Arsip Kategori: Ibadah Harian

Hidup Adalah Ibadah


BERNYANYI BE. 470:1. Jesus Ho Nampuna Au
Jesus Ho nampuna au,
dohot na adong di au.
Gogo dohot hosangki
Sahat ma tu tanganMi

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Galatia 5:16-21
Malam: Yohanes 8:12-16

RENUNGAN
Latihlah dirimu beribadah.
1 Timotius 4:7b

Hidup Adalah Ibadah
Rasul Paulus menegaskan pada Timotius agar “latihlah dirimu beribadah” (ay-7b). Kata “latih” berasal dari kata “gumnazo” (dari kata inilah gym digunakan). Kata ini memiliki kesamaan arti dengan kedisiplinan yang dimiliki oleh seorang atlit. Itu berarti, seorang anak Tuhan haruslah memiliki disiplin rohani yang baik. Ia harus melakukan hal-hal yang mendukung pertumbuhan rohaninya, tapi harus membuang hal-hal yang bisa menghalangi pertumbuhan imannya. Berdasarkan konteks ayat ini, maka kita melihat bahwa kita harus “terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kau ikuti selama ini.” Ini berarti kita harus memiliki komitmen untuk mempelajari firman Tuhan dengan baik. Paulus juga mengingatkan bahwa disiplin ini akan membawa keuntungan bagi kehidupan kita, “ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” Jika latihan badani membawa keuntungan bagi fisik kita, maka latihan rohani juga akan membawa keuntungan bagi kerohanian kita. Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibr 11:6c). Apakah kita sudah melatih diri untuk tekun beribadah? ”Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibr 10:25). Orang Kristen mengenal berdoa adalah nafas hidup orang percaya. Tetapi apakah sudah semua orang yang percaya bernafas di dalam Tuhan? Baiklah kita masing-masing memeriksa kehidupan kita, apakah ibadah telah menjadi prioritas dalam praktek hidup kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-26:1 Mampirlah Dengar Doaku
Mampirlah dengar doaku Yesus penebus. Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus. Yesus Tuhan, dengar doaku
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Pengajaran Yang Berbuah Kebahagiaan


BERNYANYI BE. 730:1. Sai Patau Ma au Tuhan
Sai patau ma diringku ale Tuhan
Papatarhon hinauliMi Tuhan
Suru ma TondiMi, saor tu rohangki
Lao pa patar holongMu tu donganki

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Amsal 8:12-17
Malam: 1 Timotius 6:14-19

RENUNGAN
Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya.
Amsal 3:12a

Pengajaran Yang Berbuah Kebahagiaan
Tuhan Yesus sering memberikan pengajaran tentang: Kerajaan Allah, Pertobatan, Kasih, kekudusan hidup, kerendahan hati, Doa, Iman, Pengampunan, Pemberitaan Injil dan akhir zaman. Tuhan Yesus sering dalam mengajar murid-murid-Nya melalui perumpamaan dengan maksud supaya lebih mudah untuk dipahami. Pengajaran Tuhan adalah kudus, mulia di mana tidak ada satupun yang tidak mengandung makna, yang tidak memiliki tujuan.

Belajar adalah suatu proses untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Berbagai cara Tuhan memberi pengajaran terhadap manusia. Salah satu ialah pengajaran melalui suatu penderitaan. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa penderitaan yang terjadi, bukan saja dalam kedaulatan Allah tetapi itu terjadi dalam kasihNya. Allah ingin agar umat-Nya menikmati hidup daripada-Nya. Salah contoh yang bisa kita baca dalam kisah kehidupan Ayub yang sangat menderita. Seorang pernah mengatakan bahwa nelayan yang baik tidak pernah dihasilkan dari pelayaran tanpa ombak dan badai. Demikian halnya orang Kristen yang dewasa tidak pernah dihasilkan dari kehidupan tanpa kesulitan, tantangan dan masalah. Penderitaan yang kita alami merupakan suatu pelajaran dan sebagai ujian yang apabila kita berserah kepada Tuhan Jesus untuk memberikan jalan keluar bagi kita sehingga kita akan menang. Demikianlah kenyataan yang dialami oleh Tuhan Yesus yang mengakhiri hidup-Nya di kayu salib, yang mati dan dikuburkan, bangkit di antara orang mati lalu naik ke sorga duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-29:4 Di Muka Tuhan Yesus
Di muka Tuhan Yesus, kudapat kasih sayang-Nya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tuhan Sumber Kehidupan


BERNYANYI BE. 24:1. Tatap Hami On
Tatap hami on na pungu di son;
Ai na naeng pujionnami
denggan ni basaM di hami.
Tatap hami on na pungu di son.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Raja-raja 4:42-44
Malam: Matius 14:13-21

RENUNGAN
Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram.
Imamat 25:19

Tuhan Sumber Kehidupan
Walalupun Allah telah memberikan mandat kepada manusia untuk berkuasa atas bumi dan isinya sebagai wakil Allah (Kej. 1:27-28), tetapi tanah tetap saja adalah milik Allah (Im. 25:23). Bagaimana umat memperlakukan tanah menunjukkan sikap umat terhadap Sang Pemilik Tanah (Ay-17). Bahkan dalam hal jual beli tanah pun (ay.14-17), umat dituntut untuk bertindak adil kepada orang lain, semata karena Tuhan adalah Allah mereka. Pemberian hukum atau ketetapan tentang jual beli tanah keluarga yang diberikan Tuhan kepada Israel, hendak mengatur jaminan pemeliharaan TUHAN baik kepada penjual maupun pembeli. Tuhan adalah penjamin kehidupan si pembeli yang tidak mengambil untung dari penjual yang terpaksa menjual tanah pusakanya. Di saat bersamaan, Tuhan itu juga menjamin kehidupan si penjual dengan memperoleh harga yang tepat dari si pembeli dan jaminan pembebasan tanah tersebut pada perayaan tahun Yobel.

Kekuatiran kita tentang kemiskinan dan penderitaan sering kali membuat kita serakah dan melupakan tanggungjawab untuk bertindak dengan kasih kepada orang lain. Kadang kita menahan dan merampas hak orang-orang lemah di sekitar kita, atau yang bekerja dengan kita. Saat seperti itu, kita sedang menjadi orang yang ragu bahwa Tuhan selalu mencukupkan kehidupan kita. Jadilah orang yang peduli hak sesama untuk hidup sejahtera, sebab Tuhan selalu memperhatikan, peduli dan menjamin kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-350:1-2 O Berkati Kami
O Berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmat-Mu, oleh sinar wajah-Mu
Wajah-Mu kiranya, ramah bercahaya
Pada kami b’rikanlah, damai dan sejahtera.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Buah Pertobatan


BERNYANYI BE. 369:1. Na marhahangi hita sasude
Na marhahaanggi, hita sasude. Ndang mardia imbar manang ise pe. Asing be hatanta, nang luat ta pe. Sada do Amanta i taingot be.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Ratapan 3:22-23
Malam: Lukas 1:45-50

RENUNGAN
Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.
Yesaya 1:19

Buah Pertobatan
Hidup gagal dan menderita dituding karena tidak mendengar Tuhan. Tetapi kehidupan bergaul dengan Tuhan ditandai dengan penyerahan diri artinya setiap hari selalu belajar Firman Tuhan dan berdoa secara sungguh-sungguh, kemudian setia melakukan perintah Tuhan tiap hari. Murka Allah akibat dosa dipicu oleh ketidaktaatan pada perintah Tuhan seperti sikap tegar tengguk, sombong, egois, dan tidak mau diatur Tuhan. Nas hari ini menyuarakan bagaimana Nabi Yesaya diutus Tuhan berbicara pada Bangsa Israel yang pada masa itu digerogoti kemerosotan moral, hidup meninggalkan Tuhan, menyembah berhala, berontak, berlaku tidak adil, menindas hak orang lemah dan janda miskin. Untuk hal itulah Tuhan berkata agar Bangsa yang jahat itu bertobat, menuruti dan mendengar Tuhan. Saat itulah Tuhan menanti pertobatan, bukan persembahan atau pengorbanan materi dari umat-Nya.

Bagaimana kehidupan kita saat ini? Sudahkah mengutamakan Tuhan, atau justru meninggalkan atau menomorduakan Tuhan? Hendaklah kita hati-hati pada abad, karena tidak jarang orang meninggalkan Tuhan akibat nafsu roh zaman, roh jahat, materialisme, mempertuhan harta atau jabatan serta fasilitas, sehingga ibadah dan penyembahan serta ketaatan pada Allah Tritunggal dikorbankan. Sebagai keluarga atau pribadi, kita diingatkan agar taat mendengar dan setia menuruti Tuhan. Hari ini kita dipanggil dan diajak untuk mengembangkan kualitas kerohanian kita melalui pertobatan dari dosa dan berjuang hidup berkenan bagi Tuhan. Kiranya hidup kita makin memberikan buah pertobatan sejati.Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-419:1 “Yesus Pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Hidup Sebagai Anak-Anak Terang


BERNYANYI BE. 122:1. Ida Hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i. Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 69:20-33
Malam: Ibrani 11:1-6

RENUNGAN
Karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.
Efesus 5:9

Hidup Sebagai Anak-Anak Terang
Terang menurut Alkitab merupakan metafora yang mengandung berbagai makna antara lain: gambaran dari karakter Allah sendiri, gambaran dari kebaikan, kebenaran dan keadilan, gambaran dari kekudusan Allah yang digunakan khusus untuk Kristus kemudian diturunkan kepada orang-orang percaya dan mereka bersaksi bagi Dia melalui kekudusan kehidupan mereka dan pemberitaan Injil, gambaran untuk sesuatu yang tersingkap. Rasul Paulus dalam Efesus 5:8 – 9 mengatakan “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran”.

Nas hari ini menjelaskan kepada kita bahwa terang tidak dapat bersatu dengan kegelapan. Ketika terang datang, kegelapan akan sirna karena terang akan meningkatkan segala sesuatu yang tertutup oleh kegelapan. Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk melenyapkan kegelapan adalah dengan mendatangkan terang. Yesus Kristus adalah terang dunia, siapa saja yang beriman kepada Kristus akan menjadi terang dan dipanggil untuk hidup dalam terang. Karakter terang akan nyata melalui kebaikan, keadilan, dan kebenaran yang muncul sebagai buahnya. Hidup sebagai anak terang juga berarti selalu mencari apa yang berkenaan bagi Tuhan yang telah menganugerahkan keselamatan. Hidup sebagai anak terang adalah panggilan utama kita sebagai pengikut Kristus. Bangunlah dan biarkanlah cahaya Kristus menyala di dalam dan melalui hidup kita. Mari kita pancarkan terang Kristus itu kepada orang-orang di sekitar kita.

BERDOA

BERNYANYI KJ-235:1 Kudengar Berkat-Mu Turun
Ku dengar berkat-Mu turun bagai hujan yang lebat,
menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat. Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Berjalan Dalam Terang


BERNYANYI BE. 115:1 Tuhan Debata
Tuhan Debata, sai ramoti ma
Daging dohot tondinami, ido pangidoannami
Sai pahipas be, hami on sude

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 85:1-7
Malam: Lukas 15:10-24

RENUNGAN
Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa.
Efesus 5:11a

Berjalan Dalam Terang
Paulus ingin berkata kepada jemaat di Efesus bahwa mereka yang sekarang berbeda dengan mereka yang dahulu. Sejak mereka percaya kepada Yesus Kristus keadaan mereka benar-benar berubah. Manusia yang hidup dalam kegelapan mereka pasti sudah jauh meninggalkan Tuhan. Sebaliknya jika kita tetap tinggal di dalam Tuhan kegelapan tak akan menguasai hidup kita. Ada tertulis: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” (Yoh 1:4-5). Ketika kita berada di dalam situasi yang gelap, mungkin karena listrik padam dan sebagainya, kita pasti akan mengalami kepanikan dan kita akan berusaha untuk mencari lampu, senter atau lilin; kita tidak membutuhkan barang-barang berharga lainnya. Demikian juga apabila saat ini hati kita sedang mengalami kegelapan, segeralah undang Tuhan Yesus yang adalah Terang dunia itu masuk ke dalam hati kita, maka kegelapan pasti akan lenyap.

Sebagai anak-anak Tuhan kita telah dipanggil dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Dikatakan, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang” (Ef. 5:8). Setelah kita memiliki ‘Terang’ itu maka kita harus benar-benar berpisah dengan gelap. Jangan lagi hidup dalam kegelapan, tetapi kita harus berjalan di dalam terang Tuhan, “karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,” (Ef. 5:9).

BERDOA

BERNYANYI KJ-401:1 Makin Dekat Tuhan
Makin dekat, Tuhan, kepada-Mu;
walaupun saliblah mengangkatku,
inilah laguku: Dekat kepada-Mu;
makin dekat, Tuhan, kepada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Pergi Dan Berbuah


BERNYANYI BE 14:1 “Puji hamu Jahowa tutu”
Puji hamu Jahowa tutu,
Pardenggan-basa, parasi roha salelengna i,
Pardenggan-basa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 1:1-6
Malam: 1 Yohanes 5:14-21

RENUNGAN
Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Yohanes 15:16b

Pergi Dan Berbuah
Dalam perumpamaan penabur, Yesus berbicara tentang empat kategori orang yang mendengar Firman. Kategori kedua dan ketiga adalah mereka yang tidak berbuah, dan kategori terakhir, yang mendapatkan pujian adalah mereka yang “mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat” (Mat. 13:23). Allah Bapa bersukacita apabila anak-anak-Nya menghasilkan buah. Perhatikan bagaimana Ia memberikan perawatan khusus dengan cara memangkas dan membersihkan ranting-ranting yang berbuah sehingga mereka lebih banyak lagi berbuah! Allah Bapa tidak menginginkan ranting-ranting anggur biasa. Dia menginginkan ranting-ranting yang berbuah lebat, ranting-ranting yang berbuah selebat dan semaksimal mungkin. Hari ini banyak orang kristiani yang senang duduk bersantai dalam pertemuan-pertemuan, menunggu orang lain untuk “menjadi pelaksana” bagi mereka; menunggu seseorang yang “profesional” karena mereka menganggap diri mereka bukan “profesional”. Tetapi, Petrus dan murid-murid yang lain — yang kebanyakan adalah nelayan, sama sekali bukan para “profesional”. Mereka bukan sarjana, Satu-satunya kemampuan yang mereka miliki adalah dalam hal menangkap ikan! Ada pula orang-orang kristiani yang mengaku percaya, namun tidak menunjukkan adanya perubahan hidup. Kehidupan kristiani tanpa berbuah, sama sekali bukan kehidupan seorang Kristen. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ- 4:1 Hai Mari Sembah
Hai mari sembah Yang Maha besar, nyanyikan syukur dengan bergemar. Perisai umat-Nya, Yang Maha esa,
Mulia nama-Nya, takhta-Nya megah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin