Memuji Tuhan dengan sikap memelihara ciptaan-Nya


Kejadian 1:1-2+4a
Saudara seluruh ciptaan telah diatur Allah sedemikian rupa sehingga masing-masingnya berada pada jalur dan waktu yang telah disediakan-nya. Bulan tidak akan pernah menjadi matahari, begitu pula sebaliknya. Binatang yang keluar pada siang hari akan beristirahat di malam hari. Tumbuh-tumbuhan yang berbunga pada musim semi, tidak akan berbunga pada musim dingin, dst. Begitu pula dengan kita, meskipun kita adalah bagian tertinggi dari segenap ciptaan Allah namun kita tetap berada di bawah kendali Allah.
Namun fakta menunjukkan bahwa kita seringkali lupa akan posisi ini. Misalnya, ketika sukses dalam pekerjaan, keluarga, dsb, kita menganggap bahwa kita dapat sukses karena usaha sendiri, tanpa campur tangan Allah, begitu juga ketika kita berada dalam penderitaan, sengsara dan dijerat kemiskinan, kita sering beranggapan bahwa Allah membiarkan kita sendiri. Kita harus menyadari dan memahami bahwa masing-masing ciptaan telah Allah letakkan pada jalur menuju pemenuhan kehendak-nya. Untuk tetap berada pada jalur yang telah Allah sediakan, dan demi memenuhi kehendak-nya, maka segenap ciptaan harus setia dan tunduk pada ketetapan-ketetapan-nya termasuk juga manusia. Kesetiaan ini merupakan perwujudan respons kita terhadap kesetiaan dan pemeliharaan Allah yang telah terlebih dahulu Allah nyatakan dalam hidup kita. Seringkali kita lupa untuk bertindak setia kepada Allah dan biasanya ini disebabkan oleh kecenderungan kita untuk berusaha melupakan hal-hal yang baik yang kita terima, dan mengingat-ingat hal-hal yang merugikan kita. Begitu mudahkah karya Agung Allah yang telah begitu baik mencipta, memelihara, menebus dan memulihkan itu kita lupakan? Pemazmur berkata “pujilah Tuhan, hai jiwaku!” Seluruh keberadaan hidupnya diperuntukkan bagi pujian kepada Tuhan. Sampai sejauh ini kita hidup karena dan bersama Tuhan. Pasti begitu banyak badai kehidupan yang berusaha menghancurkan hubungan kita dengan-nya. Oleh sebab itu ikutilah suara Tuhan, yang begitu memberikan kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi setiap badai kehidupan.

Saudara setiap manusia sama sekali tidak ada hak untuk menghancurkan dan mengeksploitasi ciptaan Tuhan, bahkan sebaliknya malah harus menjaganya supaya tetap dalam keadaan baik dan terpelihara. Allah menyerahkan kepada manusia hak pemerintahan dan pemeliharaan atas bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, namun bukan berarti manusia dapat membuat peraturan sesukanya sendiri, karena segala sesuatu dipertanggungjawabkan kepada Allah. Tidak ada alasan untuk menyepelekan dunia ciptaan atau menganggap bahwa dunia ini jahat, menyusahkan dan fana, sehingga tidak perlu ditanggapi serius. Sesungguhnya dunia ciptaan ini sangat penting, karena menjadi arena untuk segala sesuatu yang baik di antara Allah dan manusia (termasuk dengan merayakan sabat) maupun di antara sesama manusia sendiri. Oleh sebab itu pujilah Tuhan Sang pencipta dan Sang Pemelihara semua ciptaanNya, dan sebagai tanda bahwa kita memuji Tuhan adalah ketika kita menjadi berkat (memelihara dan melindungi) bagi manusia dan alam semesta. Amin (Pdt. Krisman Sianturi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s