seseorang akan yang lain. Amin!

BERDOA

BERNYANYI KJ. 460:2 JIKA JIWAKU BERDOA
Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku, biar aku pun setuju dengan maksud hikmatMu
menghayati dan percaya, walau hatiku lemah: Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

DOA BAPA KAMI

Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s