Tidak ada manusia super


Minggu X Setelah Trinitatis, 24 Agustus 2014
Roma 12:1-8
Paulus menjelaskan dengan baik, bahwa kehidupan manusia kita tidak terlepas dari berkat dan anugerah Tuhan. Ketika pernyataan ini dilontarkan kepada kita, tentu kita akan menjawab: “ya, saya tahu”. Namun dalam pelaksanaannya kita tidak melakukan pernyataan tersebut. Kita bekerja agar kita mendapat makan, dan kita makan agar mendapat kekuatan untuk bekerja.

Jika hanya sebatas ini, tentu pola kehidupan kita tidaklah berbeda dengan pola kehidupan manusia duniawi.
Paulus menekankan agar kita tidak sama dengan dunia. Tentu hal ini kita ketahui dengan baik. Namun nyatanya banyak manusia yang justru lebih baik dari orang-orang Kristen. Ketika Paulus berkata agar tidak sama dengan dunia, pada dasarnya ia hanya ingin mengatakan tentang prinsip kehidupan. Artinya, prinsip manusia rohani, sekalipun berbuat hal yang sama dengan manusia duniawi, ia akan berbeda secara prinsip. Mari kita perbandingkan: Setiap manusia akan bekerja dan makan, itu jelas. Tetapi manusia duniawi akan bekerja agar ia mendapatkan makan, dan ia akan makan untuk mendapatkan tenaga agar ia dapat bekerja. Tetapi manusia rohani memiliki pandangan yang berbeda, ia akan bekerja untuk Tuhan, dan jilakau ia mendapatkan makanan itu adalah anugerah dari Tuhan agar ia memiliki kekuatan atau tenaga baru untuk dapat bekerja kembali untuk Tuhan.

Gambaran lain yang diberikan Paulus adalah tentang berbagi pekerjaan. Tidak ada manusia yang dimampukan untuk melakukan pekerjaan dalam semua bidang, sekalipun banyak manusia yang berfikir ia mampu. Namun pada dasarnya setiap manusia memiliki ketergantungan dengan manusia lainnya. Karena itu Paulus menekankan agar saling berbagi dalam bidang-bidang tertentu, hal ini untuk mempermudah beban dalam sebuah pekerjaan. Dalam sebuah buku yang berjudul “who want to be my partner” dikatakan dengan jelas, bahwa kunci kesuksesan seseorang bukan terletak pada kemampuannya untuk melakukan segala bidang, tetapi terletak kepada kemampuannya untuk mengajak orang lain dalam melakukan sebahagian apa yang harus ia lakukan, artinya ia mampu untuk mengajar dan melepaskan bidang tertentu bagi orang lain sehingga ia dapat fokus kepada bidang lainnya. Karena itu, sekalipun kita kuat, kita tidak mampu jika Allah tidak memberikan berkatnya, sekalipun kita mampu, kita tidak dapat berbuat lebih dari kekuatan yang ada. Amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s