BERBALIKLAH KEPADA TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di Muka Tuhan Yesus”
Di Muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 8:14-17.
Malam : 2 Korintus 1:8-11.

03. Renungan: Zakaria 1:4.
Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.

Tema utama Pemberitaan Nabi Zakaria adalah: “Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat!” Ada juga suatu istilah yang menarik yang dipakai oleh nabi Yoel tentang panggilan pertobatan, yaitu: “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu.” Istilah ini penting agar tidak hanya pertobatan dari kulit luar saja tetapi pertobatan dari dalam hati yang sungguh-sungguh. Jika seorang menyesal dan melihat sesuatu yang tidak dapat di terima dalam hatinya maka seseorang mengoyakkan jubahnya sebagai tanda menyesali keadaan. Itu suatu cara menyesali keadaan dan keadaan serupa takkan terulang lagi. Panggilan pertobatan itu bukan hanya manusia dewasa, tetapi seluruhnya anak-anak, pemuda, kaum bapak dan kaum ibu. Bukan hanya mereka yang dianggap moralitasnya tidak benar seperti preman di pasar dan dijalanan, tetapi panggilan pertobatan juga kepada imam-imam, pelayan-pelayan dan pelayan di altar.

Nabi Zakaria hendak mengumumkan bahwa totalitas kesalahan sudah berjemaah bahkan pada orang yang seharusnya penjaga moral seperti imam dan pelayan justru dipanggil untuk bertobat. Di hari Tuhan tidak ada yang tersembunyi, tiada yang ditutup-tutupi dan manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Allah. Apa yang kita baca hari ini adalah mengingat hari Tuhan kita semua menyadari begitu jauhnya hidup kita dari Tuhan. Satu-satunya hal yang dilakukan mengingat hari Tuhan adalah pertobatan. Hukuman segera datang dan akan tiba, berbalik dan bertobat adalah sati-satunya jalan untuk memperoleh pengasihan dan kasih karunia Tuhan. Tinggalkanlah segala perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.470:1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au
Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

YESUS TUHAN SANG MESIAS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku. Orang lain Kau hampiri
jangan jalan t’rus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 9:27-31.
Malam : 2 Korintus 1:1-7.

03. Renungan: Matius 16:16.
Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”.

Orang banyak memandang Yesus sebagai inkarnasi dari seorang nabi, ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, Elia dan juga Yeremia. Tetapi Petrus memiliki jawaban yang berbeda, jawaban yang merupakan penantian orang Yahudi yaitu “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Yesus menerima pengakuan Petrus dan membenarkannya. Kepada Petrus dan murid-muridNya telah dinyatakan kunci kerajaan sorga sebagaimana pengakuan mereka bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup. Dari Yesus kita menerima kebenaran ilahi, sehingga yang menjadi dasar ataupun landasan dari kebenaran adalah Yesus Kristus. Firman yang disampaikan oleh Yesus adalah kebenaran sorgawi yang dititpkan pada murid-muridNya, sehingga “Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga”.

Inilah hikmat sorgawi yang telah di nyatakan pada kita, bahwa firman Tuhan membawa kita kepada kelepasan dari kuasa dosa. Jika pada kita saat ini di tanya “Siapakah Yesus dalam hidupmu?”, bagaiamana kita mengenal Yesus dalam kehidupan kita? Mungkin kita bisa memberi jawaban yang tepat sebagaimana yang tertulis dalam Injil. Tetapi sudah sejauh mana pengenalan kepada Yesus mempengaruhi kehidupan kita? Tuhan Yesus meminta kita melalui perbuatan bukan hanya berdasarkan pengetahuan, tetapi pengenalan yang benar-benar kita alami bersama Dia. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami,
Asa digomgomi tondiMi ma hami.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN MENYERTAI UMATNYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”

Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagiaku yang baka

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yakobus 5:13-18.
Malam : Ratapan 5:1-22.

03. Renungan: Yeremia 30:11.
Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.

Musa diutus Tuhan untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir, sebab Tuhan telah mendengar dan memperhatikan seruan penderitaan umatNya oleh karena kerasnya perbudakan bagi umat Israel di Mesir dan juga yang mengingat akan perjanjianNya kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Ul 2: 23-24). Sebagai orang percaya, seharusnya kita tidak boleh meragukan penyertaan Tuhan atas kehidupan kita, sebab kita harus tetap menyadari bahwa jikalau kita masih menghirup nafas hidup ini, hal itu telah menjadi bukti bahwa Allah ada bersama-sama dengan kita. Kenapa demikian?, karena nafas hidup yang kita hirup ini bukan miliki kita, tetapi miliknya Allah.

Menyadari bahwa nafas hidup ini milik Allah, lalu apabila kita melihat bahwa orang yang tidak percaya kepada Allahpun masih tetap menghirup nafas hidup yang daripada Allah tersebut, seharusnya kita mampu melihat semuanya itu sebagai suatu bukti bahwa Dia adalah Allah yang setia dan adil. Seringkali kita mempersoalnya kehadiran Tuhan dalam hidup kita, karena kita menuntut bukti sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita inginkan. Lebih ironis lagi, mata hati kita seperti telah tertutup, sehingga kita tidak mampu lagi melihat dan menyadari, bahwa kita tidak bisa menambah satu detik umur hidup ini, kalau sudah waktunya Tuhan. Oleh sebab itu saat ini kita harus menyadari bahwa apapun yang terjadi, Allah selalu ada bersama-sama dengan kita dan tidak pernah meninggalkan kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, di son managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON


RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON
Namandalanhon Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon (RPP)

Huria do na marmahani dohot na maminsang angka pangalaosi marhite angka parhalado ni huria niuluhon ni pandita manang wakilna. Ndada holan parhalado disi rajuman na maminsang nasida alai tung sandok huria i do. Dibahen i tama do saluhut nasida manjaga asa unang masa pangalaosion di huria. Ala ni i ingkon saluhut do nasida patut palumbahon na naeng mardosa i. Ndang sai tarbahen sandok huria I marpungu, sae ma holan angka na pinajolo ni huria i, i ma angka parhalado ni huria. Di rapotnasida ma dipamanat ia adong sitangkasan manang sipinsangon sian angka dongan na mangalaosi.

Ia i ditotophon rapot i, i do putusna. Dung putus panimbangon taringot tu paminsangon sibahenon tu parsala, dipingkiri rapot i ma dalan pasingothon ibana huhut manangianghon ibana. Ai umbahen dipinsang ibana asa saut do ibana malua sian pangalaosion manang dosana gabe mangolu muse. Naeng ma botoon ni parsala, sandok huria i do na patupahon paminsangon ala ni pambahenanna, ndang roharoha ni parhalado na maminsang ibana. Ndang tagamon so unduk rohana, jala mabiar huhut maila ibana, molo dihilala sandok huria i do na maminsang ibana. Ndang jadi ginjang roha ni na maminsang, alai naeng ma mardongan tangiang rapot i padalanhon pinsangpinsang tu pangalaosi i, ai rap jolma na gale do hita hinaliangan ni dosa. Holan ala asi ni roha ni Debata sambing do na mangaramoti hita, umbahen so madabu hita tu dosa.

TUHAN SETIA AKAN JANJINYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 20:1-11.
Malam : Ratapan 3:34-57.

03. Renungan: 1 Raja-raja 8:24.
Engkau yang tetap berpegang pada janjiMu terhadap hambaMu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tanganMu apa yang Kau firmankan dengan mulutMu, seperti yang terjadi pada hari ini.

Janji Tuhan bagi orang percaya berikan pada para murid juga berlaku untuk kita semua orang Kristen yang percaya pada-Nya sebab kita merupakan pengikut setia Yesus. Akan tetapi, yang terjadi sekarang ini adalah timbulnya keraguan terhadap janji Tuhan tersebut. Kita sebagai manusia seringkali merasa takut dan khawatir akan hukum taurat dan Tuhan selalu mengingatkan jika Ia adalah Emanuel yang akan selalu menyertai kita, Semua kuasa atas surga dan bumi berada di tangan-Nya sehingga tidak perlu lagi kita meragukan kuasa dari Tuhan. Contohnya sebagai berikut: Tuhan Yesus berjanji, “Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak” (Yoh. 15:7-8).

Namun, itu adalah janji bahwa Allah akan menanggapi setiap kerinduan kita untuk memperoleh kebajikan yang disebut Rasul Paulus sebagai “buah Roh” (Gal. 5:22-23) dalam diri kita. Apabila kita sungguh-sungguh merindukan kekudusan dan memintanya kepada Allah, Dia akan memuaskan kerinduan itu. Memang dibutuhkan waktu, karena pertumbuhan rohani terjadi secara bertahap, sama seperti pertumbuhan jasmani. Jangan menyerah. Teruslah meminta kepada Allah untuk menguduskan Anda. Pada waktu yang ditentukan-Nya, Anda “akan menerimanya.” Allah tidak menjanjikan apa yang tidak akan digenapi-Nya, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1,4. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i
Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu
Diparbaga Debata tu na marsaroha da,
Pasupasu na godang ima roha na sonang

06. Doa Bapa kami – Amin.

KETEGUHAN IMAN


Saat Teduh…………

01. Nyanyian KJ. 247:1. “Sunguh Kerajaan Allah di bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi Kepala
Ia menang g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 42:1-9.
Malam : Ratapan 3:13-24.

03. Renungan: 1 Timotius 1:19.
Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kuduskanlah iman mereka

Paulus juga mengingatkan Timotius bahwa dirinya menjadi pelayan Tuhan berdasarkan nubuat, yaitu peneguhan Roh Kudus atas panggilan Timotius melalui sesama orang percaya, termasuk Paulus sendiri. Tugas Timotius adalah “memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni”. Kata kerja Yunani yang diterjemahkan menjadi “memperjuangkan” di sini mempunyai arti harfiah mengabdi sebagai prajurit. Perjuangan itu, seperti yang akan kita lihat pada nas-nas selanjutnya, adalah memelihara jemaat yang Allah telah percayakan kepadanya. Untuk dapat melakukannya, Paulus menunjuk pada iman dan hati nurani yang murni sebagai syarat utama. Kedua hal ini, sebelumnya telah disebutkan Paulus, akan menimbulkan kasih. Iman dan hati nurani yang murni itu akan menimbulkan kerelaan untuk berjuang.

Hati nurani (syneidesis) di dalam surat I Timotius berarti kesadaran yang mendasari terwujudnya perilaku yang sesuai dengan etika Kristiani. Himeneus dan Aleksander adalah contoh orang-orang yang melayani, namun kandas imannya karena menolak memelihara hati nurani yang murni. Menyerahkan mereka kepada Iblis adalah tindakan disiplin yang terakhir, untuk membawa pada penyesalan dan pertobatan. Tiap bentuk pelayanan yang Kristen lakukan, dari menjadi sukarelawan/wati juru masak untuk kegiatan gereja sampai menjadi pemimpin jemaat, semuanya menuntut keseriusan untuk melihatnya sebagai suatu perjuangan. Orang Kristen dituntut untuk setia menjaga hati dan perilaku, Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 123:1. Ale dongan na saroha
Ale dongan na saroha, manjalahi dame i. Dompak Jesus tapasada,
holong ni rohanta i. Ai Ibana du Ulunta, hita do ruasNa i
Tuhan Jesus do Gurunta, hita siseanNa i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERSIHKANLAH HATIMU !


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman:
Pagi : Efesus 2:1-10.
Malam : Ratapan 2:1-22.

03. Renungan: Yeremia 4:14.
Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancangan kedurjanaanmu?

Hati merupakan organ vital yang berfungsi menawar dan menetralisir racun, mengatur komposisi darah yang mengandung lemak, gula, protein dan zat-zat lainnya. Hati juga membuat empedu, zat yang membantu pencernaan lemak di dalam tubuh. Ini menunjukkan bahwa hati memiliki peranan yang teramat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu kita semua dianjurkan untuk selalu menjaga dan merawat hati supaya tetap sehat. Bagaimana caranya? Yaitu dengan rajin berolahraga dan menerapkan pola hidup yang sehat.

Berkenaan dengan soal ‘hati’ ini, firman Tuhan juga tak henti-hentinya menasihati dan memperingatkan kita untuk selalu menjaganya. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Dari hati dapat timbul berbagai masalah dalam kehidupan ini: “…timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Mat 15:19). Bila ‘hati’ bermasalah, muncullah sakit hati, panas hati, pahit hati, patah hati, hati yang luka, dan sebagainya. Hati yang bermasalah atau hati yang tidak bersih adalah penghalang untuk kita mendekat kepada Tuhan, penghalang untuk kita menerima jawaban doa, penghalang untuk kita mengalami kebaikan Tuhan, sebab Tuhan itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya (Mzm 73:1). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
Ido pangidoannami, sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.