DENGAR DAN TUNDUK PADA TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 14:15-24.
Malam : 2 Tesalonika 3:1-12.

03. Renungan: Yeremia 13:16a
Permuliakanlah Tuhan Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap, sebelum kakimu tersandung di atas bukit-bukit yang diliputi senja.

Allah menciptakan manusia untuk menguasai seluruh bumi dan segala isinya. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, kecenderungan hati manusia semakin meningkat untuk melakukan yang jahat. Alkitab mencatat bahwa Israel yang sudah melihat, mengalami mujizat TUHAN, selalu memberontak kepada-Nya. Mereka beribadah kepada Baal dan allah lain buatan tangan manusia. Namun, Allah karena kemurahan-Nya tetap memberikan kesempatan untuk bertobat. Namun karena bangsa Israel tetap memberontak dan tidak mendengarkan firman-Nya yang disampaikan para nabi termasuk nabi Yeremia, Allah menghukum umatnya sendiri dengan membuang mereka ke Babel. Nas hari ini merupakan peringatan TUHAN kepada bangsa Israel dahulu karena melanggar perintah TUHAN. Mereka melupakan TUHAN dan dengan sengaja beribadah kepada Baal dan allah lain. Tentu nas ini berlaku juga bagi kita yang hidup saat ini dimana daya tarik dunia ini semakin kuat supaya manusia melupakan TUHAN. Karena itu, ada 3 hal penting yang diajarkan nas ini kepada kita, yaitu : 1. Memahami bahwa saat ini adalah masa kemurahan dan kesabaran Allah supaya manusia (kita) bertobat, kembali kepada-Nya dan melakukan firman-Nya. 2. Memahami dengan sungguh-sungguh bahwa Allah menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. 3. Allah itu Mahakudus sekaligus Mahaadil. Dia tidak berkenan kepada kematian orang fasik karena dosa dan kejahatan, melainkan Dia berkenan kepada pertobatan supaya ia hidup. Karena itu, hendaklah kita senantiasa mendengarkan suara TUHAN dan menundukkan hati kita kepada-Nya. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 123:3. Ale dongan na saroha
Sai pasada ale Tuhan angka na porsea i. Asa masihaholongan songon na pinatikMi
Dibagasan hasintongan ido pinangidoMi. Sai padomu angka dongan na tutu sinondangMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

PEDULI AKAN ORANG LAIN


Kepedulian (empati) adalah kesanggupan untuk peka terhadap kebutuhan orang lain dan kesanggupan untuk turut merasakan perasaan orang lain serta menempatkan diri dalam keadaan orang lain. Peka yang dibicarakan di sini bukan dalam arti sifat orang yang perhatiannya tertuju ke dalam, kepada dirinya (self-centered) sehingga mudah tersinggung perasaannya, melainkan sifat orang yang perhatiannya tertuju keluar, kepada orang lain, yang mudah merasa iba kepada orang lain (extra-centered sensitivity). Kepekaan dan kepedulian membuat orang melihat keluar dari dirinya, dan menyelami perasaan dan kebutuhan orang lain, lalu menanggapi dan melakukan perbuatan yang diperlukan untuk orang lain dan dunia di sekelilingnya. Kepekaan dan kepedulian adalah nilai yang sangat penting dipunyai seseorang. Pada nilai ini terkait banyak nilai lainnya, antara lain: kedisiplinan, kejujuran, kerendahan hati, cinta kasih, keramahan, kebaikan hati, kebijaksanaan, dan sebagainya. Kebahagiaan yang dialami seseorang sebagian besar adalah hasil kepekaan dan kepedulian orang tersebut terhadap perasaan, kesempatan, dan kebutuhan orang lain dan dunia di sekitarnya.

IBADAH YANG BENAR


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 40:4. “Ajaib benar Anugerah”
Ku dapat janji yang teguh, kuharap sabdaNya
Dan Tuhanlah Perisaiku, tetap selamanya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yohanes 8:30-36.
Malam : 2 Tesalonika 2:13-17.

03. Renungan: Mazmur 50:5.
“Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!”

Mazmur 50 ini merupakan evaluasi atau teguran terhadap ibadah umat Israel yang masih dipengaruhi praktek ibadah suku Kanaan yang percaya kepada baal. Ibadah dan persembahan yang mereka lakukan bukan di motivasi KARENA tetapi SUPAYA mereka memberi persembahan, beribadah motivasinya bagaimana agar Allah mengasihi, memberkati mereka, ibadah, persembahan seperti sogokan kepada Allah, seperti orang memancing di beri ikan teri, agar dapat ikan kakap besar, ada udang dibalik bakwan. Pemahaman dan praktek ibadah seperti ini masih dapat kita temukan hingga saat ini. Kegiatan prima gereja adalah Ibadah, sepertinya tidak layak di sebut gereja tanpa ibadah. Ibadah prakteknya tidak selalu dalam gereja karena ibadah dapat juga dilakukan di rumah, di penjara, dan ditempat lain. Tujuan utama hidup manusia adalah memulikan Allah dalam roh dan kebenaran. Roh Kudus yang diam dalam diri manusia memampukan manusia untuk berbuat baik, karena setelah manusia jatuh dalam dosa manusia tidak mampu berbuat baik, manusia dapat berbuat baik hanya karena kuasa Roh Kudus yang ada dalam diri kita. Fli2:13. Sama seperti bola lampu, bulan, bintang, kaca yang dapat memancarkan, memantulkan cahaya jika bola lampu di hubungankan dengan arus listrik dan di on kan, dipantulkan. Demikian juga manusia dapat melakukan perbuatan baik jika manusia terhubung, satu dengan Roh Kudus yang ada dalam diri manusia itu sendiri. Jadi ibadah yang berkenan pada Tuhan adalah; tindakan, perkataan, totalitas manusia yang mencerminkan kasih Kristus kepada sesama kita seperti Allah mengasihi diri kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.194:2. “Aut So Asi Roham”
Mauliate ma di Ho, o Debata ala basaM
Sibahen dalan i, marhite AnakMi, tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin.

KUDUS VS CEMAR


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Yohanes 2:15-17.
Malam : 2 Tesalonika 2:1-12.

03. Renungan: 1 Tesalonika 4:7.
Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus

Dalam dunia ini ada 2 kuasa yang saling berperang yaitu; kuasa terang dan gelap namun Tuhan telah mengalahkan kuasa kegelapan melalui kematian dan kebangkita-Nya Kisah.15:55-57. Hidup benar adalah bukti bahwa kita sudah diselamatkan Allah. Hidup kudus dan hidup cemar sesuatu yang kontras. Paulus menjelaskan hidup cemar merupakan perbuatan daging Galatia 5:19-21, hidup kudus hidup dalam roh Galatia 5:22. Setelah manusia pertama jatuh dalam dosa, natur manusia bersifat daging, karena itu manusia harus bersatu dengan Roh Kudus, seperti pokok dengan ranting, agar manusia hidup kudus Yohanes 15:5. Barang siapa hidup oleh Roh dia telah menyalibkan dagingnya dan membiarkan hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus. Banyak orang Kristen yang tidak bersungguh-sungguh memberikan dirinya dipimpin oleh Roh Kudus. Buah Roh satu buah sembilan rasa, artinya sama seperti sepuluh hukum taurat satu kesatauan yang tidak dapat dipisahkan jika kita melanggar satu dari titah tersebut kita telah melanggar kesepuluhnya, demikian juga buah roh satu buah sembilan rasa. Sama seperti jika kita berkata kita memiliki mobil, harus utuh tidak mungkin orang berkata saya punya mobil pada hal hanya roda atau stir saja, beda dengan jika seseorang berkata saya punya uang Rp 500 juga dapat dikatakan punya uang. 5 triliun juga dapat dikatan punya uang. Demikian buah roh, satu buah sembilan rasa, artinya harus kesembilanya baru dapat disebut buah roh. Apakah kita sudah sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus? Apakah kiita sudah melakukan sembilan buah roh itu dalam hidup kita setiap saat ? Karena Tuhan yang kiita percayai dan sembah itu Tuhan yang baik dan setia yang terus berkarya untuk kebaikan kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.162:1. O Debata, mansai
O Debata mansai balga, huhut dokdok dosangku
Na so adong di tano on, na tau haporusanku.

06. Doa Bapa kami – Amin

FIRMAN TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 22:35-38.
Malam : 2 Tesalonika 1:1-12.

03. Renungan: 1 Petrus 1:25.
“Tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya“ Inilah yang disampaikan Injil kepadamu

Firman Tuhan mengatakan bahwa semua yang hidup adalah seperti rumput, artinya hidup di dunia ini tidak akan bertahan lama, bahkan dapat dikatakan hidup di dunia ini begitu singkat. Segala sesuatu yang dicipta berubah adanya, hanya Sang Pencipta yang tidak berubah. Allah tidak berubah dan yang diciptakan oleh Allah setelah jatuh di dalam dosa menjadi berubah. Mereka meninggalkan Tuhan, menjauhkan diri dari kebenaran, makin lama makin rusak. Itu sebab orang yang bijaksana yang betul-betul mengerti bagaimana seharusnya bertindak, ia tidak berpegang kepada dunia yang semakin rusak, melainkan berpaling untuk berpegang kepada Allah yang tidak berubah.

Sejarah akan membuktikan bahwa semua teori manusia kosong adanya. Semua hasil pemikiran otak manusia yang sudah jatuh didalam dosa tidak sempurna adanya. Semua ideologi, system teori filsafat yang muncul dari pikiran manusia mempunyai celah yang terlalu besar. Hanya firman Tuhan yang kekal, yang tidak pernah bersalah. Alkitab berkata, meski langit dan bumi akan lenyap tapi satu titik pun dari firman Tuhan tidak akan lenyap. Sebab itu Alkitab mengajar orang Kristen untuk berpegang pada prinsip firmanTuhan. Kita mempelajari firman Tuhan bukan untuk membanggakan diri lebih mengerti dari pada orang lain. Tetapi semakin mempelajari firman, semakin merendahkan diri. Semakin mau mencari sari, esensi dan pengertian yang sejati, sehingga kita bisa memegang teguh firman Tuhan yang tidak berubah. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No.470:2. Jesus Ho nampuna au
Sai rajai ma matangki manangkasi dalanMi,
Sai patinggil pinggolhi tumangihon hataMi.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PERTANDINGAN IMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di Muka Tuhan Yesus”
Di Muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus

02. Pembacaan Firman
Pagi : Titus 2:1-10.
Malam : 1 Tesalonika 5:11-25.

03. Renungan: 1 Timotius 6:12.
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

Pengakuan sebagai Kristen tidaklah cukup. Iman harus dibuktikan di tengah perjuangan hidup. Rasul Paulus menggunakan gambaran orang beriman seperti olaragawan yang giat berlatih dan bertanding pada saat itu. Perjalanan kekristenan tak ubahnya pertandingan olahraga lari jarak jauh yang melewati rute berliku-liku. Ada kalanya kita menempuh jalan yang menanjak penuh kerikil dan bebatuan, atau juga menyusuri lembah yang curam dan terjal. Tuhan memanggil kita untuk turut serta dalam pertandingan tersebut bukan hanya sebagai penonton.
Ada perbedaan mencolok antara peserta dan penonton. Penonton paling mahir berkomentar, melontarkan kritikan dan hujatan terhadap peserta lomba karena ia hanya menonton, bukan turut bertanding. Ingatlah bahwa penonton sampai kapan pun tidak pernah berhak mendapatkan medali atau piala; yang berhak menerima adalah peserta pertandingan! Ada hal-hal yang harus diperhatikan saat kita menjadi peserta pertandingan iman: kita harus menanggalkan beban dan dosa. “Karena…marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” (Ibrani 12:1). Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.470:1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au
Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN TAKUT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku. Orang lain Kau hampiri
jangan jalan t’rus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 14:1-12.
Malam : 1 Tesalonika 5:1-10.

03. Renungan: Yesaya 41:10.
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan.

Orang banyak memandang Yesus sebagai inkarnasi dari seorang nabi, ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, Elia dan juga Yeremia. Tetapi Petrus memiliki jawaban yang berbeda, jawaban yang merupakan penantian orang Yahudi yaitu “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Yesus menerima pengakuan Petrus dan membenarkannya. Kepada Petrus dan murid-muridNya telah dinyatakan kunci kerajaan sorga sebagaimana pengakuan mereka bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup.

Inilah hikmat sorgawi yang telah di nyatakan pada kita, bahwa firman Tuhan membawa kita kepada kelepasan dari kuasa dosa. Jika pada kita saat ini di tanya “Siapakah Yesus dalam hidupmu?”, bagaiamana kita mengenal Yesus dalam kehidupan kita? Mungkin kita bisa memberi jawaban yang tepat sebagaimana yang tertulis dalam Injil. Tetapi sudah sejauh mana pengenalan kepada Yesus mempengaruhi kehidupan kita? Tuhan Yesus perbuatan bukan hanya berdasarkan pengetahuan, tetapi pengenalan yang benar-benar kita alami bersama Dia. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami,
Asa digomgomi tondiMi ma hami.

06. Doa Bapa kami – Amin.