Arsip Kategori: Ibadah Harian

PERCAYA DAN TIDAK BERPALING


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 240a:1. “Datanglah ya sumber rahmat”
Datanglah ya sumber rahmat selaraskan hatiku.
Menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti.
Ajar aku maha indah, gita balai sorgaMu.
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yohanes 5:19-25.
Malam : Galatia 3:15-29.

03. Renungan: Mazmur 40:5.
Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan, yang tidak berpaling pada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan.

Kepercayaan dibangun atas dasar saling percaya dan penuh keyakinan, bahkan menjaga kepercayaan adalah modal awal dari sebuah hubungan yang kita jalani. Di perusahaan sekali pun, kepercayaan sangat mahal harganya. Seorang yang tidak dapat menjaga kepercayaan atas pekerjaanya dan teman kerjanya akan mengalami penyesalan di dalam hidupnya, bahkan dia akan mengalami kegagalan dari sebuah pekerjaan yang telah dia bangun. Sungguh, kepercayaan itu sangat mahal harganya dan itu tidak dapat dibuat-buat melainkan yang lahir dari diri kita sendiri atas pengajaran yang kita terima dari kecil hingga saat ini.

Pemazmur mengajar dan mengajak kita untuk menaruh kepercayaan kepada Tuhan. Menaruh kepercayaan maksudnya adalah menjaga dengan komitmen dan kosisten percaya hanya kepada Tuhan. Seberat dan sesulit apapun masalah kita, pemazmur menegaskan bahwa orang yang menaruh kepercayaan kepada Tuhan akan mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku. Artinya kita diajak untuk sungguh-sungguh hanya menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan bukan kepada masalah dan persoalan yang kita hadapi saat ini, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 212:1. Haholongan na badia
Haholongan na badia sian Tuhan Jesus i.
Sai songgopi sai bongoti roha dohot tondingki

06. Doa Bapa kami – Amin.

TERANG DUNIA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 33:1. “SuaraMu kudengar”
SuaraMu kudengar, memanggil diriku. Supaya ‘ku di Golgota,
Dibasuh darahMu. Aku datanglah, Tuhan padaMu;
dalam darahMu kudus, sucikan diriku.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ibrani 2:14-18.
Malam : Bilangan 13:1-2.

03. Renungan: Yohanes 1:9.
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia

Dosa telah menjadikan kehidupan seluruh manusia gelap. Pernahkah Anda dalam kegelapan untuk waktu yang lama ?. Satu minggu dalam kegelapan tentu sangat menyengsarakan bukan ?. Hal itu tidak seberapa dibandingkan kalau hati dan pikiran kita gelap. Manusia yang tidak berpengharapan juga hidup dalam kegelapan. Dosa adalah penyebab hidup manusia gelap dan upah dosa adalah maut abadi. Demikianlah kondisi manusia sejak kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa. Hidup sarat dengan permusuhan dan kedagingan seperti iri, benci, serakah, penyembahan berhala, sombong, dan sebagainya. Namun karena kasih Allah rela merendahkan diriNya datang ke dunia menjadi sama dengan manusia. Allah yang mulai mengosongkan diriNya (kenosis), lahir dalam kehinaan dan penolakan. Tidak lahir dalam istana tapi di kandang domba, tidak disambut dengan meriah, tapi ditolak. Padahal dia Allah dan Raja segala raja.

Terang yang sesungguhnya telah datang dalam diri Yesus Kristus. Inilah respon yang diminta untuk setiap kita: 1) sadar sebagai orang berdosa, 2) menyesali dosa dan bertobat, dan menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, 3) mengundang Yesus tinggal dalam hati kita, 4), Menyaksikan kasihNya kepada orang lain.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 122:4. Ida hinadenggan ni
Diparbaga Debata tu na marsaroha da
Pasupasu na godang ima roha na sonang.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PEGANGLAH JANJI TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 4:12-17.
Malam : Galatia 3:1-14.

03. Renungan: Yehezkiel 16:8b.
Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu.

Nas ini merupakan gambaran kegagalan bangsa Israel untuk mempercayai Tuhan dan sebaliknya berupaya dengan kemampuannya sendiri mencari bantuan kepada bangsa-bangsa asing untuk menghadapi krisis politik yang mereka alami. Hal ini merupakan penyelewengan dan ketidaksetiaan di hadapan Tuhan. Di tengah situasi seperti ini firman Tuhan datang kepada Yehezkiel agar ia menyerukan ingatan terhadap masa lalu Israel yang memalukan, sementara mereka tidak lagi menyadari bahwa semua yang dimilikinya tidak lain berasal dari Tuhan. Sebagai respon atas anugerah Tuhan yang sedemikian besar, mereka bukannya hidup dengan setia, namun sebaliknya tanpa rasa malu mengikuti nafsu mereka yang di luar akal sehat (ay. 15-22). Inilah gambaran dari kondisi nyata umat Tuhan, yang sedemikian mudah melupakan anugerah yang besar dan mengikuti nafsu yang berada di luar akal sehat. Inilah suatu cerminan yang memalukan bagi kita yang seringkali juga berada dalam kondisi yang sama. Alasan dari seruan firman Tuhan yang memperhadapkan mereka dengan rasa malu ini adalah kesetiaan Tuhan dalam memelihara janji-Nya, sehingga melalui rasa malu ini mereka dituntun untuk mengingat serta mengenali dosa-dosanya.
Hendaklah kita memiliki kesadaran dan kepekaan tentang siapakah diri kita di hadapan Tuhan, dengan harus berusaha untuk tidak mengikuti nafsu yang menuntun kita bertindak di luar akal sehat. Marilah kita meresponi seruan Tuhan yang memperhadapkan kita dengan rasa malu. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 207:1. Sai tiop ma tanganku
Sai tiop ma tanganku sai togu au. Paima tos hosangku ramoti au
Ndang olo au mardalan sasada au. Sai Ho ma ale Tuhan manogu au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

AKHIR TAHUN GEREJAWI


Inilah Minggu terakhir bagi kita berdasarkan perhitungan tahun gerejawi, sekaligus minggu ini kita pakai sebagai moment untuk memperingati saudara-saudara kita yang telah meninggal mendahului kita dari dunia ini. Memasuki minggu seperti ini terbersit dalam benak kita bahwa segalanya akan berakhir. Dunia akan berakhir, dan dengan sendirinya aktifitasnya akan berhenti. Manusia tidak abadi, sebab itu dia tidak kebal menghadapi masa akhir itu. Kehidupannya akan terhenti, perbuatan dan ucapannya akan berakhir. Di saat kita memperingati saudara-saudara kita yang telah meninggal, yang sudah lebih dulu mengalami masa perhentian dari dunia ini, kita disadarkan bahwa kita pun akan berhenti dari kehidupan dunia ini. Untuk itu firman ini mengajak kita untuk mengabdi bagi Tuhan selagi masih hidup. Minggu khusus ini mengingatkan kita dalam beberapa hal, yaitu: Pertama: Hidup ini tidak lama hanya sekejap, namun kita diajak mengisi setiap detik kehidupan ini dengan perbuatan dan perkataan yang baik. Kedua: Berjalanlah dengan Tuhan sebab Dia akan mengawali hidup kita selama di dunia ini. Ketiga: Masa akhir kita di dunia ini, sekaligus menghantarkan kita mempersiapkan diri kita dan memasuki awal tahun gerejawi yang baru.

RENDAHKANLAH DIRIMU


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 3:1. “Kami Puji dengan Riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ibrani 9:13-14.
Malam : Galatia 2:17-21.

03. Renungan: 1 Petrus 5:6.
Karena itu rendahkanlah dirimu dibawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan pada waktunya.

Prinsip Kerajaan Sorga tentang kerendahan diri jelas berbeda dengan prinsip “kerajaan” manusia. Tuhan memiliki banyak cara dalam merendahkan kita, termasuk menggunakan orang lain yang berada di sekitar kita. Ia juga bisa menggunakan problema dan masalah untuk tujuan yang sama. Meskipun Tuhan tentu saja tidak dengan sengaja memberikan malapetaka kepada kita, namun Ia dapat menggunakan sesuatu yang terjadi untuk kebaikan kita (Rom.8:28). Aniaya yang dialami gereja sejak zaman dahulu juga digunakan Tuhan untuk merendahkan diri umat-Nya. Orang-orang yang mengalaminya bisa saja menjadi frustrasi saat menghadapinya, namun daripada mengeluh, Tuhan mau kita memilih untuk merendahkan hati kita kepada-Nya, dan tunduk kepada keilahian-Nya.

Masalah umat Tuhan terbesar adalah seringkali tidak mau tunduk kepada kedaulatan Tuhan. Tidak menyadari bahwa Tuhan yang kuat itu mampu berperang untuk mengalahkan musuh apapun juga yang mengganggu umat-Nya. Merendahkan diri berarti percaya bahwa Tuhan yang memegang kendali hidup kita, dan mengerti bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa seijin Tuhan. Kita adalah manusia yang sangat lemah dihadapan Tuhan. Kita dibentuk dalam Rahim ibu dan di ijinkan lahir ke dunia ini. Dialah sumber hidup yang berkuasa atas langit dan bumi, sebab itu marilah kita hidup dengan segala kerendahan hati supaya kita ditinggikan pada waktunya. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 194:3. Aut so asi rohaM
Anggiat ma holong, rohangku sai tongtong, burju tu Ho
Sai dongananMu au manang tu dia lao, sonang tutu.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENGENAL ALLAH MELALUI PERINTAHNYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 375:1. “Saya mau ikut Yesus”
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus, sampai s’lama-lamanya.

02. Pembacaan Firman

 Pagi : Yohanes 1:35-42.
 Malam : Matius 22:37-40.

03. Renungan: 1 Yohanes 2:4.
Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintahNya, ia adalah seorang pendusta dan didalamnya tidak ada kebenaran.

Bagaimana kita tahu bahwa kita mengenal Allah? Mengenal Allah tidak hanya mengetahui fakta tentang Allah tetapi juga mengalami Allah secara pribadi. Yohanes mengatakan bahwa tanda kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti printah-perintah-Nya (1 Yoh. 2 :3). Kata mengenal yang dipakai Yohanes dalam konteks ini mengandung arti pengenalan yang datang dari pengalaman, yaitu pengalaman menjalani hidup bersama dengan Allah. Jadi, orang yang mengenal Allah adalah orang yang memiliki persekutuan yang baik dengan Allah.. Pengenalan akan Allah hanya dapat dibuktikan dengan ketaatan. Bila tidak demikian orang tersebut adalah seorang pendusta, artinya pengakuan orang tersebut tidak benar. Tidak beda dengan seorang anak dalam sebuah keluarga yang hidup dekat dengan ayah dan ibunya barulah dapat mengenal dengan baik siapa orang tuanya dan bagaimana karakter orangtuanya. Dia bisa menjelaskan sifat-sifat dan kesukaan-kesukaan orang tuanya karena mereka selalu hidup bersama, suka duduk bersama, saling bercerita, dan berdoa bersama. Hal ini tidak bisa terjadi, jikalau anak dan orang tua jarang bertemu dan tidak pernah bersekutu bersama. Demikian juga dengan orang yang mengenal Allah akan menuruti perintah2-Nya. Percuma jika kita hanya berkata-kata dan mengaku bahwa kita adalah orang Kristen, tetapi kita tidak pernah menuruti perintahNya, hal itu sama saja bahwa kita adalah seorang pendusta, pembohong besar. Ketaatan pada perintah Allah adalah menifestasi dari pengenalan akan Allah. Dengan mengenal Allah, kita akan mengetahui betapa besar kasihNya, dan hidup dalam kebenaran firmanNya. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma di Ho o Debata ala basaM
Sibahen dalan i marhite anakMi tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin.

MEMAHAMI KASIH TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 64:5-10.
Malam : Galatia 2:11-16.

03. Renungan: Yeremia 31:10.
Dengarlah firman Tuhan hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerahkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!

Demi kasih yang tulus bagi anaknya, seorang Ibu memutuskan tidak bekerja mencari uang tambahan. la hanya mengandalkan gaji suaminya, supaya ia bisa menyediakan waktu yang cukup bagi anak-anaknya yang masih kecil dan membutuhkan kehadirannya dalam hidup mereka. Nabi Yeremia mengungkapkan kasih sayang Tuhan kepada Israel sebagai umat pilihannya yang telah dipulihkan dari hukuman. Mereka bersalah dan layak mendapatkan hukuman Tuhan. Tetapi Tuhan justru mengasihi Israel bagaikan gembala yang menjaga kawanan domba. Allah akan mendekap umatNya dengan penuh cinta kasih. Memelihara dan memimpin umatNya menikmati kasih Allah setiap hari. Awal Desember nanti, kita akan memasuki masa Advent, adalah masa ketika umat diminta merenungkan betapa besar kasih yang Tuhan berikan kepada manusia sehingga Ia tidak segan mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menyapa manusia dengan tulus dan mempertaruhkan nyawa-Nya bagi kita. Sebagai umat Tuhan, kita patut merayakan pembebasan ini dan memberitakannya kepada semua orang. Kita dapat bersaksi melalui hidup dan perkataan kita, agar mereka dapat melihat karya Allah dalam hidup kita dan akhirnya mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat mereka. Sebagai orang Kristen, kita menyadari bahwa hidup kita ditopang oleh kasih karunia Tuhan. Kita diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan dan hidup kitan setiap saat dipenuhi oleh kasih karunia Tuhan. AMIN.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 190:1. Las rohangku situtu
Las rohangku situtu mida Jesus na lulu. Manjalahi hajolmaon,
Ai Ibana paluahon, joma manusia i sian hamagoan i

06. Doa Bapa kami – Amin.