Anugerah yang sama bagi semua yang percaya


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-792:1 Pasupasu hami o Tuhan
Pasupasu hami o Tuhan sai usehon dameMi, sai ampehon tanganMi Tuhan, lehon tu au gogoMi
Di portibi on baen ma au Tuhan habaoran nil as ni roha tu na marsak i, tu na dangol i gabe pangapuli i.
Pasupasu hami o Tuhan sai usehon dameMi, sai ampehon tanganMi Tuhan, lehon tu au gogoMi

PEMBACAAN FIRMAN, 1 Sam. 15:10-31

Efesus 2:17
Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”

Anugerah yang sama bagi semua yang percaya

Apakah ada perbedaan status antara orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi yang telah menjadi percaya kepada Yesus Kristus? Dalam nas hari ini, Paulus menegaskan bahwa ketika seseorang menjadi percaya kepada Yesus Kristus, tidak ada perbedaan status di hadapan Tuhan di antara keduanya mereka sama-sama merupakan orang-orang berdosa yang memperoleh keselamatan dari Tuhan.

Allah memberikan anugerah-Nya yang sama dalam Putera-Nya kepada semua orang yang berdosa. Oleh karena itu, Paulus menyatakan bahwa “di dalam Kristus”, baik orang Yahudi yang melakukan hukum bersunat maupun non-Yahudi yang tidak melakukan hukum sunat sama-sama menerima anugerah keselamatan yang sama di dalam Kristus.

Jika Alkitab mengajarkan kesetaraan di dalam Kristus maka sudah seharusnya kita membangun persaudaraan sambil merayakan keselamatan yang kita peroleh dari Kristus. Namun seringkali yang terjadi justru kita membangun tembok-tembok baru yang bisa memisahkan sesama orang percaya dari kesatuan tubuh Kristus. Dinding-dinding gereja semakin tinggi dan tebal melalui sekat-sekat yang secara tidak sadar tercipta atau bahkan tercipta sehingga kita bersifat eksklusif. Tuhan yang sudah mengosongkan diri-Nya menjadi sama dengan manusia bahkan hidup bersama di tengah-tengah manusia terlihat jelas sekat dan dinding itu sudah dirobohkan. Gereja maupun persekutuan orang percaya sering terjebak di dalam pengkotak-kotakan suku, budaya, kelompok dan sebagainya. Nas ini mengajak, lewat kedatangan-Nya marilah kita membangun kasih persaudaraan sebagai keluarga Allah, kesatuan dan persekutuan sebagai hakikat Gereja. Allah sangat menyukai persaudaraan. Di tengah perbedaan antara yang satu dengan yang lain marilah kita pandang bahwa kita satu dan sama di dalam anugerah keselamatan dari Tuhan. Sekarang kita menjadi satu di dalam Tubuh Kristus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI : KJ-382 256:1 Kita satu di dalam Tuhan
Kita satu di dalam Tuhan, satu G’reja yang esa.
Marilah bertolong-tolongan, kau dan aku, s’muanya
Marilah bertolong-tolongan, kau dan aku, s’muanya

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI : BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.

Tinggalkan komentar