Pentakost
Pada Minggu ketiga dalam Easter Tide ini, kita sampai kepada pencurahan Roh Kudus. Setelah seluruh doa Exaudi dikumandangkan, pada akhirnya Allah mengutus RohNya untuk terus mendampingi umat yang percaya dalam perjalanan hidupnya. Kata Pentakosta bukanlah berarti “kedatangan Roh Kudus”, namun Pentakosta adalah kata bilangan dalam bahasa Latin. Pentakosta sendiri memiliki arti “Lima Puluh”. Karena itu, Pentakosta berarti hari yang ke lima puluh terhitung sejak Paskah. Sebenarnya tradisi hari ke lima puluh sudah ada sebelum Yesus Kristus lahir. Ini adalah tradisi Yahudi untuk merayakan hasil panen. Perayaan itu sendiri dilaksanakan selama tujuh Minggu terhitung sejak paskah, dan minggu yang ke tujuh dirayakan pesta Shavout (Ulangan 16:10). Berbeda dengan tradisi Yahudi, umat Kristen lebih memfokuskan makna kepada turunnya Roh Kudus. Sebab pada hari inilah janji Yesus Kristus untuk memberikan Roh penghibur itu benar-benar digenapkan (Lukas 24:49). Peristiwa turunnya Roh Kudus terjadi pada hari yang sama dimana orang-orang Yahudi merayakan Shavout, itulah sebabnya dalam Kisah Para Rasul diterangkan banyak orang yang berbeda suku dan bangsa datang kepasar, sedang para murid Yesus menerima Roh Kudus pada sebuah gedung di ruangan atas. Dan disanalah pewartaan Firman terjadi (khotbah Petrus) dimana 3.000 jiwa bertobat (Kis. 2:41). Itulah sebabnya, ketika Pesta Pentakosta, kita juga merayakan hari lahirnya Pekabaran Injil (Zending).
MENJAGA SIKAP
Saat Teduh……………
Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, karena setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu
Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 15:11-24.
Malam : Amsal 22:22-29.
Renungan: Pengkhotbah 4:17a.
Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah
Raja Salomo melihat banyak orang datang ke bait suci untuk mempersembahkan korban dan beribadah kepada Allah. Ibadah bukanlah hanya sekedar mempersembahkan kurban atau hanya bernyanyi dan berdoa, tapi yang lebih utama adalah untuk bertemu dengan Allah. Pengkotbah menyerukan kepada umat tentang bagaimana menghampiri Allah atau bagaimana seharusnya kita datang beribadah kerumahNya. Pengkotbah mengatakan Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah. Jagalah, mengandung pengertian bahwa setiap orang harus menjaga sikap dan kekudusan ketika sudah memasuki ibadah sebab Allah yang kita sembah adalah kudus. Jagalah langkahmu, ini merupakan suatu perintah yang harus kita taati, artinya kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum masuk kerumah ibadah seperti berdoa dirumah, persiapkan hati dan pikiran, berdamai dengan orang berseteru dan persiapkan waktu yang benar janganlah terlambat, ada orang datang beribadah dengan tergesa-gesa sehingga tidak bisa mengikuti acara ibadah mulai dari awal dimana itu mempunyai arti yang sangat penting dari setiap kebaktian. Tujuan kita beribadah ialah pertemuan pribadi antara kita dengan sang pencipta, pertemuan antara kita manusia berdosa dengan Allah Mahasuci. Karena Tuhan ada dibaitNya yang kudus ( Mzm 11;4a). Allah menghendaki ibadah kita didasarkan rasa takut akan Allah berarti memiliki rasa hormat padaNya, mengasihi Dia dengan segenap hati dan mentaati firmanNya. Ibadah adalah panggilan atau respons orang percaya atas keselamatan yang diberikan Tuhan. Oleh karena itu jagalah langkahmu dan rasakan bahwa Allah hadir di saat ibadah. Amin.
Berdoa.
Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.
Doa Bapa kami – Amin.
BERSERAH KEPADA TUHAN
Saat Teduh……………
Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.
Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 94:1-11.
Malam : Mazmur 7:1-7.
Renungan: 1 Petrus 5:7.
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Dialah yang memelihara kamu
Kekuatiran seringkali menghampiri hidup kita pada hal apa yang kita kuatirkan belum tentu terjadi. Kekuatiran itu ada dua yaitu kekuatiran negatif, membahayakan dan merusak dan kekuatiran karena rasa prihatin yang positif. Kekuatiran yang berdampak negatif seringkali muncul sehingga mengganggu psikis dan fisik. Dalam dunia kesehatan kekuatiran yang berlebihan akan berdampak buruk terhadap kesehatan yang menimbulkan gangguan cemas dan menggangu fungsi-fungsi organ tubuh misalnya jantung menjadi berdenyut berlebihan, asam lambung meningkat mengakibatkan sakit maag. Kekuatiran muncul jika iman kita lemah. Rasul Petrus yang ragu-ragu terhadap Jesus pada saat menginjakkan kakinya ke air, ( Mat 14:22-31) dalam ayat 31 Jesus berkata kepada Petrus “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang”?. Ketika kita tidak dapat mempercayakan hidup kita, perasaan kita atau apapun yang terjadi dalam hidup kepada Tuhan Jesus, disaat itulah akan muncul kekuatiran. Lalu bagaimana mengatasi kekuatiran kita? Yang pertama: Pusatkan perhatian kepada Allah. Dalam Filippi 4:6 “ Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatkanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Melalui doalah kita menyampaikan segala permasalah hidup kita. Kedua: Percaya dengan Iman. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Kita harus memperkuat iman kepercayaan kita terhadap Tuhan Jesus. Dalam Johannes 15: 7 dikatakan “ Jikalau kamu tinggal dalam Aku dan firmanKu tinggal didalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Amin.
Berdoa
Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.
Doa Bapa kami – Amin.
KESAKSIAN
Saat Teduh……………
Nyanyian KJ. No. 460:1. “Jika jiwaku berdoa”
Jika jiwaku berdoa kepadaMu Tuhanku
Ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu
Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsaraNya
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah!
Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 106:1-8.
Malam : Lukas 19:1-10.
Renungan: Yesaya 26:16.
Ya Tuhan, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaranMu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa
Dalam pengalaman hidup seringkali seseorang baru mengingat Tuhan hanya pada saat ia mengalami masalah. Setelah masalah tersebut berlalu kerap kali ia lupa menyampaikan terima kasih kepada Tuhan. Hal ini sebagai sesuatu yang wajar karena pada saat sudah dalam kondisi aman dan nyaman tentu tidak ada lagi yang dikhawatirkan. Sesuatu yang tidak mengkhawatirkan buat apa mengundang orang lain untuk membantu. Bukankah diri sendiri dapat menjalaninya? Kata orang bijak : “Alah bisa karena biasa.” Sesuatu yang selalu kita lakukan berulang membuat kita terbiasa melakukan hal yang sama seperti selalu mengucapkan terima kasih atas setiap gerak kehidupan kita. Hal ini menandakan bahwa penyerahan hidup secara total kepada Tuhan merupakan sesuatu yang mutlak karena Dialah yang berdaulat atas kehidupan kita. Kesesakan adalah sesuatu yang mengkhawatirkan jika dilihat dari seseorang yang karena sakit penyakit yang sudah stadium lanjut dan sedang berada di ICCU Rumah Sakit. Mencari dan berdoa kepada Tuhan itulah yang diajarkan renungan ini bagi kita tanpa harus menuntut dan bertanya mengapa hal ini bisa terjadi? kita sampaikan segala pergumulan kita kepadaNya, karena Dia berdaulat atas kehidupan kita. Seperti doa Yesus di Getsemani : “tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Amin.
Berdoa
Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma Di Ho o Debata Ala basaM
Sibahen dalan i Marhite AnakMi Tu banuaM
Doa Bapa kami – Amin.
TUHAN ITU DEKAT, TIDAK JAUH
Saat Teduh……………
Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan
Pembacaan Firman
Pagi : Yohanes 15:10-17.
Malam : Yesaya 1:16-17.
Renungan: Mazmur 145:18.
Tuhan dekat kepada setiap orang yang berseru kepadaNya, pada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan.
Mungkin kita pernah merasa Tuhan jauh, padahal kita sudah berdoa, mengakui dosa, dan bertobat. Sebenarnya Tuhan tidak jauh, Ia tetap dekat dan peduli akan diri kita. Dari seorang Ayub kita dapat mengetahui bagaimana ia pernah merasakan di tinggalkan oleh Tuhan dan bagaimana ia mengatasi situasi seperti ini. Bertubi-tubi Allah menguji Ayub bukan hanya dalam hal harta, dimana Ayub pada masanya adalah orang yang sangat kaya, namun dalam satu hari Allah lenyapkan semua harta miliknya, selain harta Allah mengujinya dengan kehilangan jiwa-jiwa yang di kasihinya, dan tidak sampai di situ saja, Allah masih mengujinya dengan sakit penyakit yang menghinggapi tubuh Ayub. Namun ia tetap yakin bahwa Allah maha mengetahui setiap senti dari perjalanan hidupnya, dan ia yakin bahwa Allah sedang mengujinya bagaikan sebongkah emas yang akan bernilai tinggi, apabila telah dibentuk melalui beberapa tahapan proses pembentukan. Tuhan pun ingin agar kita mengasihi dan menyayanginya lebih dari kita mengasihi kekasih ataupun pasangan kita. Disinilah kita harus memahami dengan benar bahwa apapun yang diperhadapkan Tuhan kepada kita, adalah sebuah ketetapan yang telah Ia tetapkan sebelum semua itu terjadi. Saat kita mengalami ujian kesulitan hidup, kemakmuran dalam hidup, sakit penyakit, rupa-rupa persoalan baik besar maupun kecil, semua telah ada dalam rencana-Nya, semua Ia lakukan sesuai dengan kehendak-Nya untuk kebaikan kita bukan untuk mempersulit dan membuat kita menderita. Amin.
Berdoa
Bernyanyi KJ. No. 350:1. O Berkati kami
O berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahmu.
Doa Bapa kami – Amin.
BAHAGIA KARENA DIAMPUNI
Saat Teduh……………
Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu;
walaupun saliblah mengangkatku,
inilah laguku: dekat kepadaMu;
makin dekat, Tuhan, kepadaMu
Pembacaan Firman
Pagi : Kolose 3:11-17.
Malam : Yohanes 8:1-11.
Renungan: Roma 4:7.
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya
Tujuan manusia secara umum adalah bahagia. Bekerja keras mencari uang/kekayaan, Sekolah setinggi-tingginya, berjuang mencapai jabatan tinggi untuk sukses menurut kategori dunia ini. Ini bukan berarti bahwa semuanya itu tidak penting, tetapi hendaklah kita menyadari itu belum tentu membuat kita bahagia. Raja Salomo mengatakan itu semua sia-sia, seperti menjaring angin. Kebahagiaan adalah pemberian Allah, dan bukan hasil kepemilikan kekayaan harta dan keberhasilan dunia. Pengorbanan Kristus sangat mahal, tiada banding dan tidak dapat dibeli, itulah sebabnya dan tepatlah ucapan bahagia dalam Roma 4:7 yaitu: “berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya.”
Bagaimana dengan kita? Tanpa penyelesaian dosa oleh pengorbanan Kristus di kayu salib maka tidak ada harapan bagi kita. Juga tidak ada alternatif lain selain Kristus menderita, mati disalibkan menggantikan kita. Oleh karena itulah hendaklah kita sadar bahwa saat Kristus mengampuni dosa kita, maka saat itulah kebahagiaan sejati menjadi milik kita. Puji Tuhan. Jelaslah sekarang bagi kita, bahwa sesunguhnya tidak ada sarana apapun yang dapat membuat manusia bahagia, tanpa dosanya diampuni Kristus. Pesan Firman Tuhan hari ini adalah: 1) semua orang telah berdosa sejak dalam kandungan, 2) manusia butuh pengampunan dosa oleh Kristus 3) kita mangalami kebahagiaan jika Kristus menghapus dosa kita dan percaya pada Tuhan Yesus Kristus. Apa respon kita setelah dosa kita diampuni Kristus? Respond kita adalah melakukan penginjilan dan pemuridan agar makin banyak percaya pada Kristus sehingga memperoleh kebahagiaan sejati. Soli Deo Gloria. Amin
Berdoa.
Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.
Doa Bapa kami – Amin.
Mengucap syukur
Tuhan meminta agar kita selalu bersyukur dalam segala hal.
Artinya bersyukur pada Tuhan yang mengampuni dosa kita jika kita menyesali dosa-dosa kita.
Pengampuman Kristus adalah karya terbesar dalam hidup kita. Ada kepastian keselamatan bagi yg beriman dan setia melakukan FirmanNya. Maka, dalam susah maupun senang tetap bersyukur. Hidup bersyukur adalah ciri orang beriman.
Kuasa mengucap syukur sangat besar. Mengucap syukur dalam segala hal lawannya adalah mengucap syukur untuk segala hal.
Kita tidak mengucap syukur untuk sakit, miskin, atau berduka, tapi kita mengucap syukur dalam kondisi sakit, miskin, ataupun sedang berduka.
Marilah hidup bersyukur setiap hari, dalam kondisi sehat, sakit, kaya, miskin, susah, senang, dan sebagainya, bersyukurlah. Itulah perintah Tuhan.
Selamat bersyukur senantiasa DALAM segala hal.
Ditulis oleh St. Partogian Sormin
