PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI, BE-171 : 1, Tanda i ma au
Tanda i ma au! Sungkapi ma dohot rohangku.
Uji ma au, pamanat huhut ma dalanku.
Olo ditanda Ho au Debata!
PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 4 : 12-13 (Pagi)
Yes. 30 : 15-18 (Malam)
RENUNGAN
Yesaya 29 : 16 – Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: “Bukan dia yang membuat aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa”?
TAHU DIRI DAN BERSYUKUR
Yesaya bin Amos adalah seorang juru tulis Kerajaan yang hidup di zaman raja-raja Yehuda, dia juga terpilih sebagai Juru bicara Allah untuk umat-Nya Yehuda dan Yerusalem. Nas hari ini adalah penyataan Nabi Yesaya yang menggambarkan kondisi bangsa itu
(sebelum dijajah dan terbuang hidup dalam pengasingkan) yaitu sebagai “Bangsa yang buta.” Bukti dan tanda kebutaan bangsa ini dijelaskan dalam ayat 13, yaitu: “…bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan me-muliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh daripada-Ku dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan”.
Saudara, kemunafikan yang ditunjukkan bangsa Israel ini dalam ibadahnya mendukakan hati Tuhan, sehingga terjadilah “Hikmat dari orang-orangnya yang berhikmat hilang dan kearifan orang-orangnya yang arif tersembunyi.” Hidup tanpa memiliki hikmat dan kearifan membuat bangsa ini menjadi liar, suka memutarbalikkan segala sesuatu, senang bekerja dalam kegelapan, hidup semakin menjauh dari Terang Tuhan, bahkan mereka pada puncaknya mau murtad dan menyangkal Allah sebagai Tuhan Sang Pencipta.
Seruan Yesaya berguna untuk mengingatkan ibadah yang kita lakukan selama ini. Ibadah me-nyembah Tuhan benar-benar dihayati dengan segenap hati bukan dengan kemunafikan, memuji Tuhan dengan penuh sukacita dan rasa syukur yang melimpah tidak seremonial. Fenomena “Bangsa yang Buta” atau “Umat yang Buta” di atas adalah suatu pelajaran yang harus kita renungkan baik-baik. Kita tahu bahwa kita adalah umat kepunyaan-Nya yang telah diperdamaikan dan yang telah ditebus dengan darah-Nya. Dengan demikian, kita mau datang pada-Nya dan memuliakan-Nya de-ngan hati yang tulus dan bersungguh-sungguh. Seluruh kerja dan karya yang kita lakukan merupa-kan pujian, ucapan syukur dan ibadah bagi Tuhan. Marilah bersyukur dan memuliakan Tuhan senan-tiasa dengan tulus.
BERDOA
BERNYANYI, KJ-282 : 3, Seluruh umat Tuhan
Mereka dikenal-Nya yang harapnya teguh,
mengaku Yesus saja Tuhannya yang kudus.
Mereka disinari sabda-Nya yang benar,
dan tumbuh tiap hari menghijau dan segar. ] 2x
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku,
O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi
