Arsip Kategori: Ibadah Minggu

Tata Ibadah Arisan, disadur dari Buku Ibadah Harian bulan Juli – Agustus 2018


1. Bernyanyi KJ No.3:1+4. “Kami puji dengan riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap
Mari kita pun memuji dengan suara menggegap
Menyanyikan kuasa kasih yang teguh serta tetap
Kita maju dan bernyanyi jaya walau diserang
Ikut mengagungkan kasih dalam lagu pemenang

2. Votum dan Doa ( L = Liturgis & J = Jemaat )
L. Di dalam Nama Allah Bapa dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi, amin. Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.
J. Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
L. Sebab inilah barita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi.
J. Ingatlah bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus.
L. Segala tulisan yang di-ilhamkan oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
J. Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.
L. Haleluya, Marilah kita berdoa! Ya Tuhan Allah Bapa yang Maha Kuasa! Hanya karena kasih-Mu kami sekarang dapat berkumpul dan berdoa kepada-Mu. Dalam firman-Mu engkau berjanji bahwa dimana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Mu di situ Engkau ada di tengah-tengah mereka. Ya Tuhan, genapilah janji-Mu, dalam kehidupan kami. Berkatilah kami, supaya kami bertumbuh didalam kebenaran firman-Mu. Berilah pengetahuan dan hikmat serta pengharapan didalam Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami, amin.

3. Bernyanyi KJ No. 10:1+5. “Pujilah Tuhan Sang Raja”
Pujilah Tuhan Sang Raja yang Maha Mulia
Segenap hati dan jiwaku pujilah Dia
Datang berkaum, b’rilah musikmu bergaung
Angkatlah puji-pujian
Pujilah Tuhan hai jiwaku mari bernyanyi
Semua makhluk bernafas, iringilah kami
Puji terus, Nama yang Maha Kudus. Padukan suaramu, amin.

4. Epistel : Amsal 3:3-7, 11. (Responsoria)
L. Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!
J. Kalungkanlah itu pada lehermu, dan tuliskanlah itu pada loh hatimu.
L. Maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.
J. Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri.
L. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka ia akan meluruskan jalanmu.
J. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan.
L. Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan Tuhan, dan janganlah engkau bosan akan peringatanNya. Demikianlah firman Tuhan, Berbahagialah orang yang mendengar firman Tuhan serta memeliharanya.
J. Amin.

5. Bernyanyi KJ No. 393:1 “Tuhan Betapa Banyaknya”
Tuhan, betapa banyaknya berkat yang Kau beri,
Teristimewa rahmat-Mu dan hidup abadi.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi

6. Doa Syafaat

7. Bernyanyi KJ No. 356:1. “Tinggallah Dalam Yesus”
Tinggallah dalam Yesus, jadilah murid-Nya
B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya
Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya
Dialah pokok yang benar, kitalah rantingnya

8. Renungan.

9. Bernyanyi KJ No. 424:1 … “Yesus Menginginkan Daku” (Persembahan)
Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya
Dimana pun ‘ku berada ‘ku mengenangkanNya
Bersinar, bersinar, itulah kehendak Yesus
Bersinar, bersinar, aku bersinar terus
Yesus menginginkan daku menolong orang lain
Manis dan sopan selalu ketika ku bermain.
Bersinar, bersinar, itulah kehendak Yesus…….

10. Doa Penutup dan Berkat.

Dua Mimbar Gambaran Salib


Dalam sebuah ibadah selalu ada dua pemberitaan utama, yaitu pemberitaan Surgawi dan pemberitaan Duniawi. Sebab keduanya satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisah. Marilah kita melihat susunan ibadah! Susunan ibadah HKBP terdiri atas dua bahagian. Bahagian keimaman dan bahagian Pemberitaan. Dari Votum sampai dengan menyatakan iman adalah bahagian dari keimaman di mana seluruh umat datang kepada Allah melalui Liturgis (paragenda), setelah itu masuklah ibadah kepada pemberitaan. Pemberitaan ini sendiri terdiri atas dua bahagian, yaitu: Pemberitaan Peristiwa dalam gereja dan lingkungan (disebut dengan warta atau Pemberitaan Dunia) dan Pemberitaan Surgawi yaitu kabar baik yang datang dari Allah (disebut dengan khotbah). Itulah sebabnya dalam kedua pemberitaan tersebut terdapat respon seluruh jemaat untuk berbuat dalam bentuk “pengumpulan persembahan”.

Dalam istilah gerejawi mimbar warta disebut dengan Lectern. Lectern artinya adalah tempat pembacaan. Karena itulah Epistel (yang dahulunya hanya terbatas pada surat-surat rasul) masuk ke dalam kategori berita dunia. Mimbar khotbah disebut dengan Pulpit. Kata pulpit sendiri memiliki arti “naik ke atas” atau dapat juga disebut dengan “mimbar”. Itu sebabnya pada pulpitlah diberitakan “berita surgawi”. Dari kedua hal ini kita melihat makna salib yang sesungguhnya, yaitu berita surgawi (dari atas ke bawah) dan berita lingkungan (dari kiri ke kanan). Dan semua itu adalah satu kesatuan yang utuh. Seperti salib yang tidak dapat dipisah antara fertikal dan horizontal, demikian juga dalam ibadah, tidak dapat dipisah antara mengasihi Allah dan mengasihi sesama.

Minggu Sesudah Trinitatis, 24 Juni 2018


Minggu Sesudah Trinitatis
Ketritunggalan Tuhan

Tema: Allah Berkuasa Atas Seluruh Ciptaan-Nya
(Huaso ni Debata Maradophon Saluhut Na Tinompa)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na Ratarata)
Warna kehidupan dan pertumbuhan. Lambang perilaku kehidupan orang Kristen yang telah penebusan dan keselamatan dari Tuhan Allah.

Ev. : Mazmur 104:19-30
Ep. : Kolose 1:15-23

Minggu Trinitatis, 27 Mei 2018


Minggu Trinitatis
Ketritunggalan Tuhan

Tema: Menjadi Manusia Baru di dalam Tuhan
(Gabe Jolma na Imbaru di bagasan Tuhan i)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na Ratarata)
Warna kehidupan dan pertumbuhan. Lambang perilaku kehidupan orang Kristen yang telah penebusan dan keselamatan dari Tuhan Allah.

Ev. : Yehezkiel 36:25-28
Ep. : Yohanes 3:1-8

Trinitatis
Theologia Trinitatis ini adalah paham yang paling banyak diserang oleh agama lain terhadap Kekristenan. Uniknya Kristen memahami dengan baik mengenai Trinitatis ini, namun sulit untuk menjelaskan, tidak heran jika pemahaman mengenai Trinitatis ini tidak dapat diterima secara logika. Tetapi itulah hakekat Tuhan kita. Ulangan 6:4 berkata: “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!” Lalu dari manakah Tritunggal ini? Dari Kejadian kita mengetahui bahwa Tuhan adalah Roh (sifat 1), lalu Ia berfirman (sifat 2) untuk menciptakan segala sesuatunya, dan Firman itu menjadi manusia (sifat 3) itulah yang dikatakan Yohanes 1:14. Tetapi semuanya itu adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebab sejak awal, Allah telah menjadikan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Gambar dan rupa yang dimaksud bukanlah wajah, tetapi eksistensi manusia yang sesungguhnya serupa dengan Allah-Imago Dei (Citra Allah). Citra Allah yang memiliki logos/Firman (logika-Ilmu), citra Allah yang memiliki Roh (dapat hidup dan bergerak) dan Citra Allah yang memiliki daging (berbentuk secara fisik), dalam citra Allah inilah manusia menjadi satu kesatuan yang utuh, yang berkehendak (berfikir logika) yang hidup (bergerak) dan yang berkarya (dapat menjadikan sesuatu sebab memiliki fisik). Inilah tiga citra yang menyatu di dalam satu manusia utuh yang disebut dengan Imago Dei.