TERGERAKLAH HATINYA OLEH BELAS KASIH ALLAH


Minggu VII Setelah Trinitatis, 19 Juli 2015
                                                      
Markus, 6:30 – 34 + 53–56
Saudara-saudara: Yesus sangat peduli terhadap hidup dan kehidupan umat-Nya manusia. Banyak pergumulan yang dihadapi manusia di tengah-tengah kondisi saat ini, baik secara sosial, moral dan mental, baik secara pribadi, kelompk, keluarga bahkan secara pribadi dan semuanya itu sangatlah berkembang di zaman sekarang ini.
Sehingga dengan kondisi tersebut mengakibatkan depresi, stress bahkan frustasi, mengapa? Karena tak mampu mengendalikan diri dan mendapat solusi agar lepas dari segala pergumulan tersebut, yang hanya mengandalkan dirinya sendiri. Maka dengan nas ini kita dingatkan dengan satu sikap yang pasti yaitu jangan mengandalkan diri atau pikiran kita sendiri secara logika semata, namun seharusnya orang percaya pada Tuhan dengan mengandalkan kuat kuasa doa-doa, harapan dan kasih, semuanya hanya dalam Kristus Yesus.

Sikap, emphati (roha parbagasan), dan karya yang dilakukan Yesus kepada orang yang mengikuti-Nya, seharusnya menjadi teladan bagi kita terhadap sesama manusia, bukan sebaliknya sebagai dasar simpati belaka yang mempertaruhkan kepentingan pribadi hingga sampai pada sikap-sikap yang penonjolan diri. Kita sebagai umat pilihan Tuhan, harkat dan martabat kita telah diangkat oleh Tuhan sebagai pembawa berkat, sebagaimana telah diajarkan Yesus. Yesus telah menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan dosa-dosa kita lewat salib, kematian, hidup dan pengampunan-Nya, sehingga kita terpanggil sebagai orang percaya yang telah banyak menerima berkat-Nya akan menunjukkan sikap emphati dalam hukum Kasih Kristus. Hilangkan sikap dan prinsip egoisme dari kehidupan orang percaya dan jadilah meneladani Kristus. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan adalah anugerah yang patut kita syukuri dalam hidup sepanjang masa, sehingga kita sebagai Umat Tuhan menjadi orang yang selalu tetap bersyukur hanya karena kemurahan-Nya. Dalam kuasa Tuhan kita dapat melakukan pemulihan, pembaharuan dan kehidupan benar. Kristuslah menjadi teladan serta motivasi kita, Dialah Raja Damai yang memimpin umat-Nya pada kehidupan yang penuh sukacita dan damai sejahtera, sehingga tercipta hidup, kebahagiaan, keselamatan yang telah Tuhan janjikan kepada setiap orang percaya kepada-Nya. Yesus adalah gembala yang menjamin segalanya.  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan Allah dalam Yesus Kristus dan Roh-Kudus. Amin. (Pdt. Kristoporus Nababan, S.Th).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s