PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE-14:1 Puji hamu Jahowa
Puji hamu Jahowa tutu, Pardenggan basa, Parasiroha salelengna i; Pardenggan basa i, parasiroha i.
PEMBACAAN FIRMAN, Luk. 18:15-17
Keluaran 15:1
Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: “Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.
Aku menyanyi bagi Tuhan
Nas ini merupakan bagian nyanyian bangsa Israel setelah mereka lepas dari kejaran tentara Firaun yang telah ditenggelamkan Tuhan di laut Teberau. Mereka sungguh berterima kasih atas bantuan Tuhan dalam menuntun dan melepaskan mereka dari tangan musuh.
Ini tentu di luar kemampuan pikiran mereka. Sehingga mereka ingin bersaksi dan memuji Tuhan dengan ungkapan hati yang paling dalam. Tuhan itu pahlawan perang; Tuhan, itulah nama-Nya (Kel 15:3). Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia. Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia (Kel 15:2). Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kau tebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus (Kel 15:13). Sungguh kesaksian yang luar biasa atas kuat kuasa Tuhan!
Saudaraku terkasih dalam Tuhan mari kita menoleh sejenak ke belakang di tahun 2014. Sungguh banyak hal yang luar biasa yang telah kita lalui. Kita menyaksikan secara nyata proses peralihan kepemimpinan nasional terjadi, penuh siasat dan tipu muslihat. Para koruptor berakting bagai aktor melakonkan orang yang dizolimi. Sehingga kita sering tak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang berpura-pura. Tokoh politik pilihan wong cilik mengalahkan elit neoliberal. Harga BBM naik sementara gaji tetap. Semua tantangan itu bisa membuat kita lemas tak berdaya. Memasuki 2015 janganlah ragu dan jangan goyah, katakan sekalipun bumi bergoncang “aku mau menyanyi bagi Tuhan”. Kita akan menuju arus globalisasi MEA (Masyarakat Ekonimi Asean) di akhir 2015. Nyanyian iman Daud di Maz. 23, “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku…” dan perikop hari ini membantu kita untuk dapat bernyanyi atas anugerah Tuhan di dalam iman memuji nama-Nya.
BERDOA
BERNYANYI : NKB 7:1 Nyanyikanlah nyanyian baru
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah, Pencipta cakrawala. Segala Serafim, Kerubim, pujilah Dia besarkanlah nama-Nya. Bersorak sorai bagi Rajamu. Bersorak sorai bagi Rajamu.
DOA BAPA KAMI
BERNYANYI: BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.
