Arsip

​Perahu Mainan


Seorang bocah laki-laki membuat sebuah perahu mainan. Dengan penuh kegembiraan dia membawanya ke danau yang tenang. Tetapi karena terbawa air, perahu itu menjauh darinya sehingga tidak terjangkau oleh tangannya yang pendek. Dalam keputus-asaannya, dia minta tolong kepada seorang anak laki-laki yang lebih besar.
Begitu terkejutnya dia ketika anak itu mengambil beberapa kerikil dan mulai melempari perahunya dengan batu itu.

“Hei, jangan lempari perahuku…”, seru bocah itu, karena mengira anak itu tidak bermaksud menolongnya, tapi justru mau merusak perahu mainannya.

“Coba lihat dulu. Perhatikan apa yang terjadi”, kata anak itu. Ketika bocah itu memperhatikan dengan seksama, ternyata batu itu tidak mengenai perahunya, tetapi MELAMPAUINYA.

Setiap kali batu itu memukul air, timbul ombak kecil yang mendorong perahu itu ke tepi danau.

Setiap lemparan batu sudah DIRENCANAKAN dan pada akhirnya perahu kecil itu berada dalam jangkauannya.

Betapa gembiranya bocah itu karena mainan kebanggaannya telah kembali.

Pesan Moral :
Kadang hal-hal dalam kehidupan anda tidak bisa dimengerti. Anda merasa dihajar dan disiksa, tapi cobalah MENUNGGU sejenak, maka anda akan melihat bahwa setiap pencobaan atau hajaran itu seperti batu yang dilemparkan ke telaga kehidupan anda yang tenang.

Mazmur 119:144
“Peringatan-peringatan-Mu adil untuk selama-lamanya, buatlah aku mengerti, supaya aku hidup.”

Setiap Hajaran dan Lemparan itu justru MENDEKATKAN anda kepada TUHAN

​Setia dalam perkara kecil pangkal kesuksesan


Suatu malam ada seorang pria tua dengan istrinya memasuki sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia.
 “Semua hotel besar di kota ini telah terisi, bisakah kau memberi kami satu kamar saja?” kata pria tua itu.

Pegawai hotel menjawab “Semua kamar telah penuh karena ada 3 event besar yang bersamaan diadakan di kota ini, tapi saya tidak dapat menurut pasangan yang baik seperti Anda untuk berhujan-hujan di luar sana pada pukul satu dini hari seperti ini. Bersediakah anda berdua tidur di kamar saya?”

Keesokan harinya pada saat membayar tagihan, pria tua itu berkata pada si pegawai hotel “Kamulah orang yang seharusnya menjadi boss sebuah hotel terbaik di USA, karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan hati yg mau melayani, mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untukmu”.

Pegawai hotel itu hanya tersenyum lebar melupakan kata-kata pria tua itu, karena dia pikir dirinya hanya seorang pegawai biasa.

Kira-kira dua tahun kemudian, dia menerima surat yang berisi tiket ke New York dengan permintaan agar dia menjadi tamu pasangan tua tersebut.

Setelah berada di New York, pria tua tersebut mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan antara Fifth Avenue Thirty Fourth Street, dimana dia menunjuk ke sebuah bangunan baru yg luar biasa megah dan mengatakan “Itulah hotel yang saya bangun untuk kamu kelola”.

Pegawai hotel itu adalah George Charles Boldt, yang menerima tawaran William Waldorf Astor, si pria tua itu untuk menjadi pimpinan dari hotel Waldorf-Astoria, yang merupakan salah satu jaringan hotel terbaik di dunia.

Ternyata sikap kita dalam bekerja sangat menentukan masa depan kita.

Bila kita bekerja hanya untuk mencari uang semata, maka karir/hasil yang kita peroleh akan biasa saja.

Namun jika kita bekerja dengan hati yang mau melayani orang lain, dengan motivasi bahwa pekerjaan kita harus menjadi berkat buat orang lain, maka kita akan memperoleh hasil yang luar biasa..!!

George Charles Boldt setia dalam menjalankan tugasnya dengan memberi pelayanan se maksimal mungkin.

Kolose 3:23
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Matius 25:23
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Lukas 16:10.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

(Sahabat doa)

Tuhan mencipta kita untuk saling mengasihi


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-246:1 Jesus Urupi
Jesus urupi pamonang hami. Tatap ma gogo ni na holom i. na so mansadi mangonggop di hami, naeng polgahanna do hami sude. Sai dipingkiri si blis dalanna manang beha au tongotng arsahanna.

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 13 : 17-25 (Pagi)
Yer. 50 : 1-7 (Malam)

RENUNGAN
Mikha 7 : 8 – Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.

TUHAN MENCIPTA KITA UNTUK SALING MENGASIHI

Saya melihat seorang gadis kecil di pinggir jalan. Ia kedinginan dan gemetar dalam pakaian yang basah. Tampaknya juga kelaparan. Baca lebih lanjut