Arsip Kategori: Ibadah Harian

SUKACITA ORANG YANG MENCARI TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 355:1. “Yesus memanggil”
Yesus memanggil, “Mari seg’ra!” Ikutlah jalan s’lamat baka;
jangan sesat dengar sabdaNya, “Hai marilah seg’ra!”
Sungguh, nanti kita ‘kan senang, bebas dosa, hati pun tent’ram
bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.

Pembacaan Firman
Pagi : Yeremia 15:10-17.
Malam : Mazmur 147:1-7.

Renungan: Mazmur 40:17.

Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: “Tuhan itu besar!”

Dalam sejarah hidupnya Pemazmur menyimpulkan kebesaran Tuhan atas umatNya sungguh nyata. Mereka benar-benar merasakan campur tangan Tuhan. Itulah sebabnya mereka dapat bergembira dan bersukacita. Mazmur ini juga memaknai bahwa perjalanan Israel adalah mencari Tuhan. Tuhan telah berfirman untuk keluar dari Mesir dan berjalan ke negeri yang dijanjikan Tuhan kepada leluhur mereka: tanah subur, penuh susu dan madu. Mereka berjalan seturut dengan kehendak Tuhan: capek, letih lesu dan melelahkan, tak jarang umat itu mengeluh bahkan bersungut-sungut. Tantangan setiap detik mengancam baik oleh alam, baik oleh bangsa sekitar dan kebutuhan yang ingin sana-sini seluruh dinamika yang luar biasa mereka lalui dengan penuh ketegangan. Namun lihatlah sekalipun dinamika perjalanan yang melelahkan mereka akhirnya menemukan suka cita. Kadang mereka takut dan gentar atas musuh-musuh sekitar, namun Tuhan selalu melindungi umatNya. Perjalanan mereka tidak sia-sia, pencarian mereka tidak hampa namun mereka penuh dengan suka cita karena mereka sampai di tanah Kanaan, mewarisi janji Tuhan: tanah yang dijanjikan sejak leluhur mereka. Berbahagialah orang yang mencari Tuhan karena mereka menemukan apa yang mereka cari, mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Inilah janji Tuhan yang indah bagi kita menambah semangat untuk senantiasa berpengharapan padaNya. Carilah Tuhan selama Ia berkenan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, di son managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN TAKUT, TENANGKAN HATIMU!


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, kar’na setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu

Pembacaan Firman
Pagi : Filipi 3:1-11.
Malam : Roma 3:1-8.

Renungan: Kejadian 50:21.

Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga. Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Dalam nas ini, kita diajak untuk yakin dan percaya betapa Tuhan sangat peduli dan perhatian terhadap keluarga kita. Seperti pengakuan raja Daud, “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” (Mzm 23:1). Kata ‘takkan kekurangan aku‘ berarti tak hanya dipelihara, tetapi Tuhan memenuhi dan mencukupkan segala keperluan kita. Adapun bukti terbesar pemeliharaan, perhatian dan kepedulian Allah kepada kita adalah pengorbanan melalui PuteraNya, Yesus Kristus. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16). Tidak ada yang harus kita kuatirkan! Tuhan Yesus berkata, “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” (Mat 6:25). Burung-burung di udara saja Tuhan pelihara, bunga bakung di ladang didandaniNya begitu indah, tidakkah Ia akan memelihara dan mendandani kita begitu rupa? Bapa di sorga tahu benar apa yang kita butuhkan. Asal kita mengutamakan Tuhan, “semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Stres, tentunya merupakan salah satu masalah utama pada zaman kita sekarang ini. Media dan para dokter sangat sering membicarakan tentang hal ini, Tetapi di samping itu kita harus lebih yakin kepada Tuhan sebab Pertolongan Tuhan tak terselami oleh pikiran atau logika kita. Percayalah pada Tuhan. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 227:1. Jesus ngolu ni tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki
Gok di Ho nama diringku, ro di nasa langkaki.

Doa Bapa kami – Amin.

TEGURAN BERMUATAN KASIH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh
Sempurnakan persatuan didalam Tuhanmu
Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 50:4-11
Malam : 2 Timotius 4:1-8.

Renungan: Yeremia 2:19.

Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan Tuhan, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan Allah semesta alam.”
Yeremia diutus Tuhan untuk menegur umat Israel yang telah berpaling kepada allah lain. Ia dibenci oleh raja karena ia dengan terang-terangan mengecam dan menelanjangi dosa-dosa umat Israel. Walau nyawanya terancam dan jiwanya tertekan, ia tidak menyerah, tetapi Ia tetap menyampaikan firman Tuhan. Ia mencucurkan air mata, berduka karena kejahatan umatNya. Akhir-akhir ini banyak faktor yang mengakibatkan seseorang tidak lagi setia kepada Tuhan, bahkan ada yang meninggalkan Tuhan dan secara terang-terangan, dan telah menjual imannya. Salah satunya adalah karena masalah ekonomi, jabatan dan cinta. Karena sudah memiliki jabatan yang tinggi dan bergelimangan harta, seseorang tidak lagi mengutamakan perkara-perkara rohani dan lebih mencintai jabatan dan hartanya itu daripada Tuhan. Nas ini sangat jelas menyatakan bahwa umat Tuhan sudah lupa diri; karena merasa sudah sejatera. Karena sudah merasa kuat, kaya, dan berkuasa ia pun meninggalkan Tuhan. Sebaiknya orang Kristen harus lebih mencintai Tuhan dari dunia ini, karena Dialah sumber kehidupan. Mencintai dunia berarti mencintai segala sesuatu yang duniawi yang meliputi: keinginan daging, keinginan mata dan juga keangkuhan hidup (1 Yoh 2:16). Arahkanlah hatimu kepada Abaraham hamba Allah yang setia itu! Ia lebih mencintai Tuhan diatas segalanya. Ia setia dan lebih takut kepada Tuhan bahkan mempersembahkan hidup dan keluarganya untuk Tuhan, Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 361:1. Na denggan situtu
Na denggan situtu do mamuji Debata, Jahowa natumimbo
na sai tongtong basa. Denggan do paboahon, manogot asiMi.
Bodari mangendehon burjuM nang sintongMi.

Doa Bapa kami – Amin.

ALLAH PERISAIMU, JANGAN TAKUT!


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. 247:1. “Sunguh Kerajaan Allah di bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi Kepala
Ia menang g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala.

Pembacaan Firman
Pagi : Matius 28:19-20.
Malam : Yohanes 12:15-19.

Renungan: Kejadian 15:1.

Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan: “janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.

Setelah sekian lama hidup dekat dengan Tuhan, Abram kembali menerima penguatan dari Tuhan, “Janganlah takut Akulah perisaimu, upahmu akan sangat besar”. Kini, Abram menyingkirkan segala ketakutan dan hanya mengandalkan Tuhan. Pada masa-masa sulit Abram percaya bahwa janji Tuhan pasti digenapi, yakni bahwa ia dan keturunannya akan menjadi bangsa yang besar yang tak terhitung banyaknya. Abraham tidak hanya mengalami berkat-berkat rohani dari Tuhan, tapi juga diberkati dengan berkat jasmani (harta) yang melimpah oleh karena ketaatannya. Apa yang dialami oleh Abraham ini dapat pula kita alami. Tertulis: “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Gal. 3:29). Jadi, jangan cemas jika kita pun punya rasa khawatir! kita tidak perlu berpura-pura tidak merasa khawatir. Jika kita terganggu oleh kekhawatiran, akuilah perasaan itu. Lalu bagikan kekhawatiran yang muncul dengan seorang kawan yang dapat kita percayai. Dan yang terpenting, bicarakanlah kekhawatiranmu dengan Sahabat yang penuh kasih, yaitu Yesus Kristus. Dia mengetahui setiap pikiran dan perasaanmu (Mzm 139:4). Dengan penuh kasih Dia akan berkata kepadamu, “Janganlah takut” (Lukas 12:32). Mintalah kasih karunia-Nya untuk menolong kita mengatasi segala ketakutan dan kekhawatiran. Kemudian “nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!” Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 123:1. Ale dongan na saroha
Ale dongan na saroha, manjalahi dame i. Dompak Jesus tapasada,
holong ni rohanta i. Ai Ibana du Ulunta, hita do ruasNa i
Tuhan Jesus do Gurunta, hita siseanNa i.

Doa Bapa kami – Amin.

BERDOA DAN BERJAGA-JAGA


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 240a:1. “Datanglah ya sumber rahmat”
Datanglah ya sumber rahmat, selaraskan hatiku
Menyanyikan kasih selamat yang tak kunjung berhenti
Ajar aku madah indah, gita balai sorgamu
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.

Pembacaan Firman
Pagi : Markus 13:33-37.
Malam : Lukas 21:34-38.

Renungan: Matius 26:41a

Berjaga-jagalah dan berdoalah
Yesus tahu bahwa para murid ini rentan akan godaan, Dia tahu betapa lemahnya daging mereka sehingga lewat daging itu mereka akan terus menerus dikalahkan jika mereka tidak terus berusaha untuk menguatkan roh mereka melalui doa. Ini adalah peringatan yang berlaku bukan saja kepada para murid di masa itu, tapi terlebih kepada kita semua di hari-hari ini. Betapa banyaknya godaan yang menyerang kita yang rentan ini dari berbagai sisi. Media massa, hiburan, pertemanan, lingkungan, gaya hidup dan lain-lain, semua itu bisa dengan mudah membawa berbagai godaan yang siap untuk menjatuhkan kita lagi dan lagi, terus menerus. Berbagai aspek kehidupan ini seringkali tidak bisa dipisahkan dari kita, sehingga semakin besar pula resiko kita untuk kembali jatuh meski kita sudah membulatkan tekad secara sungguh-sungguh untuk berubah. Kita harus berhati-hati, harus waspada, karena daging sebenarnya sangat lemah atau rentan terhadap godaan. Terlebih karena keinginan daging justru bisa memikat kita lebih daripada roh. Ketika roh kita kalah dibandingkan daging, maka berbagai hal jahat pun berpotensi menghancurkan kita.

Bagaimana caranya agar kita mampu mengatasi godaan-godaan dari kedagingan ini? Dari ayat ini kita bisa membaca bahwa metode yang diberikan Yesus adalah: “berjaga-jagalah dan berdoalah.” Jangan hanya serius pada satu hal tapi mengabaikan yang lain, jangan cuma rajin berdoa tapi lengah berjaga-jaga, jangan pula tekun berjaga-jaga tapi jarang berdoa. Bukan salah satu tetapi dilakukan bersama-sama. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

Doa Bapa kami – Amin.

KUASA DOA


Saat Teduh …………..

Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

Pembacaan Firman
Pagi : 1 Samuel 2:1-10.
Malam : Matius 6:5-14.

Renungan: Matius 7:7.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Bukan tanpa alasan apabila teks hari ini merupakan salah satu favorit bagi banyak orang Kristen dalam hal berdoa. Karena disebut disini bagi siapa yang meminta akan manerima. Siapa yang mencari akan mendapatkan. Siapa yang mengetuk akan mendapat pintu terbuka baginya. Salah satu yang tidak bisa dilupakan orang percaya adalah kebiasaan untuk berdoa. Hal inilah yang diajarkan oleh Yesus mengajak orang percaya agar tekun berdoa. Kita harus tekun berdoa janganlah hanya saat-saat tertentu saja, waktu ada kepentingan kita, atau saat kita menderita, tetapi dalam keadaan apapun situasi kehidupan kita harus setia untuk terus berdoa. Memang kita tidak cukup hanya berdoa saja, tetapi harus melakukan usaha, bahwa dengan mencari kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan, karena jika kita hanya meminta saja tanpa mencari maka itu akan menjadi sia-sia. Seperti kita yang menginginkan suatu pekerjaan apakah kita hanya berdoa untuk meminta? Tentu tidak karena hanya mengandalkan doa saja kita tidak akan mendapatkan pekerjaan tetapi harus ada usaha. Karena setiap orang yang berusaha mencari akan mendapat, sambil berdoa. Memang kita tidak bisa memaksa Allah untuk mengabulkan segala permintaan kita, sebaliknya Allahlah yang mengabulkan doa kita dengan kasihNya, karena Allah mengetahui apa yang paling penting dalam kebutuhan kita sehari-hari. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 127:1. Lam gogo
Lam gogo, lam gogo, lam gogo mardalan ho
Sion tu banua ginjang, nang satongkin unang so.
Palitom baen marsinondang.
Di na tiur i mardalan ho. Lam gogo, lam gogo.

Doa Bapa kami – Amin.

BERSUKACITA DALAM PENGHARAPAN


Saat Teduh ………..

Nyanyian KJ. No. 222b : 1 . “Agungkan kuasa namaNya”
Agungkan kuasa namaNya malaikat bersujud
Nobatkan Raja Mulia, dan puji, puji, Puji Yesus Tuhanmu.

Pembacaan Firman:
Pagi : Mazmur 60:3-14.
Malam : Ibrani 9:1-14.

Renungan: Roma 12:12.

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.

Sukacita menjadi bagian penting dalam hidup orang percaya. Paulus mengajarkan untuk tetap bersukacita sekalipun dalam penderitaan. Menurut penelitian, jika orang gampang marah, cemas, takut, tertekan, maka otaknya segera mengeluarkan noradrenalin, yaitu hormon yang sangat beracun, yang dapat membuatnya mudah sakit dan cepat tua. Sebaliknya, jika seseorang menghadapi segala sesuatu dengan bersikap positif, otaknya akan mengeluarkan hormon betaendorfin, yang memperkuat daya tahan tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuaan, menurunkan agresivitas dalam hubungannya dengan sesama, meningkatkan semangat, daya tahan dan kreativitas diri. Jadi Tuhan tahu bagian mana dari diri manusia yang harus dikembangkan, itulah sebabnya Dia mengajak kita untuk bersukacita di segala keadaan. Sabarlah dalam kesesakan! Kesabaran adalah pelajaran bagi kita seumur hidup, artinya tidak mendahului Tuhan, tapi menyerahkan sepenuh pada Tuhan sambil menanti pertolonganNya. Dalam Ratapan 3:26, “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.” Kesabaran kita dalam kesesakan /kesukaran akan membawa kita untuk tetap setia dan mengasihi Tuhan. Pada saat kita menantikan Allah, kita harus mengerti bahwa Allah tidak langsung mengabulkan apa yang kita harapkan. Nantikanlah pertolongan Tuhan dengan penuh kesabaran. Bertekunlah dalam doa! Berdoa artinya menunjukkan ketidakmampuan kita dan membiarkan Tuhan bekerja dalam hidup kita. Jadi, tugas kita dalah bekerja dan melakukan firmanNya, Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni angka na saroha i,
Parpambaenan na burju, nang hataNa pe tutu

Doa Bapa kami – Amin.