Arsip Kategori: Ibadah Minggu

Berkarya Lewat Ucapan Syukur


MINGGU 29 APRIL 2018
(1 Tawarikh 16:7-13)
Semua orang harus mengucap syukur, bahkan langit dan bumi beserta segala ciptaan turut memuji Tuhan. Mengucap syukurlah dengan cara:

1. Memanggil nama-Nya yang Kudus. Ketika kita memanggil seseorang, kita harus menyebut namanya. Begitu juga pada saat kita memanggil nama Tuhan, kita harus menyebut nama-Nya dan fokusnya harus jelas yaitu kepada Tuhan dan Daud mempraktekkan hal ini. Jangan kita fokus kepada hal-hal lain atau kepada orang lain untuk dapat menolong kita atau persoalan kita tetapi fokuslah kepada Allah.

2. Mempercakapkan Segala Perbuatan-Nya (ay-9). Mazmur berkata percakapkanlah perbuatan-
Nya yang ajaib dan kelahiran kita pun adalah sebuah keajaiban dari Tuhan. Sebagai orang Kristen kita harus mempercakapkan tentang perbuatan Tuhan saat kita sakit, atau ketika Tuhan menolong kita dalam keadaan sulit. Dengan demikian, orang lain pun akan merasakan tentang kebaikan Tuhan.

3. Selalu Bermegah Di dalam Tuhan (ay-10). Pada saat kita bangga pada seseorang, kita pasti akan membicarakannya terus menerus. Begitu juga pada saat kita bangga memiliki Tuhan, kita akan membicarakan Tuhan secara terus menerus tanpa rasa takut. Pada saat kita bangga kepada Tuhan, kita sedang mengucap syukur kepada-Nya. Yesaya 45:25 berkata “Tetapi
seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam Tuhan”. Artinya seluruh manusia di muka bumi ini akan bermegah di dalam Tuhan dan kita adalah orang-orang yang ada di dalamnya, yaitu orang-orang pilihan-Nya. Dan kita dapat berkata bahwa bukan karena kuat kita melainkan Allah yang ada dalam hidup kita.

4. Mau Dipimpin Oleh Tuhan (ay-11). Dalam 1 Tawarikh 14:10-14, dikisahkan bahwa Daud sebelum berperang melawan orang Filistin, ia bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan dan Tuhan menjawabnya. Sehingga Daud mengalami kemenangan. Hidup kita juga harus seperti demikian, mencari Tuhan selalu. Orang yang mencari wajah Tuhan adalah ciri orang yang mau dipimpin oleh Tuhan dan Daud melakukannya. Untuk melakukan segala sesuatu, kita perlu bertanya kepada Tuhan. Sebab hanya Tuhan saja yang akan memberikan jawaban pasti kepada kita.

5. Ingatlah akan Tuhan (ay-12). Mengingat artinya tidak lupa dan saat kita mengingat Tuhan, kita tidak lupa akan perbuatan-Nya kepada kita. Jangan lupa akan kebaikan-Nya dan ingatlah atas pertolongan-Nya kepada kita.

Sebab itu marilah kita mengucap syukur kepada Allah sebagai tanda kita berkarya maksimal bagi Dia dalam kehidupan kita sehari-hari lewat memanggil nama Tuhan, memperkenalkan perbuatan-Nya, mempercakapkan segala perbuatan-Nya, mau dipimpin oleh Tuhan, dan ingat akan Tuhan. (Pdt. Rohara Panjaitan)

Minggu Jubilate, 22 April 2018


Minggu Jubilate
Bersorak-sorailah Bagi Allah, Hai Seluruh Bumi (Maz.66:1)

Topik: Bersukacitalah Di Dalam Tuhan
(Marlas Ni Roha Di Bagasan Tuhan i)

Warna Tutup Altar : Putih (Bontar)
Warna kekudusan dan kesempurnaan, lambang kekudusan Tuhan Yesus dan para malaikat

Ev. : 1 Tesalonika 2:13-20
Ep. : Yeremia 31:7-14

PENGHARAPAN


Kata ini dapat memaksudkan kepercayaan, ketergantungan; hasrat yang disertai penantian akan apa yang dihasratkan atau keyakinan bahwa hal itu dapat diperoleh; pribadi yang menjadi tumpuan harapan; alasan penantian yang penuh harap, atau janji; sesuatu yang diharapkan, atau suatu objek harapan. Kata-kata yang diterjemahkan menjadi ”harapan” berasal dari kata kerja dasar Ibrani qa·wahʹ, yang pada dasarnya berarti ”menantikan” dengan penuh kerinduan. (Kej 49:18) Dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen, makna kata Yunani el·pisʹ (harapan) adalah ”Penantian akan sesuatu yang baik”.

Harapan membantu orang Kristen untuk tetap berada dalam jalan hidup yang bersih, sebab ia tahu bahwa Allah dan Kristus, yang menjadi tumpuan harapan itu, murni dan bahwa ia tidak dapat berharap untuk menjadi seperti Allah dan menerima upah jika ia mempraktekkan kenajisan atau ketidakadilbenaran (1Yoh 3:2, 3). Harapan berkaitan erat dengan sifat terbesar, yaitu kasih, sebab orang yang mempunyai kasih sejati kepada Allah juga akan mempunyai harapan akan semua janji Allah. Selain itu, ia akan mengharapkan hal terbaik bagi saudara-saudara seimannya, mengasihi mereka serta mempercayai ketulusan hati mereka dalam Kristus (1Kor 13:4, 7; 1Tes 2:19).