PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.
BERNYANYI BE. 471:2
Arga ditobus tondingki, na mate do Ibana, ngolungku hubaen upa ni i, lao mangoloi hataNa
Di Ho ngolungku ro diajalhu Jesus di Ho au, mate, mangolu (2x).
PEMBACAAN FIRMAN : Hosea 5:1-15
Mazmur 92:5
Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.
SUKACITA, SORAK-SORAI KARENA PEKERJAAN TUHAN
Bila Paulus katakana: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Pilihan yang tepat di dalam hidup kekristenan adalah sukacitanya hanya di dalam Tuhan. Tetapi tidak berlebihan bila dikatakan bahwa banyak sukacita, sorak-sorai manusia, orang Kristen saat ini tidak lagi di dalam Tuhan melainkan oleh karena merasa keberhasilan, kesuksesannya sendiri, naik pangkat, mendapat pekerjaan, berhasil dalam Pendidikan, meraih keuntungan dunia yang mendasari sukacitanya.
Bila kita bertanya kepada diri kita sendiri: “Apakah sukacita, sorak-sorai kita di dasari pengakuan atas pekerjaan, perbuatan Tuhan yang telah nyata bagi kita?” Saban Minggu selalu kita ikrarkan Pengakuan percaya kita: “Aku Percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa khalik langit dan bumi.” Bukankah langit dan bumi sesuai pengakuan kita itu adalah pekerjaan, perbuatan Tuhan dalam penciptaanNya yang sekaligus bukti dari kekayaan Tuhan? Segala pekerjaan, perbuatan Tuhan membuat sukacita, sorak-sorai bagi kita.
Sukacita, sorak-sorai adalah luapan kegembiraan seseorang. Ketika Yesus lahir sebagai proklamasi Injil Kerajaan Allah (Luk. 2:10), ketika Yesus memasuki Yerusalem sebagai Raja Mesias (Mark. 11:9 ; Luk. 19:37 ; Mat. 21:9), dan juga yang menjadi cirri setiap orang percaya dan Gereja secara umum. Sukacita, sorak-sorai menjadi kualitas dan watak yang bukan melulu perasaan hati yang didasarkan pada Allah sumber sukacita (Maz. 61:11 ; Roma 15:13), serta mencirikan hidup Kristen selama di dunia ini (I Petrus 1:8) dan permulaan sukacita kekal bersama Kristus dalam Kerajaan Sorga (Why. 19:7). Pemazmur sungguh bersukacita, bersorak-sorai dengan menyanyikan syukur dengan memakai alat-alat music atas pekerjaan Tuhan yang besar dan rancanganNya yang sungguh dalam. Tetapi orang bodoh, bebal tidak akan mengetahui, mengerti tentang pekerjaan, perbuatan Tuhan yang mendasari sukacita, sorak-sorai orang percaya.
BERDOA
BERNYANYI KJ. 413:2 TUHAN, PIMPIN ANAKMU
Sampai akhir hidupku, Tuhan, pimpin ‘ku terus. K’lak kupuji, kusembah Kau Tuhanku Penebus
Tuhan pimpin! Arus hidup menderas; Agar jangan ‘ku sesat, pegang tanganku erat.
DOA BAPA KAMI
Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.
