Fungsi Roh Kudus


Perayaan Kedua Pentakosta

Hari raya turunnya Roh Kudus disebut juga hari raya Pentakosta. Pentakosta berasal dari bahasa Yunani ‘Pentekoste’ artinya ‘yang ke lima puluh. Pentakosta atau peristiwa pencurahan Roh Kudus adalah sebuah peristiwa dimana orang percaya diperlengkapi dengan senjata terakhir oleh Tuhan, yaitu senjata Roh Kudus. Roh Kudus berfungsi untuk membekali orang percaya dalam berkarya, bekerja dan berjuang di dunia ini. Karena itu peringatan hari Pentakosta adalah momen dimana setiap orang percaya diingatkan teruslah bekerja, berkarya dan teruslah berjuang, karena perjalanan belum selesai, masih banyak yang harus dilakukan, dikerjakan dan disaksikan ke dunia ini.

Roh Kudus adalah Allah sendiri. Dialah yang menopang setiap orang percaya dalam berkarya. Roh Kudus adalah jaminan bagi kita bahwa dalam berkarya dan berjuang serta bersaksi Dia adalah Sahabat kita yang membela kita mati-matian supaya kita menang dan berhasil berkarya. Karya Roh Kudus tidak dibatasi oleh apapun. Dia tidak hanya menopang kita dari samping, dari atas, tetapi Roh Kudus juga menopang kita dari dalam diri kita.

Tanpa Roh Kudus orang percaya tak berdaya, ringkih, rawan dan gampang pecah. Ada anggapan orang bahwa fungsi utama Roh Kudus adalah membuat manusia berada dalam suasana in trance, pingsan-pingsan, dan tidak sadarkan diri. Roh Kudus, tidak bekerja seperti itu. Roh Kudus berfungsi menjadikan manusia yang tadinya ringkih, rawan, lemah dan tak berdaya menjadi manusia yang sejati, punya semangat, vitalitas, dan gairah kehidupan. Roh Kudus membuat kita saling mengerti. Di saat Roh Kudus tercurah pada hari Pentakosta, orang-orang dari berbagai bangsa dan berbeda bahasa saling mengerti apa yang diucapkan oleh para rasul. Jadi tidak benar, kalau ada pengertian bahwa Roh membuat orang menjadi tidak mengerti. Tidak ada bahasa Roh yang membuat orang tidak mengerti justru bahasa Roh itu menjembatani ketidakmengertian kita menjadi mengerti apa yang dikatakan Roh.

Roh Kudus sudah tercurah atas diri semua orang percaya, yaitu kita. Tundukkanlah diri dan hidup kepada kuasa Roh Kudus agar Dia memakai kita berkarya, bekerja dan bersaksi sekaligus berjuang dalam meneruskan perjalanan kita sampai Maranatha datang. (Editor)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s