Putus asa dan pujian


PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI KJ. 81:5 O DATANGLAH IMANUEL
O Tuhan Allah, datanglah, FirmanMu berkuasalah, seperti waktu Kauberi
di atas puncak Sinai. Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel.

PEMBACAAN FIRMAN : Wahyu 20:1-15

Mazmur 74:16
Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari

PUTUS ASA DAN PUJIAN

Di dalam masa pembuangan, umat Israel mengalami pergumulan hidup yang nyaris tanpa harapan. Dari generasi ke generasi mereka terus bergumul menghadapi kerusakan demi kerusakan hidup dan murka Allah seakan tetap bernyalanyala atas mereka. Bait suci tempat kudus Allah pun dirusak, dibakar dan dinajiskan musuh namun Allah belum juga memberitanda akan datangnya pertolongan.

Seorang Nabi pun tidak dimunculkan dan sungguh tak ada satupun yang mengetahui kapankah siksa dan hujatan musuh akan berakhir. Dalam keputusasaan yang luar biasa ini, mereka berharap hanya Tuhanlah satu-satunya jalan keluar namun itupun seakan Tuhan bergeming. Melalui ratapan keluh kesahnya, Pemazmur tetap memuji-muji dan menyatakan bahwa Tuhan adalah Allah yang setia, Raja yang kekal, Yang Mahapencipta, Juruselamat dan yang empunya segala sesuatu. Dan, berkat nyanyian pengajaran Asraf ini, maka pada akhirnya umat Israel memperoleh penghiburan dan kekuatan serta pertolongan Tuhan tepat pada waktunya.

Penderitaan dan kesusahan sering kali membuat orang putus asa atau putus pengharapan sehingga seseorang menjalani hidupnya dalam suasana tawar hati atau bahkan menghalalkan segala cara “asal” hidup. Masa pembuangan Israel itu adalah juga sekaligus saringan bagi orang-orang yang tidak setia dan yang tidak punya pengharapan. Hanya yang betul-betul taat dan setia yang akan keluar menjadi pemenang. Yang kalah dan tidak taat akan mengalami penderitaan sampai pada kematiaan. Bagaiman caranya menjadi pemenang atas penderitaan dan kesulitan? Nas renungan ini mencatat dan memberi jawaban bahwa salah satu sifat dan prilaku seorang pemenang adalah jika kita mampu menaikkan kidung, ratapan dan pujian pada Allah walaupun masalah, kesulitan dan kesusahan sedang menggelora. Mari jadilah pemenang, bersyukurlah dan rayakanlah kehidupan ini. Siapkan hati dan sambutlah Dia Sang Juruselamat di hari Natal 25-26 Des 2014

Tinggalkan komentar