Pertobatan Sejati


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-190 : 3, Las Rohangku Situtu
Las rohangku situtu, ai parjambar au tutu.
Di na denggan sasudena, pinarbaga ni Debata.
Di sude na burju i mangihuthon Jesus i.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 4 : 31-37 (Pagi)
Rat. 2 : 18-22 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 3 : 8 – Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan ja-nganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

PERTOBATAN SEJATI

Zaman sekarang banyak orang yang mencari pengalaman-pengalaman agamawi yang spektakuler. Kalau ada yang diklaim sebagai sebuah pengalaman supranatural. Beragam motivasi orang untuk mencarinya ada yang sekedar ingin melihat sensasi, ada yang memang haus akan hal-hal rohani. Namun ada juga yang merasa dirinya memang berdosa, dan mencari cara untuk mendapatkan kelepasan.

Pelayanan Yohanes memang spektakuler. Dia dengan lantang memberitakan pertobatan sebelum Tuhan datang dengan memberi diri mereka dibaptis. Namun Yohanes melihat kemunafikan orang banyak yang datang tersebut. Mereka memberi diri dibaptis bukan untuk mendapatkan pengampunan dosa. Itu sebabnya Yohanes menyebut mereka ular beludak. Sejenis ular berbisa yang mau memakan anaknya sendiri. Ular beludak melambangkan kekejaman dan kekerasan hati orang banyak. Mereka tidak akan dapat menghindar dari hukuman Allah apabila tidak sungguh-sungguh bertobat.

Penghakiman Allah sungguh adil. Allah tidak pandang bulu. Tidak penting apakah mereka keturunan Abraham atau bukan. Yang penting adalah kalau mereka tidak sungguh-sungguh bertobat dan menghasilkan buah-buah pertobatan, maka mereka akan dihukum dengan keras. Sebelum kita melanjutkan kehidupan kita, periksalah dirimu apakah engkau sungguh-sungguh sudah bertobat dan meninggalkan segala dosa-dosamu? Janganlah kekerasan hatimu membawa murka dan penghukuman Allah dalam hidupmu.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-26:2 Mampirlah dengar doaku
Di hadapan tahta rahmat aku menyembah,
tunduk dalam penyesalan. Tuhan tolonglah!
Yesus Tuhan, dengar doaku; orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-566 : 1 Na Badia
Na badia do Ho, dipuji rohangkon do
Diboto rohangkon do mandok,
badia do Ho

Tinggalkan komentar