CARA MERAWAT GIGI PADA ANAK


Gigi yang sehat sangatlah penting untuk kesehatan anak secara keseluruhan. Dari waktu anak lahir, ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mencegahnya dari berlubang. Menjaga kesehatan gigi bukan hanya diperhatikan ketika gigi tetap (permanen) mulai tumbuh, melainkan sejak gigi susu pertama mulai tumbuh. Bahkan sehat atau tidaknya pertumbuhan gigi anak dipengaruhi sejak masa kehamilan ibu. Di masa kehamilan, ibu yang kekurangan kalsium dan protein bisa menyebabkan hypoplasia email pada gigi anak yang dikandung, yaitu pembentukan email gigi yang tidak sempurna. Setelah gigi susu tumbuh, maka asupan gizi yang seimbang yang dikonsumsi anaklah yang mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang giginya.

Tips Mencegah Masalah Gigi pada Anak
Pemeriksaan kesehatan gigi untuk anak-anak harus dimulai segera dari awal gigi pertama mereka tumbuh. Orangtua perlu tahu apa perawatan yang tepat dan kapan waktu yang tepat guna memastikan anak-anak memiliki mulut dan gigi yang sehat. Orangtua diharapkan membersihkan gusi bayi dengan kain lap (kasa) atau menggunakan kain khusus yang dirancang untuk bayi. Membersihkan gusi akan mencegah bakteri terkumpul disana. Dan setelah gigi pertama (gigi susu) muncul, mulailah menggunakan sikat gigi untuk membersihkan gigi anak. Meskipun gigi susu akan lepas/ tanggal dan akan digantikan oleh gigi permanen, gigi susu juga memegang peranan pada perkembangan wajah dan mulut. Kebiasaan mengunyah yang baik berpengaruh pada cara makan yang baik, dan kesehatan gigi berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Untuk itulah perawatan gigi anak sangat diperlukan sejak awal.
Hal yang tidak kalah penting adalah orangtua perlu belajar bahwa membatasi asupan karbohidrat difermentasi, seperti juice dan susu sangat penting. Ini adalah frekuensi asupan cairan manis yang erat hubungannya dengan rongga mulut dan harus dipantau, terutama dalam botol atau cangkir pada waktu tidur. Para praktisi kesehatan gigi akan memperkenalkan dan memperkuat perawatan serta kebiasaan penting terkait kesehatan gigi anak. Dokter gigi atau ahli kesehatan gigi juga dapat meninjau nutrisi yang tepat secara keseluruhan dan memberi rekomendasi untuk melindungi gigi anak-anak.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak di Rumah
Orang tua berperan penting dalam kesehatan gigi anak-anak mereka. Mereka perlu untuk memperkuat kebiasaan kebersihan mulut yang baik pada anak, sebelum muncul plak, karies, dan berbagai masalah gigi lainnya pada anak. Berikut, adalah beberapa tips untuk orangtua yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan:

Membasuh dengan air putih
Air selalu baik untuk kesehatan. Air juga merupakan salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak Anda. Ketika si kecil selesai minum susu, terutama dengan dot, para ibu dapat membasuh mulutnya dengan air putih, untuk menghilangkan sisa susu yang menempel di gigi. Selain itu, jangan membiasakan buah hati Anda minum susu dengan dot tertinggal di mulut hingga tidur. Memasuki usia 2 tahun, mulailah membuat anak untuk membiasakan meminum susu dengan gelas, bukan lagi dengan dot.

Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis
Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis dapat memicu terbentuknya plak dan memproduksi asam oleh bakteri. Sehingga, rongga mulut menjadi lebih asam dan menyebabkan terjadinya demineralisasi email atau karies. Untuk mencegah karies, hindari penumpukan gula pada gigi. Susu mengandung gula, demikian juga dengan permen dan makanan manis lainnya. Untuk anak yang masih harus tidur sambil mengulum botol susu, sebaiknya gantilah susu dengan air putih selama tidur. Dan juga jangan mencelupkan empeng kedalam madu atau air gula untuk dikulum anak ketika tidur. Perlahan-lahan kebiasaan tidur dengan ditemani empeng dan botol susu harus dikurangi sehingga anak terbiasa tidur tanpa bantuan seperti itu.

Makan makanan padat sesuai usia
Latih si kecil untuk mengonsumsi makanan padat sesuai usia dan tahap perkembangannya, agar anak mengenal berbagai tekstur makanan. Dengan melatih anak mengunyah juga dapat merangsang proses pertumbuhan dan perkembangan rahang serta gigi.

Mencegah kebiasaan mengemut jari
Sejak awal tidak membiarkan si kecil memasukkan ibu jari atau jari lainnya ke dalam mulut. Pembiaran akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan ini dapat mengganggu pertumbuhan rahang dan gigi.

Biasakan anak tidak memasukkan benda asing ke dalam mulut
Ajarkan kepada si kecil untuk tidak memasukkan benda apapun ke rongga mulut, selain makanan dan minuman bergizi. Alihkan perhatian anak dengan mengajaknya bermain, agar ia tak sembarangan menggigit benda di sekitarnya. Pasalnya, sembarangan menggigit benda dapat menyebabkan maloklusi (susunan gigi yang berantakan) dan akan mengganggu pencernaannya.

Hindari transfer bakteri dari orangtua
Banyak kerusakan gigi anak yang diakibatkan karena transfer bakteri dari orangtua yang memiliki karies. Untuk menghindarinya, hindari penggunaan mug, gelas, sendok dan peralatan makan yang sama ketika makan. Jangan menjilati atau mengulum dot anak untuk membersihkannya. Orangtua juga harus memiliki kebiasaan merawat gigi yang baik. Selain untuk menghindari transfer bakteri penyebab karies, anak cenderung mencontoh kelakuan dan kebiasaan dari orangtuanya.

Sikat gigi selama 2 menit
Ajarkan anak menyikat gigi dengan benar dari gusi ke gigi. Lakukan ini selama dua menit dan minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gunakan sedikit pasta gigi, kira-kira sebesar kacang polong untuk anak usia balita. Sebelum anak berusia 2 tahun, hindari pemberian pasta gigi yang mengandung fluoride karena khawatir akan tertelan. Sebagai gantinya gunakan pasta gigi khusus untuk anak-anak. Penelitian menunjukkan, bahwa risiko gigi berlubang pada anak berkurang secara signifikan, pada anak yang mendapat pendampingan menyikat gigi dari orangtua mereka.

Pemeriksaan gigi secara teratur
Perawatan gigi anak sehari-hari harus dibarengi dengan pemeriksaan gigi anak secara teratur. Perhatikan apakah pada gigi anak muncul plak berwarna cokelat atau hitam. Periksakan gigi anak anda segera apabila menemukan hal ini. Sebaiknya pemeriksaan gigi rutin dilakukan sekali 6 bulan ke dokter gigi. (drg. Rebecca Situmeang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s